Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) memperkenalkan teknologi Mercedes-Benz untuk kendaraan komersial, Rabu (24/8/21). Beragam fitur canggih yang tersemat pada truk Actros. Selain sensor kendaraan, ada pula kamera yang berfungsi sebagai spion digital serta fitur-fitur setara sedan.

“Selama lebih dari 50 tahun eksistensinya, PT DCVI terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pasar kendaraan niaga di Indonesia dengan menghadirkan serangkaian line-up kendaraan beserta inovasi-inovasi terbaru yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Keselamatan merupakan faktor yang sangat penting bagi Daimler serta memiliki visi dan ambisi utamanya dengan accident-free, karena itu, kami membawa inovasi-inovasi tersebut di Indonesia,” kata Head of Product and Marketing, PT. DCVI, Faustina di Jakarta.

Actros 2640 yang diperkenalkan oleh DCVI ke sejumlah media, adalah salah satu varian dari beberapa varian Actros yang diproduksi di Jerman. Menurut Faustina, teknologi tinggi yang disematkan Daimler pada Truk Mercedes-Benz sekelas Actros dan Arocs hanya dapat menjangkau ceruk pasar yang spesifik. Dalam setahun 600 unit truk Actros terjual di Indonesia. Karena itu, dia memastikan, fitur-fitur yang tersemat pada Actros dan Arocs adalah fitur teknologi yang sama dengan yang dipasarkan di Eropa.

Head of Product and Marketing, PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Faustina

Mercedes-Benz Actros MP5

Mercedes-Benz Actros MP4

“Kami punya teknologi yang tinggi. Di Indonesia, kami menawarkan teknologi sama, tidak ada perbedaan. Jadi sebetulnya yang kami tawarkan tidak berbeda jauh dengan teknologi yang Eropa,” kata dia menjelaskan.

Truk yang dibanderol di atas Rp. 2 miliar ini dilengkapi dengan fitur standar keamanan pengereman telligent braking system dengan ABS dan ASR. Sistem pengereman ini juga dilengkapi sensor Active Brake Assist (ABA) generasi kelima. Sistem pengereman otomatis terbaru dari Mercedes-Benz, yang bisa mendeteksi pejalan kaki. Saat sensor mendeteksi pejalan kaki, langsung mengaktifkan pengereman hingga kendaraan berhenti, walaupun jarak orang dan kendaraan sangat dekat. Satu lagi, Ada pula Lane Keeping Assist yang menjaga kendaraan tetap pada jalurnya. Jika pengemudi melenceng dari jalur, stir bergetar memberikan peringatan.

Masih dari sistem pengereman, generasi terbaru Actros dan Arocs yakni MP5, yang siap dipasarkan di Indonesia juga sudah dilengkapi rem parkir satu tombol. Hanya dengan memencet tombol, sistem rem parkir sudah bekerja. Selain berfungsi saat parkir, rem parkir ini juga bisa dengan mudah digunakan saat truk berhenti di kemacetan, lampu merah maupun di tanjakan. Saat rem ini dilepaskan jalan menanjak, fitur start-off Hill Holder yang terintegrasi dengan sistem dapat membantu pengemudi menggerakkan kendaraan dengan aman. Khusus untuk varian tractor head ada independent trailer brakes 2-lines.

Tampilan MirorCam

Mengoperasikan MirrorCam

Mata MirrorCam

Faustina menambahkan, ada pula fitur MirrorCam. Kamera digital yang menggantikan fungsi spion pada kendaraan ini cukup kompak dan bisa diatur jangkauannya sesuai panjang kendaraan. Dia mengungkapkan, fitur MirrorCam memudahkan pengendalian kendaraan sebesar truk. Namun sayangnya, fitur secanggih ini belum diakomodir di Indonesia. Apa sebabnya? Spion masih disebut berupa kaca, bukan LCD seperti tampilan MirrorCam.

Saat haltebus diberi kesempatan mengendarai truk Actros di lokasi terbatas, tractor head yang terasa besar sangat mudah dikemudikan. Transmisi otomatis, pandangan yang luas dan sistem pendukung pengemudi sangat membantu. Tidak ada tuas transmisi, hanya dengan memutar posisi D-N-R ditongkat di sisi kanan steering wheel kita bisa memajukan dan memundurkan kendaraan. Beberapa awak media yang juga mendapat kesempatan mengemudikan berkomentar, “Mobil saya kalah canggih.”

Fitur-fitur teknologi truk ini juga tertanam pada chassis bus Mercedes-Benz. Sudah menjadi tradisi di Daimler, fitur terbaru mereka diaplikasikan pertama di kendaraan barang, baru kemudian diaplikasikan pada kendaraan penumpang. Salah satu yang masih dalam pengembangan adalah tekonologi kendaraan otonom. Pada 2014 lalu, Daimler mengujicoba truk Actros semi otomatis. Selain bisa beroperasi secara otonom melalui sistem radar, truk yang diuji coba juga bisa diintervensi pengemudi.

Interior Actros 1863 LS, 4×2, OM 473, R6, 15,6 l, Euro VI, D, 460 kW (625 PS), 3000 Nm/Daimler.com

Parking Brake/Daimler.com

Standar fitur keamanan dan keselamatan Daimler pada truk antara lain : transmisi 12-speed Mercedes PowerShift transmission 3, Active Brake Assist 5, Proximity Assist, Traffic-Sign-Recognation-Assist and Sideguard-Assist, Lane Keeping Assist, Stability Assist, Attention Assist, Active Drive Assist, MirrorCam, Predictive Powertrain Control, BiXenon headlamps dan L-Cab GigaSpace.

Kepala Instruktur Pengemudi PT. Alun Indah, Iskandar Zulkarnain mengungkapkan, sepanjang pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia truk baru pertama kali berkenalan dengan fitur canggih ini. Menurut dia, sensor jarak kendaraan, MirrorCam dan tampilan dashboard mirip komputer tablet tidak sekedar mewah tapi juga sangat membantu pengemudi. “Spion digital ini sangat membantu, pengaturan panjang kendaraan ini memudahkan kita saat manuver,” katanya.

Iskandar sempat menunjukkan MirrorCam ini ke sejumlah rekan-rekannya dengan video call. Dia mengatakan, tidak sedikit rekan kerjanya yang penasaran. Dia yakin, meski terkesan canggih dan mewah, truk Actros bisa dengan mudah dikendarai oleh pengemudi di Indonesia, dengan catatan, mereka mau beradaptasi dengan teknologinya.

Immobilizer Mercedes-Benz Actros MP5

Start-Stop Engine Actros MP4

Kamera Aktif Mercedes-Benz Actros MP5

Diluar fitur baru itu, truk Mercedes-Benz yang dipasarkan di Indonesia sudah dilengkapi CAN yang bisa membaca aktivitas kendaraan. Mulai dari putaran mesin, konsumsi bahan bakar dan beragam hal terkait operasional. Mercedes-Benz Fleetboard, sistem pemantauan dealer Mercedes-Benz. Truck Sales Manager PT. Alun Indah, Achmad Yazdi Iksan mengungkapkan, truk dengan fitur teknologi tinggi, sementara ini baru diminati di sektor tambang.

“Menjual truk di (sektor) tambang jelas. Mereka akan menghitung operational cost termasuk masa pakainya. Biasanya kami kasih perhitungan semuanya, mereka tinggal memutuskan. Sementara untuk truk logistik masih belum banyak yang familiar dengan perhitungan operational cost,” ujar Yazdi menjelaskan.

Mercedes-Benz Actros & Arocs/Daimler.com

Dashboard Mercedes-Benz Actros MP4

Meski ceruk pasar truk high end ini, PT. Alun Indah yang hanya menjual truk, memiliki pendekatan tersendiri. Yazdi mengungkapkan, ada perusahaan yang memang mengerti teknologi dan membutuhkannya, ada perusahaan yang mengangkut barang khusus, ada pula yang memiliki truk high end sebagai bagian dari meraih kepercayaan pelanggan. Untuk perusahaan yang mengerti teknologi, bagi Yazdi sudah sangat paham dengan Mercedes-Benz. Dia optimistis, truk-truk dengan fitur teknologi yang lengkap bisa memiliki tempat yang lebih luas di masa depan. Selain ada standar fitur dari Daimler, pembeli bisa memilih opsi-opsi yang cocok untuk kebutuhan mereka. (naskah : mai/foto : mai/daimler.com)

Banner Content

Related Article