(Jakarta – haltebus.com)
Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menobatkan 34 anak dari 30 Provinsi di seluruh Indonesia sebagai Duta Keselamatan di Jalan Raya. Mereka masih-masih mewakili daerahnya mengadakan pertemuan yang difasilitasi LSM Global Road Safety Partnership (GRSP) Indonesia. “Dengan segala keterbatasan, Kemenhub mendukung kegiatan ini. Saya berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut,” kata Jonan dalam pidato di upacara penobatan, Kamis (13/11/14).

Selama empat hari, 10 – 13 November, 34 siswa SD didampingi orang tua atau guru mendapat pembelajaran tentang keselamatan di jalan raya. Kegiatan dilakukan di Taman Wisata Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Mereka diperkenalkan beragam hal mulai dari alat transportasi, rambu lalu-lintas, hingga pertolongan ringan saat terjadi kecelakaan. Sesuai tema yang di angkat, yakni Menolong Sesama di Jalan.

Jonan menyatakan, kegiatan semacam ini sangat penting. Sejak menjabat Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia, dia menerapkan kebijakan menekan angka kecelakaan kereta api. “Keselamatan nomor satu bagi saya,” katanya.

Sejak tahun 2011 gerakan keselamatan di jalan mulai menggeliat di Indonesia. Gerakan Dekade Aksi Keselamatan di Jalan yang digagas oleh badan kesehatan dunia WHO mulai bergerak di negeri ini. Pemerintah juga mengeluarkan Inpres No. 4 tahun 2013 untuk mendukung gerakan penyelamatan nyawa di jalan raya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadikan Aksi Keselamatan di Jalan sebagai gerakan nasional pada Januari 2014.

Menurut Ketua GRSP, Iskandar Abubakar, siswa peserta bersama pendapingnya belajar tentang keselamatan di jalan raya. Dia berharap, dengan pembekalan ini kesadaran akan keselamatan bisa menyebar. “Setiap peserta didampingi orang tua/guru. Mereka akan dibimbing membuat Proyek Aksi Keselamatan Jalan untuk diterapkan di sekolah dan di lingkungan rumah,”

Pembekalan ini menghadirkan pelatih dari Direktorat Keselamatan Transportas Darat, Kementerian Perhubungan. Setiap peserta juga secara otomatis menjadi anggota Kelompok Masyarakat Sadar Keselamatan dan mendapat Modul Keselamatan Jalan untuk anak usia 9 – 12 tahun.

Menurut Iskandar, kampanyekan isu keselamatan anak di jalan sebagai isu nasional perlu mendapat perhatian masyarakat. Dia mengungkapkan, data Polri tahun 2013 menyebutkan, ada 167.201 orang menjadi koran kecelakaan di jalan. Jumlah korban kecelakaan usia 0-15 tahun mencapai 15% dari jumlah total tersebut. “Kami memandang sudah waktunya keselamatan jalan diajarkan sebagai kurikulum pendidikan nasional,” ujar mantan Dirjen Perhubungan Darat ini.(naskah : mai/foto : lhr)

Banner Content