Rabu, 28 Oktober 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ADAPTASI DI TENGAH PANDEMI : INDIVIDUAL EXECUTIVE CLASS
 
16 Oktober 2020


(Jakarta - haltebus.com) PT. Putera Mulya Sejahtera meluncurkan layanan baru di tengah pandemi Covid-19. Mereka membuat bus dengan kursi berjarak yang disebut dengan Individual Executive Class. Seperti namanya, sejatinya bus ini memiliki kelas layanan bus kelas eksekutif namun perusahaan yang berbasis di Wonogiri itu hanya membuat satu kursi untuk setiap penumpang. Hanya ada tiga kursi dalam satu baris. Kapasitas bus hanya untuk 24 penumpang. Layanan ini diluncurkan bersamaan dengan rute baru, yakni Jakarta- Malang.

“Salah satu rute tradisional transportasi bus adalah Malang-Surabaya-Jakarta. Dulu rute ini pernah hit di masanya. Kami ingin membangkitkan gairah masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi bus. Tahun lalu kami sudah menjadi pelopor Bus Trans Jawa, kini kami menawarkan hal lain di rute Malang,” kata Direktur PT. Putera Mulya Sejahtera, Glenn A. Widodo, di Malang dalam rilis yang diterima haltebus.com, Kamis (15/10/20).

Menurut Glenn, rute Malang-Surabaya-Jakarta dipilih karena menjadi rute favorit di tahun 1990-an. Dia menilai, sebelum ada Tol Trans Jawa, rute itu sempat mengalami kelesuan. Namun seiring dengan adanya jalan tol, sekarang ini perjalanan menjadi lebih singkat dari sebelumnya menjadi rute yang dipilih. Tak heran, setelah sukses mempelopori Bus Trans Jawa Jakarta-Semarang-Solo, PT. Putera Mulya Sejahtera juga ingin mengembangkan sayapnya ke kota-kota lain. Dia mengklaim, layanan Individual Executive Class ini adalah yang pertama di rute Malang-Surabaya-Jakarta.



Apa yang ditawarkan oleh PO. Putera Mulya Sejahtera tidak sepenuhnya baru. Armada kelas eksekutif disiapkan untuk melayani penumpang Malang dan Surabaya yang ingin menikmati perjalanan menuju Jakarta dengan aman dan nyaman. Bus Scania K360IB/4x2 yang dioperasikan perusahaan ini sudah terbukti keandalannya. “Bus kami ini memiliki mesin bertenaga 360 HP. Ada fitur keamanan sekelas sedan. Ada ABS, EDB, Cruise Control, Retarder dan yang paling penting perekaman perilaku pengemudi,” ujar Glenn.

Scania K360IB/4x2 menurut Glenn menjadi andalannya agar penumpang aman dan nyaman sampai di tujuan. Waktu tempuh perjalanan, lanjut dia, juga bisa terjaga 10-12 jam. Waktu keberangkatan dari Jakarta dan Malang yang mereka rencanakan tergolong sore, yakni pukul 17.30. Tiketnya, Rp. 350 ribu. Dalam perjalanan dari Malang dan Jakarta, selain Surabaya, bus juga singgah di Nganjuk, Madiun dan Cirebon.

Bus yang digunakan juga bukan 100 persen bus baru. Menurut Glenn, rencana peluncuran bus baru di rute baru itu terhambat karena pandemi Covid-19. Namun, dia tidak menyerah, lalu mengatur ulang rencana dan mengubah busnya. “Saya punya impian sejak lama. Kursi bus bisa dibuat lapang. Penumpang duduk sendiri-sendiri. Dengan posisi seperti ini tidurnya lebih nyaman. Kebetulan kok ya ada pandemi Covid-19 di Indonesia, ya saya segera merealisasikannya. Kami memberi nama Individual Executive Class,” katanya sambil tersenyum.

Adaptasi terhadap situasi pandemi Covid-19 ini tidak hanya pada busnya. PT. Putera Mulya Sejahtera, menurut Glenn, menerapkan protokol kesehatan selain memperhatikan kenyamanan penumpang. Sebelum naik ke dalam bus, penumpang di cek dengan thermometer suhu badan, ada selimut bersih di dalam plastik yang disegel dan diberi tanda disterilisasi dengan disinfektan. Ada pula mesin pengasapan, untuk sterilisasi sirkulasi udara di kabin penumpang saat bus beristirahat di rumah makan. Kabin penumpang dan pengemudi juga diberi sekat. Satu lagi, PT. Putera Mulya Sejahtera juga menginisiasi kampanye ajakan memakai penumpangnya masker dengan penempelan stiker di kaca samping : #PakaiMaskeratauPSBBLagi.

Ada fasilitas tambahan lain yang bisa memanjakan penumpang. Ada dispenser untuk air mineral, pilihan minuman panas yang bisa dibuat oleh para penumpang sendiri, ada makanan ringan dan di setiap kursi ada USB charger. Glenn berharap, layanan baru ini bisa mendapat respon positif dari masyarakat.

“Kami senang melakukan eksperimen untuk kepuasan pelanggan. Dari eksperimen ini, kami berharap masyarakat bisa lebih tertarik naik bus. Sejak adanya Tol Trans Jawa, kami sangat terbantu. Waktu perjalanan bisa lebih kompetitif dengan moda transportasi darat lainnya, tinggal sekarang bagaimana menawarkan pelayanan yang baik,” ujar Glenn.

Jody Raffa Joedanto, salah satu penumpang yang sudah merasakan bus Individual Executive Class ini membagikan pengalamannya saat naik bus itu dari Surabaya ke Jakarta. Menurut dia, penumpang di cek suhu tubuhnya sebelum naik ke dalam bus, perjalanannya juga relatif cepat. “Start Medaeng (Surabaya) (pukul) 16.10, finish di Pulogebang 01.50. Sebelum naik cek suhu badan…pakai (hand) sanitizer…saat istirahat kabin diasap dengan sanitizer (disinfektan)…recommended banget,” begitu yang ditulis Jody di akun media sosial PT. Putera Mulya Sejahtera.









Beragam komentar juga terlihat di beberapa unggahan akun media sosial PT. Putera Mulya Sejahtera. Selain bus Invidual Executive Class ada pula bus kelas eksekutif untuk rute Tangerang-Jakarta-Surabaya-Malang yang juga singgah di Cirebon-Madiun dan Nganjuk. “Berangkat dari (Terminal) Arjosari (Malang) jam berapa min?,” tanya akun @pal_nopall12. “Sukses terus. Semoga lancar untuk ke depannya,” tulis akun @ardhile007.

Tren bus dengan kursi penumpang yang berjarak satu sama lain diawali oleh Karoseri Laksana Juli lalu dan diikuti pula oleh Karoseri Adiputro pada Agustus. Belum banyak perusahaan bus yang menerapkan konfigurasi kursi seperti ini. Dalam catatan haltebus.com baru PO. Sumber Alam, PO. Shantika, PO. MTrans, PO. Handoyo serta PO. Suryaputra Adipradana.

Satu baris terdiri dari tiga kursi memang tidak umum. Konfigurasi bus pada umumnya satu baris terdiri dari empat kursi. Jika pun ada, kelas Super eksekutif satu baris tiga kursi, konfigurasinya 2-1 (dua kursi di sisi kanan dan satu kursi di sisi kiri), bukan satu kursi soliter terpisah dan berjarak antar penumpang. Pandemi Covid-19 membuat pelaku usaha transportasi bus membuat inovasi agar roda bus tetap berjalan, dan bus menjadi moda transportasi pilihan. (naskah : mai/foto : dok. Putera Mulya Sejahtera)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013