Senin, 30 November 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SARDJONO TJITROKUSUMO DITUNJUK JADI DIRUT BARU PT. TRANSJAKARTA
 
30 Mei 2020


(Jakarta – haltebus.com) Setelah hampir empat bulan Direktur Utama dirangkap oleh Direktur Teknik dan Fasilitas, PT. Transjakarta punya Direktur Utama baru. Gubernur DKI Jakarta menunjuk, Sardjono Tjitrokusumo menduduki jabatan yang ditinggal Agung Wicaksono di akhir Januari lalu.

Pelantikan pria yang akrab disapa Jhony itu dilakukan Jumat (29/5/20) di Balaikota. Di hari yang sama juga diadakan serah terima jabatan di kantor PT. Transjakarta. “Proses serah terima jabatan (sertijab) dihadiri langsung oleh kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Faisal Syafruddin, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Yoga Adiwinarto, seluruh direksi PT Transportasi Jakarta dan disaksikan jajaran komisaris PT Transportasi Jakarta melalui aplikasi zoom,” demikian keterangan yang tertulis dalam rilis PT. Transjakarta yang diterima haltebus.com.

Pelantikan Sardjono (Jhony) sebagai Direktur Utama PT Transportasi Jakarta berdasarkan hasil keputusan para pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Transportasi Jakarta tentang Perubahan Susunan Anggota Direksi yang ditandatangani Rabu, 27 Mei 2020.

Jhony sendiri sebelum bergabung dengan Transjakarta adalah seorang pilot yang pernah bekerja di beberapa maskapai penerbangan. Dia juga pernah menjadi Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines 2010-2012. Pria kelahiran Jakarta 49 tahun lalu ini juga memiliki bisnis dan tercatat sebagai pendiri dan pemilik Perusahaan Leste Aviation di Timor Leste tahun 2013, pendiri Leste Development And Invesment Company tahun 2016 dan Chairman West Java Enterprises Partnership.

Sederet karir di dunia industri penerbangan, di luar pilot juga dilaluinya. Dia tercatat sebagai Direktur Operasional Bandara Internasional Jawa Barat. Jhony menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura 1 (Persero) sejak 2017 hingga 2020 yang membawahi portofolio Bisnis Induk Usaha, IT dan Digitalisasi.

Dalam sambutannya, Jhony menjabarkan lima inisiatif strategi PT. Transjakarta. Dia menargetkan peningkatan pelayanan, digital revenue stream, efektifitas melalui program BMI/BDMI, Go Green, dan sinergi antar BUMD.

“Dengan bergabungnya Jhony membawa kesegaran bagi Transjakarta untuk terus melakukan inovasi-inovasi yang lebih baik lagi, terutama hal pelayanan bagi pelanggan setia Transjakarta,” begitu harapan tertulis yang disampaikan dalam rilis PT. Transjakarta.

Selain itu, pengangkatan Jhony diharapkan dapat membantu mengembangkan perusahaan transportasi terbesar di DKI Jakarta yang saat ini sudah menjangkau 80 persen wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga lainnya menjadi lebih baik ke depannya.

Jhony menambahkan, dalam menyambut tatanan baru sesuai arahan Gubernur DKI, Anies Baswedan, meminta Transjakarta untuk terus menjaga tingkat pelayanan, keamanan dan keselamatan pengguna jasanya.

Sementara itu, Agung Wicaksono menilai ada tiga pekerjaan rumah Sardjono. Ketiga hal itu adalah mengelola banyaknya sumber daya manusia transportasi menghadapi kenormalan baru, memastikan suntikan dana pemerintah atau Public Service Obligation (PSO) tetap lancar dan dan menghasilkan pendapatan Non Farebox Business (NFB) atau non tiket. “Dari segi manajerial, tantangan new normal yang paling penting ketiga hal tersebut,” kata Agung seperti dikutip tempo.co, Jumat, (29/5/20).

Agung mengatakan, dana PSO PT. Transjakarta tahun ini rencananya akan dipotong sebesar 50 persen untuk dialihkan ke penanganan wabah COVID-19. Menurut dia, pemotongan kewajiban pelayanan publik pemerintah itu akan mengganggu kinerja Transjakarta. Dia menambahkan, pendanaan mesti dipastikan tersedia karena Sardjono bakal menghadapi pembatasan penumpang. Ketentuan harus menjaga jarak aman fisik untuk menghindari penularan Covid-19, membuat waktu tunggu armada bus Transjakarta harus semakin ditingkatkan.

“Sebab ada fasilitas kesehatan yang ditambah dan (di sisi lain) harus meningkatkan headway armada untuk menghindari penumpukan penumpang,” ujar Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB ini.

Agung berharap rekam jejak Dirut Transjakarta yang baru ini sebagai Direktur Hubungan Internasional dan Pengembangan Usaha Angkasa Pura I bisa memastikan pendanaan dari pemerintah tidak terhenti. “Kemarin untuk NFB (non farebox business) sudah ada kerja sama. Tinggal dieksekusi,” katanya lagi. (naskah : mai/foto : dok. transjakarta/mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013