Rabu, 02 Desember 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERCEDES-BENZ MULAI FOKUS GARAP KENDARAAN KOMERSIAL DI INDONESIA
 
20 Mei 2020


(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz yang berada di bawah bendera Dailmer AG mulai mengatur ulang strategi Global sejak 2014. Kini, memasuki tahun ke-50 di Indonesia, Mercedes-Benz mengumumkan PT. Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI). Perusahaan baru ini yang akan memfokuskan pada perakitan kendaraan komersial di Indonesia, bergandengan dengan PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia yang fokus untuk penjualan kendaraan komersial.

“Kehadiran DCVMI merupakan implementasi dari PROJECT FUTURE oleh Daimler AG di Indonesia. Kami berharap kehadiran DCVMI dapat membuat divisi kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia menjadi lebih fokus dan kompetitif sesuai dengan fungsi masing-masing entitas,” kata President Director PT. DCVMI, Tim Geiger, di Wanaherang, Bogor, Rabu (18/2/20).

Menurut Geiger, perubahan struktur organisasi ini merupakan bagian dari komitmen Merceder-Benz terhadap pasar di Indonesia. Dia mengungkapkan, sejak dua-tiga tahun terakhir, Mercedes-Benz mengubah struktur di Indonesia. Setelah melepaskan diri dari PT. Mercedes-Benz Ditributor Indonesia, dan berdiri dengan PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) dan kini ada PT. Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI), kata dia, diharapkan pelayanan terhadap pelanggan dan kebutuhan kendaraan komersial lebih baik. “Dengan pemisahan ini, kami berharap akan lebih fokus melayani pelanggan dan bisnis kendaraan komersial (kami) bisa bergerak lebih fleksibel,” katanya.









Sebagai pusat perakitan kendaraan Mercedes-Benz, fasilitas perakitan di Wanaherang, Bogor, sudah ada sejak awal 1980-an. Namun sampai dengan re-strukturisasi berjalan, masih bercampur antara kendaraan komersial dan penumpang di bawah merek Mercedes-Benz. Geiger menyebut, dengan pemisahan ini maka, kendaraan komersial yang dipasarkan di Indonesia lebih mendekat pada kebutuhan yang diinginkan pelanggan di Indonesia.

Tanpa menyebut model produknya, Geiger mengungkapkan selama satu setengah tahun terakhir Mercedes-Benz memulai program adaptasi produk agar lebih menjawab keinginan pelanggan. Berdasarkan catatan haltebus.com, ada beberapa model yang mengalami perbaikan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Salah satu yang menonjol adalah OC 500 RS-1836 yang merupakan evolusi dari O 5000 R-1836. “Anda tahu lebih banyaklah, mohon maaf kami tidak bisa menyebutkan modelnya,” ujar Geiger diplomatis saat ditanya lebih jauh terkait pengembangan model bus Mercedes-Benz yang sesuai dengan Indonesia.

Kerepotan terkait pengembangan produk yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia pernah terjadi pada model Mercedes-Benz OH-1526 sekitar tahun 2011-2012. Saat itu, pemilik bus yang membeli Mercedes-Benz OH-1526 mengeluhkan bunyi di antara axle dan garden yang bising serta suspensi yang kurang nyaman. Butuh waktu lebih dari setahun untuk menyempurnakannya karena setiap perubahan perlu dikomunikasikan dengan berbagai pihak, mulai di kantor pusat di Stuttgart hingga pabrik di Brazil.

Dengan adanya PT. DCVMI ini, menurut Geiger, adaptasi produk bisa dilakukan. Kualitas produk juga bisa dikontrol lebih baik. Selain ada penambahan fasilitas, perakitan kendaraan komersial di Wanaherang juga dipantau dengan sistem teknologi informasi. Produk bisa terpantau secara digital dan perekaman data selama produksi maupun paska produksi bisa dilakukan. Fasilitas yang tak kalah menariknya adalah, adanya fasilitas pengetesan rem, pengetesan speedometer dan kebocoran kabin (untuk truk). Fasilitas baru itu melengkapi fasilitas pengujian pada trek pendek yang sudah ada sejak awal perakitan Mercedes-Benz hadir di Wanaherang.

Adanya PT. DCVMI, lanjut Geiger, juga memperkuat komitmen untuk menghadirkan kendaraan dengan komponen lokal. Dalam kesempatan itu disampaikan, bahwa komponen local kendaraan komersial Mercedes-Benz mencapai 30 persen dan akan terus ditingkatkan sesuai dengan standar yang ditetapkan Daimler AG.

Di tempat yang sama, President Director PT. DCVI, Jung Woo Park mengungkapkan, secara global penjualan Daimler untuk bus cukup menggembirakan. Ada 32.600 kendaraan yang terjual selama 2019, naik dari 30.900 unit di tahun 2018. Di tengah tekanan selama tahun 2019, lanjut dia, penjualan bus dan truk di Indonesia juga mengalami kenaikan. Untuk truk, terjual 1.865 unit, naik 1,3 persen dari market share, dan bus terjual 834 unit, naik 2,6 persen dari market share.

“Kami bangga bahwa kendaraan niaga Mercedes-Benz terus tumbuh di pasar Indonesia meskipun tahun 2019 merupakan tahun yang sulit bagi bisnis kendaraan niaga. Bisnis kami telah tumbuh semakin kuat dengan peresmian empat diler kendaraan niaga pada tahun lalu, dengan total 27 dealer penjualan dan layanan purnajual di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kami optimis untuk kesuksesan bisnis di tahun ini, terutama dengan berdirinya PT Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia,” ujar Jung Woo.

Daimler AG menargetkan pertumbuhan pada pasar-pasar tradisional yang memikili akar yang kuat. Dalam rencana jangka panjang dan restrukturisasi yang diumumkan Daimler AG tahun 2019, pabrikan asal Jerman ini akan memperkuat penetrasi dengan menawarkan produk yang cocok dengan pasar lokal sambil menawarkan solusi teknologi jangka panjang.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki posisi yang baik di kawasan Asia Tenggara dan Asia. Sebelum pensiun, CEO Daimler Dieter Zetsche sempat berkunjung ke Wanaherang dan mampir ke kantor baru Mercedes-Benz Indonesia. Begitu juga dengan Chairman Daimler Trucks AG yang juga merangkap Board of Management Daimler AG, Martin Daum yang juga berkunjung tahun 2019 lalu.

Menurut Geiger, Daimler AG memperkuat posisi di pasar kendaraan global dunia dengan merestrukturisasi Divisi kendaraan komersial di bawah payung Daimler Truck and Buses. Sementara untuk pengembangan teknologi masa depan ada Daimler Mobility. “Perubahan struktural organisasi ini merupakan bagian dari komitmen kami terhadap pasar di Indonesia dengan harapan dapat membawa kesuksesan untuk mobilitas masa depan dengan strategi bisnis berkelanjutan kami di Indonesia,” ujar dia. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013