Banner Top

(Semarang – haltebus.com) Karoseri Laksana meluncurkan satu unit bus model terbaru dan dua model bus yang diperbaharui di tahun 2022. Karoseri yang berbasis di Ungaran, Semarang ini melanjutkan seri model Combi Bus untuk ukuran bus besar, Selasa (19/4/22) di fasilitas produksi mereka di Semarang.

“Sejalan dengan perjalanan Laksana selama 45 tahun di Indonesia, kami meluncurkan tiga varian bus dari perkembangan varian sebelumnya beserta dengan lini baru yang menandakan bahwa kami siap untuk melangkah lebih jauh ke depan. Kami percaya inovasi sekecil apapun dapat memberikan dampak yang baik kepada industri transportasi dan pariwisata demi bangkitnya perekonomian Indonesia,” kata Direktur Teknik CV Laksana Stefan Arman.

Tahun lalu mereka memenangkan lomba rancangan bus PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia dengan model yang diberi nama Suites Combi. Rancangan itu menang lomba karena paling banyak dipilih netizen. Saat itu mereka merancang Suites Combi di atas chassis Mercedes-Benz OF-917. Kini Laksana hadir dengan versi bus besar dengan lay out interior sedikit berbeda dengan versi medium busnya.

Suites Combi Family, varian baru Karoseri Laksana dengan bodi Legacy SR2 Panorama/dok. Karoseri Laksana

Kabin depan Suites Combi Family untuk kursi konvensional/dok. Karoseri Laksana

Ada 15 kursi semi rebahan di kabin belakang Suites Combi Family/dok. Karoseri Laksana

“Salah satu tujuan kami adalah untuk menciptakan sebuah kendaraan yang dapat memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para konsumen dengan inovasi yang modern, futuristik dan nyaman,” kata Stefan menjelaskan filosofi desain Laksana

Dibangun di atas chassis Mercedes-Benz OH-1626, bus yang diberi nama Suites Combi Family Series ini berkapasitas 32 penumpang. Pada bus yang dipamerkan, milik PO. Sinar Jaya, di bagian depan ada 14 penumpang dengan tempat duduk reguler. Sementara di bagian belakang ada 15 penumpang bisa duduk semi rebahan.

Konfigurasi tempat duduk semi rebahan tidak sama dengan yang sudah dibuat Karoseri Laksana untuk pada Suites Class. Pada model Suites Combi Family ini ada dua konfigurasi tempat duduk semi rebahan. Tiga baris satu tempat duduk dua tingkat di sisi kiri (10 tempat duduk). Sementara tiga baris dua tempat duduk dua tingkat di sisi kanan (lima tempat duduk). Sama seperti Suites Class, Suites Combi Family juga dilengkapi sarana hiburan individual di setiap kursinya.

Direktur PT. Sinar Jaya Megah Langgeng, Teddy K. Rusly mengungkapkan, Suites Combi Family ini adalah kolaborasi kedua mereka dengan Karoseri Laksana. Sebelumnya ada bus Legacy SR2 HD Prime Transporter yang memiliki kapasitas bagasi lebih luas hingga bisa memuat sepeda motor. Selain itu PO. Sinar Jaya juga menjadi yang pertama menggunakan Suites Class, bus dengan seluruh kursi yang semi rebahan. “Saya melihat produk-produk Laksana semakin hari makin banyak inovasinya,” kata Teddy.

Karoseri Laksana berkomitmen menghadirkan inovasi untuk industri transportasi bus di Indonesia/dok. Karoseri Laksana

Laksana Tourista masih mempertahankan tampilan lama, hanya diperbarui di bagian depan/dok. Karoseri Laksana

Legacy SR2 Panorama yang terlihat lebih ramping dari pendahulunya, Karoseri Laksana kembali ke versi awal Legacy SR2/dok. Karoseri Laksana

Masih ada perbedaan lain antara Suites Class dan Suites Combi Family, yakni basis bodinya. Suites Class menggunakan bodi Laksana Legacy SR2 Prime dengan kaca ganda sedangkan Suites Combi Family sudah berbasis Legacy SR2 yang sudah diperbarui dan berganti nama menjadi Legacy SR2 Panorama. Sejak Legacy SR2 HD Prime berkaca ganda, Karoseri Laksana sudah menerapkan standar keamanan dan keselamatan ECE, ada ketentuan bernomor R66 untuk kekuatan rangka, R88 untuk kekuatan pijakan kursi dan R107 untuk kestabilan.

Apa yang berubah dari Legacy SR2 Panorama? “Bagian cowl depan, atap bagian depan dan (aksen) samping,” kata Desainer Karoseri Laksana, Kus Ririn.

Tampang depan Legacy SR2 Panorama terlihat lebih ramping. Pembaruan yang dilakukan Ririn di bagian cowl menambah garis wajah Legacy SR2 yang lebih tegas. Di bagian bumper fog lamp pada Legacy SR2 HD dan SHD Prime juga diubah menjadi lampu LED dua garis. Atap bagian depan yang ramping juga mengikis kesan gembung seperti ikan Louhan.

Sementara untuk sisi samping, perubahan aksen di bagian kaca tepat di atas rumah juga menimbunlkan kesan ramping. Tidak seperti Legacy SR2 yang memotong kaca samping, pemanis tampilan buatan Karoseri Laksana pada Legacy SR2 Panorama mempertegas konsep ‘atap melayang’. Kesan bagian atap melayang dan tersamar ‘lepas’ dari bodi samping lebih terlihat jelas.

Bagaimana dengan Tourista? Masih mengikuti kakaknya Legacy SR2 Panorama. Hanya ada perubahan di bagian depan dan cowl depan. Saat dipamerkan, Tourista 2022 ini hanya berisi delapan tempat duduk reguler dan sofa untuk dua penumpang. Bus yang dibangun di atas chassis Hino GB 150 bertransmisi otomatis ini juga dilengkapi dengan toilet.

Kiri-Kanan : Direktur Teknik Stefan Arman, Direktur Iwan Arman, Direktur Komersial Alvin Arman/haltebus.com

Presiden Joko Widodo secara spontan mengunjungi booth Karoseri Laksana di GIIAS 2018 melihat bus yang dieskpor/haltebus.com

Bus Laksana SR2 diekspor ke Rep. Fiji/haltebus.com

PO. Sinar Jaya, 30 tahun lebih menjadi pelanggan setia Karoseri Laksana/haltebus.com

Selain memperkenalkan tiga model terbaru di 2022, Karoseri Laksana juga mengungkapkan, mulai merambah untuk kendaraan khusus. Ada Maha Adventure dan Maha Family untuk Caravan atau Motorhome. Pada seri Maha ini Laksana bekerja sama dengan Baze, rumah modifikasi yang mengkhususkan diri menggarap segmen caravan/motorhome.

Karoseri Laksana menyebut, produk Maha memiliki keselamatan yang tinggi tetapi menggunakan bahan yang ringan dan anti karat. Karoseri Laksana juga menggunakan konsep desain body cabin fiberglass monocoque yang kuat sehingga memiliki bobot yang ringan namun memiliki ketangguhan terhadap cuaca Indonesia.

Selama 45 tahun perjalanannya, dalam 10 tahun terakhir, sedikitnya 10 ribu unit kendaraan telah dibuat di Karoseri Laksana. Produk Karoseri Laksana tak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga hingga Republik Fiji, Bangladesh dan Timor Leste. (naskah : rub/foto : dok. Laksana)

Banner Content

Related Article

No Related Article