Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) Bus otonom mendapat respon positif dari pengemudi bus. Meski bus bisa berjalan secara mandiri, pengemudi menilai banyak manfaat teknologi otonom ini. Walaupun, kemandirian bus di situasi lalu-lintas riil masih perlu diuji lebih lanjut. Dalam rilis resminya, Volvo Bus mengungkapkan, uji coba bus otonom sejak 2018 mengalami kemajuan dengan partisipasi pengemudi.

“Situasi lalu lintas yang kompleks menempatkan tuntutan tinggi pada pengemudi bus saat ini. Dengan teknologi self-driving, ada peluang baru untuk menciptakan solusi yang menyederhanakan pekerjaan mereka,” kata Project Manager Autonomous Research Projects  Volvo Bus, Joakim Jonsson, Selasa (7/9/21).

Studi yang melibatkan pengemudi itu dilakukan oleh Chalmers University of Technology dan Volvo Bus. Pengemudi yang ikut dalam program pengenalan dan elaborasi bus otonom memiliki rentang pengalaman bekerja antara 1 tahun hingga 41 tahun. Chalmers University of Technology dan Volvo Bus ingin melihat bagaimana reaksi pengemudi bus terhadap sistem pendukung pengemudi otonom yang memungkinkan bus berhenti secara otonom di halte bus.

Kerja sama Volvo Bus dan Nanyang University

Bus penelitian Chalmers University of Technology

Penelitian menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi dan banyak manfaat, termasuk lingkungan kerja yang lebih baik dan peningkatan keselamatan. Sistem yang tertanam pada bus mengatur kecepatan bus dan mengarahkan secara otomatis, memungkinkan pengemudi untuk fokus pada apa yang terjadi di sekitar bus.

“Di Volvo Bus, kami percaya bahwa sangat penting untuk melibatkan mereka yang akan menggunakan teknologi di awal pengembangannya. Ini memungkinkan kami untuk mengetahui bagaimana mereka menanggapinya, dan jika itu adalah sesuatu yang mereka pikir dapat mereka manfaatkan,” ujar Jonsson

Volvo Bus menyatakan, mereka terus mengembangkan teknologi bus otonom dan penerapan dalam keseharian. Berhenti di halte-halte yang ditentukan secara presisi salah salah satu tantangan. Mereka menguji bus otonom Volvo di kota Gotenburg, Swedia dalam operasional sehari-hari. Sebelumnya, Volvo Bus yang meluncurkan bus otonom pada 2018, juga bekerja sama Universitas Teknologi Nanyang di Singapura. Mereka menguji operasional bus di garasi bus.

Wawancara pengemudi

Pengemudi memperhatikan pergerakan bus

Manuver bus otonom

Dalam studi ilmiah di Gothenburg, para peneliti di Chalmers University of Technology menggali bagaimana reaksi pengemudi bus terhadap konsep fitur bus otonom. Sepuluh pengemudi melakukan total 250 pendekatan otonom di halte bus. Kegiatan mereka direkam untuk melihat apakah perhatian dan gerakan tubuh mereka berubah dari waktu ke waktu. Pengemudi juga harus menjawab berbagai kuesioner dan diwawancarai baik sebelum dan sesudah mengemudi.

“Studi ini juga mengungkapkan bahwa mereka melihat banyak manfaat potensial untuk sistem. Salah satunya adalah pendekatan ke halte menjadi lebih mudah dan tepat. Ketika pengemudi tidak harus fokus berada pada jarak yang tepat dari trotoar, mereka dapat memperhatikan hal-hal yang meningkatkan keselamatan penumpang baik di dalam maupun di luar bus,” ujar peneliti Design & Human Factors di Chalmers University of Technology, Mikael Johansson.

Intervensi pengemudi

Tombol intervensi

Bahkan, tidak sedikit respon positif itu memberikan masukan berarti dalam penelitian. Khususnya bagi kenyamanan pengemudi. “ Beberapa pengemudi juga percaya bahwa sistem dapat berkontribusi pada ergonomi yang lebih baik dengan sedikit ketegangan di leher dan bahu,” kata Johansson menambahkan.

Mempelajari respon pengemudi adalah langkah lanjutan dalam perjalanan bus otonom Volvo. Secara paralel, Volvo Bus juga melakukan studi dengan penumpang dan pengalaman mereka dengan bus otonom. Uji coba di garasi bus juga dilakukan di Swedia (2019) dan Singapura (2018), dengan hasil positif.

“Banyak kota sedang berkembang dan untuk memenuhi tantangan ini, kita harus memiliki transportasi umum, infrastruktur, dan perencanaan kota yang berkelanjutan, aman, dan efisien. Studi seperti ini memberikan wawasan penting tentang pekerjaan kami untuk mengembangkan solusi berkelanjutan untuk transportasi umum kota. masa depan,” kata Presiden Volvo Bus, Anna Westerberg.

Penelitian respon pengemudi

Bus listrik Volvo 7900 basis untuk bus otonom Volvo

Penelitian penerimaan pengemudi bus terhadap Narrow Navigation System itu diprakarsai oleh Volvo Bus.  Para peneliti di Design & Human Factors di Chalmers University of Technology terlibat dalam penelitian lapangan. Proyek penelitian ini merupakan bagian dari proyek Drive Sweden bernama KRABAT, yang sebagian dibiayai oleh Vinnova, Lembaga Pembiayaan Penelitian Swedia.

KRABAT sendiri adalah proyek pengembangan kendaraan otonom, kendaraan listrik dan berbagi kendaraan dalam kerangka revolusi mobilitas masyarakat Swedia. Proyek pengembangan teknologi dan konsep implementasinya ini tidak hanya mencari pola dan bentuk yang berdampak untuk masyarakat. Dampak signifikan yang diharapkan hanya berdampak keamanan dan lingkungan, tetapi juga biaya dan efisiensi dari lalu-lalang masyarakat. (naskah : mai/foto : volvobuses.com)

Banner Content

Related Article