Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyatakan siap menyambut pabrikan bus listrik bergabung bersama mereka. Ini bagian dari rencana PT. Transjakarta untuk menghadirkan bus listrik sebagai armada bus masa depan. Mereka memiliki rencana untuk menggunakan armada bus listrik dalam seluruh layanan pada 2030.

Direktur Utama PT. Transjakarta, M. Yana Aditya menyampaikan, peluang ini sangat terbuka lebar bagi siapa saja yang tertarik memasok bus untuk mereka. “Tentu kami sangat menyambut baik kepada APM yang ingin bersama-sama dalam menghadirkan bus listrik baik merek lokal maupun luar. Kesempatan ini terbuka lebar,” ujar Yana di Jakarta, Jumat (15/4).

Yana menjelaskan, pemegang merek bus listrik yang ingin bermitra dengan PT. Transjakarta bisa mengajukan proposal dan akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia mengatakan, prosedur ini untuk memastikan, semua armada bus listrik nantinya telah memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang baik. “Kami akan jajaki semua prosesnya. Selanjutnya apabila telah sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku, maka kita bisa bermitra dan bus-bus listrik tersebut bisa mengaspal untuk melayani pelanggan,” katanya.

30 unit Bus listrik Transjakarta yang dimiliki PT. Maya Saribakti Utama diluncurkan/dok. haltebus.com

Bus Listrik Transjakarta harus melewati prosedur uji coba agar sesuai standar pelayanan yang ditetapkan/mai

Transjakarta sejauh ini lanjut Yana, terus berupaya memaksimalkan layanan dalam menghadirkan bus listrik sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mewujudkan Program Jakarta Langit Biru. Adapun pengimplementasian bus listrik diharapkan dapat menurunkan polusi suara dan emisi CO2 gas buang di Ibukota, Jakarta.

Undangan terbuka untuk agen pemegang merek ini bukan yang pertama kalinya disampaikan PT. Transjakarta. Sejak Direktur Utama Agung Wicaksono yang merintis rencana pengoperasian bus listrik, lalu dilanjutkan Sardjono Tjitrokusumo dan sekarang di masa kepemimpinan Yana M. Aditya.

Dalam catatan haltebus.com, setidaknya ada empat merek yang mengikuti prosedur yang ditetapkan PT. Transjakarta sebelum melangkah ke proses tender. Ada BYD, Higer, Skywell dan Zhongtong. Adapun bus listrik Mobil Anak Bangsa direncanakan mulai mengikuti prosedur ujicoba pada tahun ini. Dari semua merek tersebut, baru BYD yang sudah berlanjut hingga ke tahapan pembelian oleh operator, yakni PT. Maya Saribakti Utama. Sementara yang lainnya masih harus melengkapi beragam persyaratan yang diperlukan.

Dari beberapa diskusi kecil haltebus.com dengan pabrikan bus yang sudah ada di Indonesia, tidak sedikit masih menunggu regulasi dan infrastruktur bus listrik di negeri ini. Salah satunya PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI). Menurut Chief Operating Officer PT. HMSI  masih menunggu saat yang pas. “Infrastruktur bus listrik menurut kami masih sangat mahal, kami lihat dulu seperti apa nantinya,” kata dia.

Kerja sama PT. Transjakarta dan PT. Mobil Anak Bangsa tahun 2019/mai

PT. Transjakarta dan Mitra Operator siap mewujudkan Langit Biru Jakarta

Sementara PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), masih mempersiapkan produk yang tepat. President/CEO PT. DCVI tidak memungkiri biaya pengoperasian bus listrik menjadi salah satu pertimbangan yang mereka pelajari. “Kami sedang pelajari semuanya, sedang dipersiapkan,” ujarnya.

Tahun lalu, Scania Jakarta Representatif Office Director, Ted Goransson juga menyatakan teknologi bus listrik masih tergolong mahal. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara maju. Menurut dia, Scania terus mengembangkan teknologinya dan berkomitmen menghadirkan bus ramah lingkungan.

Novermber tahun lalu, PT. Transjakarta sudah menandatangi komitmen pengadaan bus listrik bersama enam operator bus yang bergabung dalam layanan Transjakarta. Mereka diantaranya adalah Ade Mahpud dari PT. Mayasari Bakti, Pande Putu Yasa dari Perum Pengangkutan Djakarta (PPD), John Pieter Sembiring PT. Steady Safe, Johanes Damanik dari PT. Bayu Holong Persada dan Teddy K. Rusli dari PT. Sinar Jaya Megah Langgeng. Para operator bus itu menyatakan kesiapan membeli bus listrik untuk armada Transjakarta masing-masing.

Transjakarta menargetkan tahun depan bisa mengoperasikan 100 unit bus listrik, sebagai kelanjutan dari 30 unit bus listrik pilot project yang mulai dioperasikan Maret lalu. Dalam perencanaannya, Transjakarta menargetkan, sampai tahun 2025 secara bertahap bertambah jumlah bus listrik bisa mencapai 5 ribu unit dan pada 2030 bisa ditingkatkan hingga 10 ribu unit atau seluruh armada busnya menggunakan tenaga listrik. (naskah : mai/foto : dok. haltebus.com)

Banner Content

Related Article