Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) Daimler Bus memperbarui chassis bus Mercedes-Benz OC 500 dengan teknologi terbaru yang sesuai standar emisi Euro VIe. Pembaruan ini meliputi peningkatan standar keselamatan, efisiensi konsumsi bahan bakar dan kelengkapan elektronik pendukung serta opsi dan varian yang lebih banyak. Informasi pembaruan chassis seri OC 500 disampaikan Daimler Bus dalam rilis Kamis (21/4/22) yang disampaikan dari Stuttgart.

“Generasi chassis terbaru tersedia dalam varian OC 500 RF (Raised Floor) dan OC 500 LE (Low Entry). Chassis ini akan diresmikan peluncuran di depan publik pada pameran otomotif dunia FIAA dari 18 – 21 Oktober di Madrid,” demikian pernyataan Daimler Bus.

Fitur keselamatan menjadi fokus highlight Daimler Bus pada generasi baru keluarga chassis Mercedes-Benz OC 500. Dilengkapi dengan struktur kelistrikan/elektronik baru membuat Mercedes-Benz OC 500 bisa membentuk dasar untuk fitur dan sistem terbaru. Generasi Mercedes-Benz OC 500 2022, diklaim Daimler Bus menjadi standar baru di industri transportasi penumpang.

Generasi terbaru keluarga chassis bus Mercedes-Benz OC 500 dengan elektrikal dan struktur untuk sistem Active Brake Assist 5 dan Sideguard Assist/dok. daimlertruck.com

Chassis Mercedes-Benz OC 500 LE 1830h produksi Samano versi stir kanan, foto tahun 2010/dok. daimlertruck.com

Chassis Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 3-axle stir kiri produksi Samano, foto tahun 2010/dok. daimlertruck.com

Fitur keselamatan terbaru Mercedes-Benz Active Brake Assist (ABA) generasi kelima, sudah bisa diaplikasikan pada Mercedes-Benz OC 500 ini. Sejak dikembangkan pada tahun 2008, ABA telah mengalami perkembangan lebih advance. Pada ABA 5 diaplikasikan kombinasi radar dan sistem kamera. Ada sistem pemantau jarak kendaraan yang dapat memulai pengereman penuh maksimum. Pamantauan jarak tak hanya pada benda bergerak tetapi juga benda diam yang direspon dengan pengereman otomatis. “Sebagai asisten rem darurat pertama di dunia untuk bus, ABA 5 bahkan mampu melakukan pengereman stop otomatis sepenuhnya saat ada pejalan kaki bergerak di depan bus atau dalam jarak sangat dekat,” demikian daimler Bus menjelaskan.

Fungsi tambahan dari ABA 5 adalah Adaptive Cruise Control (ACC) berbasis radar. Ini tersedia secara opsional pada chassis OC 500 RF. Dengan ACC, saat berada di jalan raya dan jalan bebas hambatan, sistem pengereman langsung berfungsi jika terdeteksi ada kendaraan yang lebih lambat di depan. Bus secara otomatis menyesuaikan posisi hingga jarak aman untuk pengereman, sesuai kecepatan yang bisa dipilih oleh pengemudi.

Masih ada fungsi Stop-and-GO tambahan, Stop Assist, selain fitur ACC. Kinerja sistem pengereman juga dibantu dengan transmisi Mercedes GO 250–8 PowerShift yang sepenuhnya otomatis. Transmisi ini memastikan akselerasi dan deselerasi kendaraan baik saat pengereman darurat hingga diam, mengatur jarak kendaraan hingga bergerak dari posisi diam.

Tambahan fitur keselamatan baru Mercedes-Benz OC 500 adalah sistem bantuan menikung/berbelok Sideguard Assist.  Sistem ini bisa mendeteksi pejalan kaki dari arah samping yang tak terjangkau pandangan pengemudi maupun spion. Sangat bermanfaat saat bus melaju di jalan perkotaan yang padat, sekaligus efektif melindungi pengguna jalan yang rentan seperti pejalan kaki dan pengendara sepeda.

Keluarga chassis Mercedes-Benz OC 500 yang diproduksi di Samano, ada OC 500 LE 1825h CNG, OC 500 LE 1830h, OC 500 LE 1830h, OC 500 RF 1836h, OC 500 RF 1836/42, OC 500 RF 1836/42 dan OC 500 RF 2542 dengan variasi stir kanan maupun kiri/dok. daimlertruck.com

Ini aalah bus Mercedes-Benz pesanan Israel pada 2020, ada Mercedes-Benz OC 500 RF 1939 inter city dan Mercedes-Benz OC 500 LE 1830 city bus/dok. daimlertruck.com

Pembaruan keluarga chassis bus Mercedes-Benz OC 500 meningkatkan fitur keselamatan, efisensi dan kemampuan bus/dok. daimlertruck.com

“Dibentuk oleh dua sensor radar jangkauan di sisi penumpang depan. Jika ada objek bergerak di zona yang dipantau, LED segitiga menyala kuning setinggi mata pengemudi di sisi penumpang depan. Jika sensor mendeteksi risiko tabrakan, lampu LED juga berkedip merah beberapa kali pada luminositas yang lebih tinggi sebelum berubah menjadi merah permanen setelah dua detik. Peringatan getaran juga dipicu di kursi pengemudi. Sideguard Assist juga memperingatkan adanya rintangan yang tidak bergerak di sepanjang tikungan,” demikian Daimler Bus mengungkapkan.

Kontrol jelajah adaptif cerdas Predictive Powertrain Control (PPC) juga sangat penting dalam pembaruan Mercedes-Benz OC 500. Kontrol pada powertrain ini mengintegrasikan sistem di dalam transmisi otomatis dan strategi transmisi yang disetel dengan tepat yang disesuaikan topografi yang dilalui kendaraan. Pengaturan ini memungkinkan penghematan bahan bakar. PPC secara prediktif mempercepat kendaraan, secara aktif menggunakan fitur EcoRoll dengan posisi netral dari gearbox dan secara otomatis menyesuaikan pemilihan gigi dengan topografi kondisi realtime di jalan. Selain sistem penentuan posisi berbasis satelit, PPC juga menggunakan peta 3D yang presisi.

Peta yang diperluas pada generasi terbaru PPC sudah meng-cover hampir semua jalan perkotaan di Eropa selain jalan raya dan jalan utama. Saat bus beroperasi beroperasi di jalan pedesaan, sistem PPC mempertimbangkan persimpangan dan lalu-lintas serta bekerja terkoneksi Adaptive Cruise Control.

Bersama PPC, bus bisa menghindari pengereman, akselerasi atau pemindahan gigi yang tidak perlu pada perjalanan. Baik di jalan luar kota yang berkelok atau naik turun sehingga membantu pengemudi mencapai gaya mengemudi efisien secara bahan bakar maupun keawetan komponen bus. Pada saat tertuntu, masih ada peluang intervensi pengemudi pada PPC kapanpun dengan aplikasi rem atau menekan pedal akselerator. Pengemudi tetap bertanggung jawab atas perjalanan bus. PPC mensyaratkan transmisi Mercedes GO 250–8 PowerShift.

Generasi baru Mercedes-Benz OC 500 tersedia untuk semua aplikasi kebutuhan operator bus. Ada Mercedes-Benz OC 500 RF untuk dua dan tiga axle untuk bus lantai tinggi dengan mesin Mercedes-Benz OM 936 dan OM 470, dari 220 kW (299 hp) hingga 335 kW (456 hp). Pada model OC 500 RF ada varian transmisi transmisi manual Mercedes GO-190 hingga transmisi full automatic Mercedes GO 250–8 PowerShift dan transmisi otomatis ZF Ecolife 2 dengan konverter torsi.

Transmisi Mercedes PowerShift 8 percepatan, Active Brake Assist 5, Sideguard Assist dan Lane Assist sudah tertanam pada Mercedes-Benz Intouro yang dilengkapi mesin OM 936 bertenaga 260 kW/354 hp, 7,7 liter sejak 2021/dok. daimlertruck.com

Chassis Mercedes-Benz OC 500 LE produksi Samano, foto tahun 2010/dok. daimlertruck.com

Sementara Mercedes-Benz OC 500 LE dua axle untuk bus low-entry dengan mesin Mercedes-Benz OM 936, performa 220 kW (299 hp) atau 260 kW (354 hp), transmisi otomatis konverter ZF Ecolife 2. Semua versi OC 500 tersedia dengan stir di sisi kiri maupun kanan  dan semua mesin yang digunakan sudah memenuhi standar emisi Euro VI E saat ini.

Ada beragam kontrol tambahan yang tertanam di Mercedes-Benz OC 500 misalnya kontrol sistem kelistrikan on-board yang cerdas untuk sensor baterai. Sensor beterai memungkinkan pengisian baterai dilakukan dengan mode overrun atau pengereman. Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) menunjukkan tekanan ban individu realtime dan memperingatkan jika ada penyimpangan tekanan optimal. Sensor ini mengurangi keausan ban, menjaga konsumsi bahan bakar dan mencegah kerusakan ban yang berbahaya. Yang terbaru, ada rem parkir elektronik yang sudah diaplikasikan pada chassis Mercedes-Benz OC 500.

Daimler Bus sudah merancang Mercedes-Benz OC 500 pada upaya yang mengarah pada pengurangan yang signifikan dalam konsumsi bahan bakar dan juga emisi. Namun, integrasi dengan body builder saat bus dirakit dan penggunaan bus juga sangat menentukan hasil akhirnya.

Pengemudi juga menjadi salah satu fokus penempatan fitur-fitur pada Mercedes-Benz OC 500. Ada sistem Driver Score Assist yang bisa mengevaluasi gaya mengemudi individual pengemudi dengan menggunakan berbagai parameter. Sistem ini bisa memberikan feedback pada pengemudi tentang gaya mengemudi individual mereka. Tampilan parameter pengemudi setelah dia bertugas, bisa menjadi acuan bagaimana mereka bisa mengoptimalkan cara mengemudi yang ideal. (naskah : mai/foto : daimlertruck.com)

Banner Content

Related Article