Minggu, 09 Agustus 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERCEDES-BENZ 50 TAHUN DI INDONESIA!
 
02 Maret 2020


(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz Indonesia memulai perhelatan peringatan 50 tahun eksistensi mereka di Indonesia. PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) dan PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) menggelar pameran bersama 50 tahun Mercedes-Benz di Indonesia. Pameran ini menandai sejarah panjang pabrikan otomotif asal Jerman itu di negeri ini.

“Kami sangat bangga telah menjadi bagian dari acara perayaan 50 tahun Mercedes-Benz di Indonesia hari ini. Sejak kendaraan komersial Mercedes-Benz pertama dirakit di pabrik di Indonesia - saat itu Mercedes-Benz L 911 di Tanjung Priok, Jakarta - perusahaan kami telah menjadi bagian dari kontribusi industrialisasi di Indonesia,” kata CEO PT. DVCI, Jung Woo Park, Sabtu (8/2/20) dalam sambutannya.

Kendaraan komersial Mercedes-Benz masuk ke Indonesia sejak tahun 1950-an, dengan truk seri L. Pada tahun 1962, ada kebutuhan untuk bus dalam menyambut Games of NewEmerging Forces (GANEFO). Saat itu bus-bus Mercedes-Benz O 321 H dan Mercedes-Benz L 319 didatangkan PT. Permorin. Menjelang akhir 1960-an, saat Indonesia memulai penataan bus kota di berbagai kota, Mercedes-Benz dipilih untuk menjadi tulang punggung.



“Saya diminta pak Emil Salim, untuk mencari bus yang cocok dan kuat sesuai kondisi di Indonesia. Lalu sampailah pada Mercedes-Benz. Lalu dibuat perjanjian agar Mercedes-Benz bisa memasok kebutuhan kita,” demikian yang pernah disampaikan mendiang Giri Suseno saat acara Reuni Bus Klasik di Jakarta tahun 2011 silam, mengenang awal mula kendaraan niaga Mercedes-Benz mulai beredar.

Dari sejarah yang ditampilkan Mercedes-Benz Indonesia, disebutkan tahun 1970 menjadi sejarah awal Mercedes-Benz secara resmi di Indonesia. Saat itu, PT Star Motors Indonesia, hasil joint venture antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas, didirikan sebagai agen tunggal produk Daimler-Benz di Indonesia. Pada tahun yang sama, pabrik perakitan baru PT German Motor Manufacturing (GMM) dibangun untuk produksi produk Daimler-Benz.









Pada tahun 1971, pabrik di Tanjung Priok, Jakarta, memulai produksi massal kendaraan komersial, Mercedes-Benz 911. Produksi truk kemudian diikuti oleh perakitan bus dan mobil penumpang. Pada tahun 1982, PT. GMM membuat bus secara, tak sekedar merakit chassis. Bus Mercdese-Benz seri OH 306 dan 508D menjadi model yang dibuat di pusat perakitan yang berlokasi di Wanaherang, Bogor. “Kami dalam tahap perjalanan mengembangkan transportasi umum melalui bus-bus kami”, ujar Jung-Woo menggambarkan perjalanan kiprah bus Mercedes-Benz di Indonesia.

Sejak kehadiran di Indonesia, bus-bus Mercedes-Benz banyak menyebar di berbagai kota. Mulai Medan, Padang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya hingga Makassar. Ada juga kota-kota yang mendapatkan bantuan bus dari pemerintah pusat. Seperti yang diungkapkan Giri Suseno, Mercedes-Benz dinilainya, melalui serangkaian kajian, cocok dengan medan jalan di Indonesia.

Untuk memulai peringatan 50 tahun keberadaannya di Indonesia, Mercedes-Benz Indonesia menyerahkan replika mobil pertama di dunia yang dibuat Carl Benz. Replika yang dibuat 100 persen sama dengan mobil yang dibuat Carl Benz dan dipatenkan pada 29 Januari 1886. Sejak saat itu, 29 Januari ditetapkan sebagai hari kelahiran mobil. Pada saat yang bersamaan dengan Benz, Gottlieb Daimler juga membangun kendaraan bermotor empat roda pertama.

Kendati demikian, walaupun pada awalnya bekerja masing-masing, para pendiri Daimler AG dan brand Mercedes-Benz itu akhirnya bergabung. Kini, Daimler AG dan brand Merces-Benz memiliki jaringan yang kuat secara global untuk seluruh kendaraan penumpang dan kendaraan komersial, truk dan bus. “Dengan sejarah ini, mobil ini layak untuk berada di Indonesia. Kami menanti 50 tahun ke depan, semoga mobil ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda,” kata President Director PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI), Choi Duk Jun.

Pemberian simbol sejarah Mercedes-Benz dan juga sekaligus sejarah otomotif dunia ini menginspirasi pemerintah. Hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. “Penyerahan ini membawa ide bahwa kami harus melakukan sesuatu untuk Museum Nasional, yang sebagian besar menunjukkan arkeologi. Penyerahan ini memberikan ide untuk bisa memulai sejarah modern, mungkin bisa kita mulai dengan sejarah transportasi,” kata Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid.









Perjalanan Mercedes-Benz di Indonesia yang panjang juga diiringi dengan dinamika perubahan struktur manajemen sebagai ujung tombaknya di negeri ini. Memasuki tahun ke-50 Mercedes-Benz memiliki empat perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Ada PT. Mercedes-Benz Indonesia yang merakit kendaraan penumpang, ada PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia yang bertanggungjawab pada penjualan kendaraan penumpang. Ada pula PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia yang menjual kendaraan komersial, truk dan bus. Sementara yang terakhir berdiri ada PT. Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia yang merakit kendaraan komersial. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013