Senin, 21 September 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
VOLVO DAN DAIMLER SIAPKAN PERUSAHAAN PATUNGAN
 
05 Juni 2020


(Jakarta – haltebus.com) Dua perusahaan besar di industri kendaraan komersial di Eropa menandatangani kerja sama awal tidak mengikat untuk membangun entitas  usaha bersama. Dalam pengumuman di laman resminya, Daimler Truck AG mengumumkan kerja sama dengan Volvo Group untuk membangun transportasi berkelanjutan, salah satunya untuk mewujudkan visi Green Deal, Eropa netral karbon di tahun 2050.

“Tujuannya adalah untuk mengembangkan, memproduksi dan mengomersialkan sistem sel bahan bakar untuk aplikasi kendaraan tugas berat dan kasus penggunaan lainnya,” demikian pernyataan yang dirilis Daimler Truck AG, Selasa (21/5/20).

Untuk keperluan ini, Daimler akan mengonsolidasikan semua kegiatan sel bahan bakar ini di perusahaan patungan. Volvo Group akan mengakuisisi 50 persen dalam usaha patungan dengan jumlah sekitar EUR 0,6 miliar secara tunai dan utang.

Menurut Board of Management Daimler Truck AG Chairman sekaligus anggota di Board of Management Daimler AG, Martin Daum, transportasi dan logistik yang membuat dunia terus bergerak, diyakini berdampak pada kebutuhan akan transportasi yang terus tumbuh. Keduanya memiliki keyakinan yang sama bahwa transportasi yang netral CO2 dapat dicapai melalui motor penggerak listrik dengan energi yang berasal dari baterai atau dengan mengubah hidrogen menjadi listrik.

“Untuk truk yang memuat beban berat dan memiliki jarak tempuh yang jauh, sel bahan bakar adalah salah satu jawaban penting dalam menciptakan netral karbon. Daimler telah membangun keahlian yang signifikan untuk teknologi energi alternatif melalui unit sel bahan bakar Mercedes-Benz selama dua dekade terakhir. Inisiatif bersama dengan Volvo Group ini merupakan tonggak bersejarah dalam membawa truk dan bus bertenaga sel bahan bakar ke jalan raya kita,” ujar Daum.

Sementara itu President & CEO Volvo Group, Martin Lunstedt mengatakan elektrifikasi transportasi jalan adalah elemen kunci untuk mewujudkan apa yang disebut Green Deal Eropa yang netral karbon. Akhirnya, kata dia, akan berdampak untuk dunia yang netral karbon. Dia menambahkan, menggunakan hidrogen sebagai pembawa energi listrik hijau untuk memberi daya pada truk bermotor listrik untuk operasional jarak jauh adalah salah satu bagian penting dari teka-teki. Jika ini bisa terwujud, lanjut dia, maka teknologi berbasis hidrogen bisa menjadi pelengkap untuk baterai kendaraan listrik dan bahan bakar terbarukan.

“Kombinasi Volvo Group dan pengalaman Daimler di bidang ini untuk mempercepat laju pengembangan baik bagi pelanggan kami, maupun bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan membentuk usaha patungan ini, jelas menunjukkan bahwa kami percaya pada sel bahan bakar hidrogen untuk kendaraan komersial. Tetapi agar visi ini menjadi kenyataan, perusahaan dan lembaga lain juga perlu mendukung dan berkontribusi pada pengembangan ini, paling tidak untuk membangun infrastruktur bahan bakar yang dibutuhkan,” kata Lunstedt.



Volvo Group dan Daimler Truck AG akan menjadi mitra seimbang, dengan pembagian 50-50, dalam usaha patungan dengan bentuk entitas yang independen dan otonom. Dalam pernyataan tertulisanya, Daimler menegaskan, Daimler Truck AG dan Volvo Group akan tetap menjadi pesaing di semua bidang bisnis lainnya. Bergabungnya masing-masing pihak dalam satu entitas, akan mengurangi biaya pengembangan untuk kedua perusahaan dan mempercepat pengenalan pasar sistem sel bahan bakar.

“Kerja sama membangun produk yang digunakan untuk mendukung transportasi dengan beban berat dan menuntut aplikasi jarak jauh kerja sama ini perlu dilakukan. Dalam konteks kemerosotan ekonomi saat ini, kerjasama menjadi semakin diperlukan untuk memenuhi tujuan Green Deal dalam kerangka waktu yang sesuai,” begitu Daimler menyebut dalam pernyataan tertulisnya.

Tujuan bersama bagi kedua perusahaan adalah menawarkan kendaraan pengangkut beban berat dengan sel bahan bakar yang bisa diaplikasikan untuk kebutuhan jarak jauh yang bisa produksi massal pada paruh kedua dekade ini. Selain itu, studi penggunaan otomotif dan non-otomotif lainnya juga bagian dari ruang lingkup usaha patungan baru.

Untuk mengaktifkan usaha patungan, Daimler Trucks AG menyatukan semua kegiatan sel bahan bakar, untuk kelompok lebih luas, dalam unit sel bahan bakar Truk Daimler yang baru. Bagian dari bundling kerja sama ini adalah alokasi operasi Mercedes-Benz Fuel Cell GmbH kepada Daimler Truck AG. Mercedes-Benz Fuel Cell GmbH yang telah berpengalaman dalam pengembangan sistem penyimpanan sel bahan bakar dan hidrogen untuk berbagai aplikasi kendaraan

Pernyataan yang dirilis dalam laman resmi Daimler itu tidak disertai dengan rincian lebih lanjut terkait kerja sama. Hanya disebutkan, kedua belah pihak akan menyelesaikan segala yang diperlukan pada tahun 2020 ini. “Perjanjian pendahuluan yang ditandatangani tidak mengikat. Perjanjian final diharapkan pada Kuarta ketiga dan ditutup sebelum akhir tahun 2020. Semua transaksi yang potensial, tunduk pada pemeriksaan dan persetujuan oleh otoritas persaingan yang berwenang,” demikian pernyataan Daimler. (naskah: mai/foto : daimler.com/volvotrucks.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013