Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) Bus Hino Euro4 mulai bertambah di Sumatera Barat. Setelah PT. Mutia Putri Mulia, kali ini PT. Transport Express Jaya meluncurkan delapan unit bus Hino RM 280 ABS, varian tertinggi dari Hino RM 280 yang dilengkapi fitur suspensi udara, airbrake system dan Antilock Braking System (ABS). Peluncuran dilakukan di kantor PT. TEJ di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (7/1/23).

 

“Armada terbaru dari PO. Transport dinamakan kelas pelayanannya dengan kelas Kudo Gadang dan Niniak Mamak. Dimana nama jenis pelayanan ini mengandung arti yang sangat dalam. Kudo Gadang mengartikan kecepatan serta kemewahan, Sementara Niniak Mamak melambangkan toleransi bersaudara,” ujar Direktur Utama PT. Transport Express Jaya, Yoga Hendrico Putra.

 

Dari delapan unit bus terbaru ini, enam unit bus PO. Transport Express berbodi Laksana SR3 Ultimate berkaca tunggal dan SR3 berkaca ganda. Dua bus lainnya berbodi Patriot TE dari karoseri Morodadi. Bus berkapasitas 30 kursi yang dilengkapi sandaran kaki untuk kenyamanan perjalanan penumpang. Bus-bus ini rencananya akan melayani pelanggan dari Sumatera Barat menuju Jabodetabek-Sukabumi-Bandung, serta tujuan Medan.

 

PT. Transport Express Jaya tak hanya mengoperasikan armada baru bus Hino di tahun baru, tetapi juga mengumumkan manajemen baru.

Manajemen PO. Transport Express menerima cindera mata miniatur bus Hino dari COO PT. HMSI, Santiko Wardoyo

Tak hanya meluncurkan armada baru, PO. Transport Express juga mengumumkan manajemen baru dalam acara Baralek Gadang. Dalam acara peluncuran itu, COO PT. Hino Motors Sales Indonesia, Santiko Wardoyo menyerahkan secara langsung delapan unit bus Hino RM 280 ABS.

 

“Jalur lintas Sumatera memiliki kondisi jalan yang beragam. Mulai jalan tol yang panjang, jalur lintas dengan medan menajak, curam dan kadang berlumpur. Untuk melewati medan yang panjang dan berat seperti ini, bus Hino sudah terbukti keandalannya. Terutama bus terbaru kami saat ini, Hino RM 280 yang sudah standar Euro4 dan dilengkapi dengan overheat control system (OCS) untuk mencegah adanya engine blow karena mampu menjaga kestabilan suhu mesin,” kata Santiko menjelaskan.

 

Santiko berterima kasih atas kepercayaan PT. TEJ menggunakan armada bus Hino. PT. TEJ juga memiliki armada bus Mercedes-Benz. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1977 itu memiliki rute tradisional Jakarta, Bogor, Sukabumi dan Bandung menuju berbagai kota di Sumatera Barat. Perusahaan ini juga memiliki layanan Antar Kota dalam Provinsi yang beroperasi menghubungkan kota Padang, Bukit tinggi, Payakumbuh, Lubuk Basung dan Sei. Geringging. “Hino Bus juga efisien dalam hal perawatan. Di sepanjang jalur Sumatera kami juga memiliki jaringan yang siap membantu baik itu dari sisi service dan suku cadang,” ujar Santiko menambahkan.

 

Sejak berdiri paa tahun 1977, PT. Transport Express sudah beralih ke generasi ketiga.

Armada baru PO. Transport Exspres, Hino RM 280 ABS Euro4 bersuspensi udara.

Bus PO. Transport Express dengan gambar khas kuda terbang.

Perubahan manajemen yang diumumkan seiring peluncuran adalah berpindahnya posisi Direktur Utama PT. Transport Express Jaya dari sebelumnya Alfi Feria beralih ke Yoga Hendrico Putra. Yoga adalah generasi ketiga PO. Transport Express yang akan menjalankan bisnis angkutan bus yang didirikan oleh Sutan Nazar Dt.Maharajo Basa.

 

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang profesional dan konsisten akan hal yang satu ini, agar masyarakat selalu mempercayakan perjalanannya kepada kami. Atas nama management PT.Transport Express Jaya kami mohon dukungan dari masyarakat dan pelanggan setia kami, agar kami dapat berkembang dengan baik dengan profesional sesuai ekspektasi masyarakat pengguna jasa transportasi darat khususnya wilayah Sumatera Barat,” ujar Yoga.

 

PT. Transport Express berdiri 1 Mei 1977 di kota Lubuk Alung, Padang Pariaman Sumatera Barat. Salah satu perusahaan oto bus legenda dikenal masyarakat Sumatera Barat ini adalah perusahaan keluarga. Sepeninggal Sutan Nazar Dt.Maharajo Basa, perusahaan dikelola oleh generasi kedua Sudirman, Hendrik Dunan dan Alfi Feria. Yoga adalah putera Hendrik Dunan. (naskah : mai/foto : dok. HMSI)

Banner Content