Kamis, 06 Mei 2021 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TRANSJAKARTA PERKENALKAN SALAH SATU CONTOH BUS LISTRIK
 
29 Maret 2021


(Jakarta – haltebus.com) PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta), Senin (22/3/21) mengundang sejumlah media untuk melihat dari dekat rencana pengembangan bus listrik. Rencananya tahun ini Pemprov DKI Jakarta menargetkan memiliki 100 unit bus listrik yang beroperasi melayani masyarakat Jakarta. Beberapa hari sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan, kita sedang menuju model transportasi bebas emisi, salah satunya yang berbasis listrik.

“Kendaraan pribadi seringkali lebih banyak daripada warga kotanya. Kendaraan yang demikian banyaknya lalu-lalang muncullah masalah emisi. Karena itulah transportasi listrik menjadi salah satu solusi yang layak dipertimbangkan, layak dibahas,” katanya dalam sebuah diskusi bersama sejumlah awak media, Rabu (17/3/21).

Menurut Anies, dengan 100 unit bus yang direncanakan oleh Pemprov DKI Jakarta, harapannya kendaraan listrik bisa berkembang. Muncul permintaan, banyak yang memproduksi kendaraan listrik dan masyarakat banyak menggunakan kendaraan berbasis listrik ini.

Memperkenalkan bus listrik ke sejumlah awak media menjadi salah satu sosialisasi yang ditempuh. PT. Transjakarta memperlihatkan bus listrik yang tengah dalam proses evaluasi, Zhongtong. Menariknya, Zhongtong ini belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Baik oleh PT. Mobilindo Armada Cemerlang selaku Agen Pemegang Merek Zhongtong di Indonesia, maupun PT. Transjakarta sendiri.

Dari laman resmi Zhongtong, hanya ada satu model bus listrik 12 meter dalam jajaran produk mereka. Namun, model produk itu ternyata berbeda dengan yang diperlihatkan PT. Transjakarta pada awak media. Jika ditilik lebih jauh, model yang berada di komplek kantor PT. Transjakarta itu adalah model bus untuk bus bus listrik berbasis Hydrogen Fuel Cell.

Sumber haltebus.com yang menolak disebutkan namanya memberikan sedikit bocoran. Bus Zhongtong yang masuk ke Indonesia adalah model bus lsitik dengan seri produk LCK6126EVGRA1. Sementara seri produk bus listrik yang ada di laman Zhongtong adalah LCK6122EVG. Seri produk untuk bus listrik Hydrogen Fuel Cell LCK6126FCEVG. Jadi, bus yang masuk ke Indonesia berbeda dari yang tertera di laman Zhongtong.

Untuk bus Zhongtong LCK6126EVGRA1, dilengkapi dengan batere lithium iron phosphate dengan kapasitas 350 kWh yang dilengkapi water cooling system. Daya maksimal 135/260 kWh, sementara torsi maksimum ada pada 1430/2800 Nm. Sayang, haltebus.com tak memperoleh data tentang motor listrik yang digunakan.



Bus memiliki berat maksimum 16.000 Kg dengan daya angkut 35 orang  duduk, termasuk pengemudi. Bus ini sudah dilengkapi suspensi udara yang didukung oleh WABCO ECAS (pengontrol elektronik) System. Di sistem pengereman, ada WABCO Electronic Braking System. Sejumlah fitur canggih juga tersemat pada bus ini. Ada Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dari Mobileye, yang dikembangkan oleh Intel, perusahaan prosesor terkemuka dunia. ADAS ini memungkinkan perekaman data pergerakan kendaraan, nama kerennya telematik.

ADAS bekerja dengan mengandalkan Mobileye Shield+ Technology. ADAS memiliki fitur peringatan untuk pengemudi jika ada kendaraan atau obyek yang mendekat. Peringatan ini juga disertai pengurangan kecepatan. Ada pula fitur pembatasan kecepatan. Pemantauan pergerakan kendaraan juga termasuk dalam sistem Mobileye ini. Jarak antar satu bus dan lainnya bisa diperkirakan, pengaturan kendaraan bisa dioptimalkan. Sistem telematika yang terpasang juga bisa membantu perawatan bus, waktu pergantian komponen, lama operasional dan lain-lain bisa terukur.

 

Yang menarik untuk transportasi kota adalah fitur pemantauan jarak antar kendaraan. Di kepadatan lalu-lintas, sistem peringatan bisa bekerja saat ada obyek atau kendaraan di sekeliling bus dalam jarak yang terlalu dekat. Sensor obyek yang tertanam pada bus dan didukung dengan kamera di sudut-sudut yang membuat semua obyek yang mendekat bisa diantisipasi, meski ada di titik buta pengemudi. Pejalan kaki dan pesepeda juga bisa terdeteksi. Jika kendaraan melenceng dari jalur, ada fitur Lane Keeping, yang memantau pergerakan bus di lajurnya.

Zhongtong menjamin keamanan dan keselamatan yang terkait komponen kelistikan. Ada jaminan komponen listrik sudah memenuhi standard IP68, standar tahan debu dan air pada peralatan yang terkait kelistrikan. Pabrikan bus asal China itu juga menjamin keamanan jika terjadi hubungan arus pendek listrik pada komponen. Sistem deteksi aktif dan pasif yang terpasang juga diklaim bisa mendeteksi jika terjadi korsleting. Komponen listrik voltase tinggi juga dilindungi material tahan bakar 360 derajat.


Satu lagi bocoran yang menarik terkait Zhongtong yang didapatkan haltebus.com. Mereka sudah menyiapkan rencana investasi jika kebutuhan bus listrik di Indonesia bisa berkembang signifikan. Selama tiga tahun terakhir, minat pelaku industri transportasi bus terhadap perkembangan bus di Indonesia, dari luar negeri cukup signifikan. Ada perusahaan digital, ada pabrikan bus, ada pabrikan komponen, ada pabrikan asesoris pendukung, dan yang paling terlihat adalah kehadiran Busworld Southeast Asia.

Era bus listrik, sebagaimana program pemerintah, bisa menjadi salah satu pendorong perkembangan teknologi di industri transportasi bus di Indonesia. Investasi baru di industri bus di Indonesia, bisa membawa angin baru perjalanan dengan transportasi bus, baik perkotaan maupun antar kota, lebih aman dan nyaman. (naskah : mai/foto : detik.com/zhongtong.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013