(Jakarta – haltebus.com) Pemerintah Mesir mengumumkan produksi massal untuk bus listrik. Produk bus listrik pertama Mesir, dirancang secara lokal dan mampu menempuh jarak 300 km dengan sekali pengisian daya listrik. Dalam artikel yang dipublikasi dailynewsegypt.com, Selasa (6/7/21), akhir Juni lalu Kementerian Produksi Militer Mesir dan Manufacturing Commercial Vehicles (MCV) sepakat menjalankan kerja sama.

MCV adalah perusahaan pembuat truk dan kendaraan komersial di Mesir yang bermarkas di kota Obour, di Timur Laut Kairo, ibukota Mesir. Dalam pengumumnya Kementerian itu menyebutkan 60 persen komponen untuk bus listrik diproduksi di dalam negeri dan sepenuhnya dibangun secara lokal. Produksi bus lsitrik ini juga menandai awal langkah Mesir untuk mengikuti tren Global yang beralih pada kendaraan bertenaga listrik.

Kementerian Produksi Militer menyatakan, kendaraan listrik akan menjadi kendaraan ramah lingkungan dan berkontribusi pada pengurangan karbon. Tentunya ini akan menjadi upaya signifikan bagi Mesir dalam memerangi polusi.

MCV C120 EV/mcv-eg.com

Signing agreement, Febuary 4, 2021/mcv-eg.com

Kementerian itu mengatakan bahwa bus yang mereka produksi dirancang oleh para insinyur Mesir. Semua bagian dari struktur eksternal dan internal bus dirancang dan diproduksi di Mesir, termasuk kaca, ban, kursi, dan bahan baku dasar. Bus listrik berkapasits 49 kursi ini dapat menempuh jarak antara 300-350 km dengan sekali pengisian daya, tergantung pada kondisi operasi dan suhu. Kecepatan maksimum 70 km/jam dan memiliki kemampuan bekerja dalam suhu yang bervariasi, hingga 45 derajat Celcius.

Menurut Kementerian Produksi Militer, kapasitas awal produksi adalah untuk target pembuatan 300 bus pada tahun pertama. Pada tahun kedua akan meningkat menjadi 500 bus. Dalam keterangan resminya, disebutkan bahwa bus listrik lebih mahal daripada bus yang menggunakan bahan bakar fosil, setidaknya seharga EGP 3 juta. Namun, biaya operasi mereka jauh lebih rendah. Selisih perbedaan harga bisa sebanding jangka waktu operasional tiga hingga lima tahun.

MCV C120 EC, Dashboard/mcv-eg.com

MCV EC120 EV, Interior/mcv-eg.com

Selain produksi bus listrik, belum lama  ini, Mesir memulai rencana untuk segmen EV. Negara di Afrika Utara itu, memulai perjanjian kerja sama yang disepakati antara El Nasr Automotive dan Dongfeng Motor Corporation China, untuk memproduksi mobil listrik E70. Hisham Tawfik, Menteri BUMN, bulan ini mengumumkan bahwa perusahaan China itu akan memasok 13 mobil listrik untuk pengujian di jalan-jalan Mesir. Dia mengatakan, produksi mobil listrik baru itu dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan 2022.

Bersamaan dengan fase pertama produksi mobil baru, sedikitnya 3.000 stasiun pengisian listrik akan didirikan. Sebuah komite dari Kementerian BUMN, dan Pembangunan Daerah, dibentuk untuk memilih lokasi yang diusulkan untuk stasiun-stasiun ini. Pada tahun 2019, Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Mesir memutuskan bahwa titik pengisian listrik adalah wajib di setiap stasiun bahan bakar baru untuk memperoleh izin usahanya.

MCV C120 EV, Plug-in Charging/mcv-eg.com

Pada bulan Juni, Infinity EV, anak perusahaan dari perusahaan energi terbarukan Infinity, juga mengumumkan rencana kerja sama dengan pemerintah mesir. Mereka sepakat untuk membangun 6.000 titik pengisian kendaraan listrik di 3.000 stasiun pengisian di seluruh Mesir pada tahun 2023. Dalam siaran pers, perusahaan itu disebutkan, fase pertama menyebarkan 2.000 titik pengisian daya di 1.000 stasiun di Greater Cairo, Alexandria, dan sebagian Qaliubiya.

Menurut perjanjian itu, Infinity akan membangun, mengoperasikan, dan memelihara pengisi daya. Sebelum pemerintah menentukan tarif akhir untuk pengisian ditetapkan oleh Kementerian Listrik dan Energi Terbarukan, pengisian daya di titik-titik yang ditentukan akan digratiskan. (naskah : mai/foto : mcv-eg.com)

Banner Content

Related Article