(Jakarta – haltebus.com)
Satu tahun lebih, setelah pembangunan penghubung stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) ASEAN dan halte Transjakarta CSW, Januari 2020, PT. MRT Jakarta dan PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) menandatangi nota kesepahaman integrasi layanan. Nota kesepahaman ini menjadi acuan kerja sama kedua badan usaha Pemprov DKI Jakarta di bidang transportasi. Keduanya sepakat membangun sinergi dalam koridor JakLingkO yang menjadi program andalan Pemprov DKI Jakarta untuk transportasi missal.

“Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk menjajaki studi pengembangan layanan transportasi terintegrasi dalam skema JakLingkO antara MRT Jakarta dan Transjakarta. Ke depannya, kedua moda transportasi ini akan mengoptimalkan aplikasi ponsel dalam melayani masyarakat,” ujar Direktur Utama PT. MRT Jakarta, William Sabandar di Jakarta, Selasa (9/3/21).

Nota kesepahaman itu ditandatangani Direktur Utama PT. MRT Jakarta, William Sabandar dan Direktur Operasional PT. Transjakarta Prasetia Budi. Hadir dalam penandatanganan, Direktur Pengembangan Bisnis PT. Transjakarta, Achmad Izzul Waro.


William menjelaskan, pihaknya berkomitmen memberikan layanan transportasi yang mudah diakses masayarakat Jakarta. Mereka juga berupaya meningkatkan akses yang terintegrasi sehingga memperluas akses baik secara infrastruktur maupun sumber daya manusia. Nota kesepahaman ini akan berlaku selama satu tahun ke depan sebagai tahap awal kerja sama.

MRT dan Transjakarta sama-sama memiliki aplikasi yang bisa diunduh di telepon seluler. Keduanya menyediakan beragam informasi terkait layanan masing-masing. PT. Transjakarta sendiri, sejak akhir tahun 2020 lalu sudah meningkatkan kemampuan aplikasi dan layanan internet bebas bayar di halte-halte Koridor Transjakarta. Secara bertahap layanan internet bebas bayar berkecepatan ini akan berlaku di seluruh halte Transjakarta.

Menurut Direktur Operasional PT. Transjakarta, Prasetia Budi, peningkatan platform digital dan infrastruktur pendukungnya terus berjalan. Ada layanan pembelian tiket digital, lacak bus secara real time, lacak rute, dan juga layanan internet bebas berkecepatan tinggi tanpa bayar dan tanpa batas kuota di semua halte Transjakarta.

“Ke depan Transjakarta akan terus berupaya dan konsisten dalam menciptakan layanan transportasi yang terintegrasi yang berkelanjutan menuju Intelegent Transport Company, tidak hanya secara fisik tapi juga sistem pembayaran digital dan konektivitas ke pihak yang bekerja sama dengan Transjakarta melalui penggunakan teknologi seperti API Management,” ujar Prasetia Budi menjelaskan.

Menurut Budi, pihaknya berharap, kemudahan akses baik secara digital, layanan armada dan intergasi antar moda bisa menarik masyarakat untuk beralih ke moda transportasi massal.

Dalam kesempatan itu, MTR Jakarta dan Transjakarta juga sepakat membangun penanda, untuk informasi layanan mereka. Di beberapa stasiun MRT Jakarta, ada beberapa penanda informasi yang dipasang agar layanan Transjakarta mudah diketahui masyarakat mengguna MRT Jakarta. Pemprov DKI Jakarta sendiri sudah memulai pembangunan papan informasi sejak 2019.

Informasi rute-rute transportasi massal yang disediakan Pemprov DKI Jakarta di halte-halte di sepanjang Jl. Jend. Sudirman dan Jl. M.H Thamrin. Sementara di halte-halte PT. Transjakarta dan stasiun PT. MRT Jakarta sudah ada penanda informasi rute di masing-masing layanan mereka. Informasi yang rencananya terintegrasi antara Transjakarta dan MRT Jakarta itu, akan mempermudah masyarakat berpindah moda transportasi dan merencanakan perjalanannya. (naskah : mai/foto : dok. Transjakarta)

Banner Content