Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) PT. Transportasi Jakarta(Transjakarta) mulai mengembalikan daya angkut normal seluruh armada layanannya, sejak Rabu (20/10/21). Beberapa rute bus secara bertahap berangsur dioperasikan kembali, setelah sempat dihentikan karena pandemi Covid-19, berdasarkan kebijakan pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam keterangan resmi, Jumat (22/10/21), Transjakarta melakukan penyesuaian layanan. Transjakarta mengoperasikan kembali empat rute yakni PGC – Grogol (9A), Pinang Ranti – Bundaran Senayan (9C), Kampung Rambutan – Harmoni via Cempaka Putih dan Rawa Buaya – Pulogadung (2A). Layanan tersebut kembali efektif melayani pelanggan kembali setiap hari, pagi pukul 05.00-10.00 WIB dan sore pukul 15.00-21.00 WIB.

Transjakarta mewajibkan seluruh penumpang untuk menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi Covid-19 pada petugas di halte. Bukti vaksin dokumen sertifikat yang sudah dicetak atau secara digital melalui telepon seluler masing-masing. Pelanggan juga bisa menunjukkan aplikasi PeduliLindungi dan JAKI. Penumpang wajib memakai masker dan mengikuti ketentuan pengukuran suhu tubuh. Transjakarta juga melengkapi area layanan dengan ketersediaan hand sanitizer untuk memastikan kebersihan tangan. “Semua armada bus juga dipastikan telah dibersihkan secara berkala menggunakan cairan disinfektan,” demikian pernyataan Transjakarta.

Kabin Penumpang Armada Transjakarta Metrotrans

Transjakarta siap beroperasi normal secara bertahap/dok. haltebus.com

Sebelumnya, armada layanan Transjakarta hanya melayani 50 persen dari kapasitas angkut. Perubahan kapasitas angkut ini, menurut Direktur Operasional PT. Transjakarta Prasetia Budi menjelaskan, kebijakan Transjakarta ini adalah tindaklanjut dari kebijakan Pemprov DKI Jakarta.

Dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta dan Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta terbaru diatur kapasitas angkut. Hal ini tertuang dalam Kepgub Nomor 1245 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Disease 2019 dan SK Kadishub DKI Jakarta Nomor 441 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pembatasan Kapasitas Angkut dan Waktu Operasional Sarana Transportasi Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Disease 2019.

“Transjakarta kembali melayani pelanggan secara penuh, khususnya dalam hal kapasitas pelanggan. Hal ini sejalan dengan mulai pulihnya kegiatan masyarakat seiring status PPKM yang dinyatakan turun menjadi level 2. Jadi nanti semua marka atau tanda jarak aman yang terpasang di lantai halte, bus dan bangku pelanggan akan dicopot secara bertahap,” ujar Prasetia.

Prasetia berharap, penumpang Transjakarta mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang diterapkan di area layanan Transjakarta. Penumpang harus mempersiapkan persyaratan sebelum memasuki halte. “Hal ini untuk tetap memastikan, pelanggan tetap merasa aman dan nyaman. Meski turun kevel, kita tidak boleh lengah. Untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan yang berlaku, Petugas Layanan Halte (PLH) kami siap di lapangan,” katanya.

Suasana bus Transjakarta sebelum pandemi Covid-19

Protap pengemudi Transjakarta

Selama pemberlakuan kapasitas penuh, menurut Prasetia, pihaknya akan terus mengevaluasi proses selama operasional layanan. Evaluasi ini selain untuk terus memperbaiki layanan dan juga menjadi dasar kebijakan selanjutnya. Sejalan dengan kembali normalnya kapasitas angkut, kata dia, Transjakarta juga turut menyesuaikan jumlah armada. Rute dan layanan Transjakarta lainnya yang sempat dihentikan sementara sebagai upaya meminimalisir penyebaran virus Covid-19 juga akan dioperasikan kembali secara bertahap.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan memberikan layanan terbaik dan semaksimal mungkin kepada pelanggan. Kami akan berupaya konsisten dalam memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat, khususnya di masa pendemi ini,” ujarnya. (naskah : mai/foto : dok. Transjakarta/haltebus.com)

Banner Content

Related Article