Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) Pabrikan bus dan truk MAN menyelesaikan misi pertama untuk bus listrik MAN Lion’s City 12 Electric setelah menempuh jarak 2.448 km dan melewati delapan delapan negara dan delapan kota penting. Bus kota 12 meter MAN Lion’s City 12 E itu mengembang misi Electrifying Europe Tour selama 10 hari.

 

“Dengan tur, bus listrik kami secara mengesankan menunjukkan bahwa sudah mungkin untuk bepergian ke seluruh Eropa tanpa emisi, andal dan sesuai untuk penggunaan sehari-hari. Untuk tujuan ini, tim kami mengunjungi kota-kota metropolitan, melakukan banyak perjalanan darat dengan berbagai variasi. kondisi topografi, dan bahkan melintasi jalur Alpen,” kata Head of Business Unit Bus MAN Truck & Bus, Rudi Kuchta dalam rilis, Kamis (12/5/22).

 

Berangkat dari Munich, bus yang diproduksi di Starachowice, Polandia itu menuju Limerick di Irlandia. Sepaanjang perjalanan bus singgah di Innsbruck, St. Moritz, Zurich, Strasbourg, Luksemburg, Brussel, Rouen, Cherbourg dan Wexford. Di Limerick MAN Lion’s City 12 E mengikuti ajang International Bus Euro Test 2022. Sepanjang perjalanan dengan total jarak 2.448,8 km bus mengonsumsi 1.763,7 kWh energi listrik, setara 0,72 kWh/km.

 

Memasuki kota Innsbruck, pemberhentian pertama MAN Lion’s City 12 E/dok. mantruckandbus.com

Anggota Tim Electrifying Europe Tour berpose di St. Moritz/dok. mantruckandbus.com

Saat menyusuri jalan di pegunungan/dok. mantruckandbus.com

Capaian efisensi ini berkat teknologi efisien Lion’s City E dan tingkat pemulihan energi sebesar 20,8 persen. Energi untuk perjalanan yang cukup menantang dalam berbagai kondisi ditopang enam paket baterai lithium-ion (kapasitas 480 kWh) di atap eBus. Pengisian ulang hanya dilakukan setelah setiap bus berhenti di persinggahan, tidak ada pengisian selama bus berjalan. “Lion’s City E kami selalu andal dan efisien di jalan sepanjang kurang lebih 2.500 kim. Namun, perjalanan jarak jauh, yang tidak biasa untuk (sebuah) bus kota, juga menghadirkan sejumlah tantangan, terutama jika menyangkut topik infrastruktur pengisian (baterai),” ujar Kutcha lagi.

 

Perjalanan MAN Lion’s City 12 E tak terlepas dari pengembangan infrastruktur pengisian baterai listrik. MAN menilai, masalah ini tetap menjadi faktor penting untuk transformasi industri transportasi. “Dukungan politik sangat penting di sini. Grup TRATON, perusahaan induk dari MAN Truck & Bus, juga akan memberikan kontribusi. Perusahaan kendaraan komersial yang aktif secara internasional ingin membantu membangun jaringan pengisian kinerja tinggi di Eropa sebagai bagian dari usaha patungan Joint Venture Agreement High-Performance Charging Network | TRATON,” demikian pernyataan MAN.

 

Kota-kota yang dipilih untuk persinggahan memiliki arti. Kota Innsbruck di kaki pegunungan Alpen menjadi persinggahan pertama pada 28 April. Berjarak 166 km dari Munich, rute yang dilalui MAN Lion’s City 12 E melalui pegunungan. Rute yang cocok untuk menguji teknologi pengisian ulang listrik melalui sistem pengereman yang bisa mengisi ulang baterai hingga 50 persen. Sepanjang perjalanan pegunungan, ada beberapa lokasi wisata yang cukup dikenal, seperti  danau Kochelsee dan Walchensee (800 meter di atas permukaan laut). Bus juga melewati Mittenwald yang dikelilingi oleh puncak gunung, melalui Lembah Inn yang menawan dan desa-desa Tyrolean yang indah lalu berlanjut melewati ke kota olahraga musim dingin dengan lompat ski Bergisel.

 

MAN Lion’s City 12 E saat melewati Metz, Perancis/dok. mantruckandbus.com

MAN Lion’s City 12 E hanya melakukan pengisian baterai saat singgah beristirahat/dok. mantruckandbus.com

Pengecekan bus di sela-sela tur selama 10 hari/dok. mantruckandbus.com

Hari kedua menuju St. Moritz lebih menantang, saat MAN Lion’s City 12 E melahap jalur pendakian di ketinggian 1.248 meter. Perjalanan ini menempuh 208 km menuju resor olahraga musim dingin Swiss yang terkenal di St. Moritz. Kota ini menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pada tahun 1928 dan 1948. Setiap tahun St. Moritz menarik seperempat juta wisatawan dating berkunjung. Di wilayah di sepanjang Sungai Inn yang memiliki panjang 517 km, ada pembangkit listrik tenaga air yang menghasilkan beberapa miliar kWh energi listrik setiap tahunnya.

 

Pada etape ketiga dari St. Moritz ke Zurich, MAN Lion’s City 12 E mengambil rute Julier Pass dengan puncaknya di ketinggian 2.284 meter di atas permukaan laut. MAN Lion’s City E bisa melewati jalan berkelok-kelok, tikungan tajam dan tanjakan yang tinggi dengan mudah pada suhu minus 1 derajat Celcius yang disertai angin kencang. “Tak heran, karena dalam perkembangannya ia menjalani berbagai uji ketahanan pada suhu ekstrem di Lingkaran Arktik dan di Sierra Nevada Spanyol. Di penghujung etape masih tersisa 56,4 persen kapasitas baterai setelah 274,6 km,” begitu MAN menjelaskan.

 

Sementara pada etape keempat dari Zurich ke Strasbourg, MAN Lion’s City 12 E melalui Alsace juga berkunjung ke Parlemen Eropa. Di kota Strasbourg ini target iklim di Eropa dibahas dan diputuskan secara intensif. Keberlanjutan juga merupakan pilar penting dari strategi MAN : pada tahun 2030, emisi produk truk, bus dan van yang dijual akan dikurangi sebesar 28 persen. Target itu menjadi alasan MAN bergabung dengan inisiatif Science Based Targets (SBTi) pada tahun 2021. Masih ada juga kemitraan antara CDP (Carbon Disclosure Project), United Nations Global Compact, World Resources Institute (WRI), dan World Wide Fund for Nature (WWF).

 

MAN Lion’s City 12 E mengunjungi pendahulunya yang sudah bergabung di DLijn, Belgia/dok. mantruckandbus.com

Kebun solar panel di Rosières/dok. mantruckandbus.com

Salah satu rute pegungungan yang menantang : Jullier Pass/dok. mantruckandbus.com

Rute Strasbourg ke Luksemburg menjadi etape kelima. Perjalanan di sepanjang rute ini masih melalui jalan pegunungan Vosges, melewati daerah wisata Metz dan taman surya raksasa Rosières di dekat kota Rosières-en-Haye di Prancis. Wilayah ini menjadi salah satu highlight perjalanan bus kota bertenaga listrik. Di sana ada pembangkit fotovoltaik ruang terbuka seluas 367 hektar dengan output 115 megawatt. Bekas lapangan terbang militer itu disulap dan dipenuhi 1,4 juta modul surya. “Pada saat itu, MAN Lion’s City 12 E telah menempuh jarak 1.264,7 kilometer dan menghabiskan tepat 949,6 kilowatt jam dengan kecepatan rata-rata 35,1 km/jam,” demikianMAN memaparkan perjalanan di etape kelima.

 

Brussel menjadi kota tujuan di etape keenam Electrifying Europe Tour. Kota ini dinilai MAN membawa mereka menuju gambaran sekilas tentang masa depan. Setelah istirahat dua tahun dari Corona, kota metropolitan di Belgia itu akan menjadi tuan rumah pameran bus berpengaruh di dunia yakni Busworld pada musim gugur 2023. Tahun 2019, MAN Lion’s City E diluncurkan perdana di pameran ini. Pada pameran tahun depan electromobility kembali menjadi fokus. Dalam perjalanan di rute sepanjang 267,9 km ke ibukota Belgia melewati daerah wisata dan juga ladang angin di dekat Sainte-Ode.

 

Salah satu etape yang paling menantang adalah etape ketujuh dari Brussel ke Rouen di Prancis menempuh lebih dari 400 km. MAN Lion’s City 12 E melalui jalan sejauh 417,9 km dengan kapasitas baterai masih tersisa 24 persen. Tantangan lain saat bus menyeberang dari Perancis menuju Irlandia. Tim harus memikirkan ulang perjalanan karena feri angkutan mobil yang dibatalkan tiba-tiba karena alasan teknis.  Dalam waktu singkat mereka harus memutuskan, bus listrik bersumbu dua sepanjang 12 meter dari harus berlayar dengan feri barang dari Cherbourg ke Rosslare di Irlandia di hari kedelapan.

 

Tantangan bus kota berlantai rendah : masuk ke kapal feri, disamping perubahan jadwal kapal yang mendadak/dok. mantruckandbus.com

Pengemudi MAN Lion’s City 12 E selama perjalanan Electrifying Europe Tour, Heinrich Dagenhart/dok. mantruckandbus.com

Panel dashboard MAN Lion’s City 12 E/dok. mantruckandbus.com

Sementara bus berlayar dengan feri barang, anggota tim yang lain mengambil jalan memutar sekitar 500 km melalui Brittany dan naik feri pengganti ke Cork untuk mengambil MAN Lion’s City 12 E lagi keesokan harinya. Mereka bersyukur infrastruktur pengisian baterai listrik di Rouen tidak mengecewakan. Setelah tim dan bus termasuk pengemudi bertemu di pelabuhan feri Rosslare, mereka menyelesaikan etape ke-9 MAN Lion’s City 12 E di Limerick.

 

“Kesimpulan setelah lebih dari 2.200 kilometer: Teknologi kendaraan bekerja dengan andal, bus masih berjalan seperti jarum jam. Meskipun banyak tantangan topografi, atau rentang kecepatan penuh yang lebih lama pada 84 km/jam yang disegel di jalan raya dan jangkauan resmi 350 kilometer, tidak ada pengisian daya menengah yang diperlukan pada setiap perjalanan sehari. Alasan utama: kapasitas baterai yang tinggi di atap kendaraan, teknologi yang efisien, dan nilai pemulihan yang sangat baik dari MAN Lion’s City 12 E,” demikian pernyataan MAN. (naskah : mai/foto : dok. mantruckandbus.com)

Banner Content

Related Article