Pameran yang digelar Mercedes-Benz ini yang pertama dan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Konsep yang diusung Mercedes-Benz Indonesia adalah One Stop Fleet Solution. Ada 52 unit kendaraan komersial yang dipamerkan yang terdiri dari bus, truk dan van. Ada 48 peserta pameran yang terdiri dari karoseri, pabrikan AC, kursi serta transmisi untuk bus dan truk, ada supplier asesoris bus serta tak ketinggalan perusahaan keuangan. Selain pameran di dalam ruang ada pameran di luar ruang untuk bus dan truk. Mercedes-Benz Indonesia juga menyiapkan arena untuk uji kendaraan mulai dari bus, truk dan van.
Menurut Vice President Daimler South East Asia, Olaf Petersen, pemeran ini baru pertama kali mereka gelar untuk kawasan Asia Tenggara. Dia mengungkapkan, Indonesia adalah salah satu pasar terbesar mereka di kawasan ASEAN. Bersamaan dengan pameran, lanjut dia, perwakilan Mercedes-Benz di Negara-negara Asia Tenggara juga berkumpul untuk pertemuan rutin dan sekaligus melihat dari dekat pameran yang digelar hanya satu hari itu.

“Pameran ini cukup penting, pasar di Indonesia mulai bergerak, permintaan untuk truk mulai bertambah, bus juga demikian. Ada permintaan besar untuk bus, tidak hanya dari Transjakarta tetapi juga pelanggan kami yang lain,” katanya saat berbincang dengan haltebus.com.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo mengungkapkan, acara pameran yang digelar Mercedes-Benz menjadi sarana baru untuk melihat dari dekat produk dan teknologi pabrikan bus dan truk yang ada di Indonesia. Mercedes-Benz yang pernah menjadi pemasok terbesar bus kota di Indonesia, diharapkan Sugiharjo bisa kembali berkiprah. “Kalo sebelumnya Mercedes-Benz tidak bisa ikut tender karena harganya yang mahal, sekarang dengan adanya perubahan aturan tender, dimungkinkan kita bisa memilih barang yang sesuai spesifikasi kebutuhan melalui penunjukkan langsung,” ujar pria yang akrab di sapa Jojo.
Pengunjung yang datang ke pameran juga terlihat antusias melihat-lihat semua kendaraan yang dipamerkan. Delapan stand karoseri dan dua rumah modifikasi interior menjadi sentral perhatian pengunjung. Beragam model bus yang dipamerkan mewakili chassis bus yang dipasarkan Mercedes-Benz di Indonesia.

Tiga karoseri, yakni Karoseri Laksana, Karoseri Morodadi Prima dan Karoseri Rahayu Santosa memamerkan bus Mercedes-Benz OF-917 yang mulai masuk ke pasar bus medium large di tahun 2017 ini. Sementara ada Karoseri Tentrem, Karoseri Laksana dan Karoseri Tri Sakti menampilkan Mercedes-Benz OH-1526 dan OH-1626.
Di kelas premium bus bertenaga besar ada Karoseri Nusantara Gemilang dan Karoseri New Armada dengan Mercedes-Benz O 500 R-1836 dan Karoseri Adiputro Wirasejati dengan Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 Double Decker. Sementara untuk bus kota, dua bus buatan Karoseri Laksana dengan dua tipe, Mercedes-Benz O 500 U-1726 (low entry) dan OH-1626 yang sudah dilengakapi Automatic Transmission juga ikut tampil.

Dua unit bus kota yang dihadirkan Mercedes-Benz Indonesia di lokasi pameran menjadi penanda pemesanan bus kota baru untuk Transjakarta. PT. Transjakarta membeli 150 unit bus Mercedes-Benz O 500 U-1726 low entry. Sedangkan Mayasari Bakti, dalam catatan haltebus.com sedikitnya memesan 30-an unit bus. Acara penyerahan secara resmi untuk kedua model itu dilakukan dengan cara yang unik. Ralf Kraemer mengemudikan sendiri bus low entry masuk ke dalam arena pameran.
Direktur Utama PT. Transjakarta, Budi Kaliwono mengungkapkan, hadirnya bus low entry yang ramah difabel ini menjadi penanda baru era transportasi di Jakarta. Jika sebelumnya bus kota identik dengan bus yang berlantai tinggi, mulai tahun 2017 akan hadir bus berlantai rendah yang bisa dinaiki penumpang berkursi roda. “Di Indonesia, baru kami yang membeli bus seperti ini. Kami berharap kehadiran bus low entry bisa membuat pelanggan kami menjadi lebih nyaman dan semakin banyak warga Jakarta yang mau naik bus,” kata dia.

Sementara itu, Manager Marketing Karoseri Rahayu Santosa, Chrystianto Sutardy mengungkapkan kegembiraannya bisa ikut berpartisipasi dalam pameran ini. Demikian pula dengan Direktur PT. Rimba Kencana, Permadi. Mereka mengaku mendapat peluang dan kesempatan untuk memasarkan produk-produknya di acara yang digelar Mercedes-Benz yang selama ini menjadi mitra usaha mereka. “Pengunjung yang mampir ke stand kami cukup banyak, sejak pagi sampai sore tidak terputus. Kami senang bisa ikut pameran,” ujar Permadi.
Sayangnya pameran hanya berlangsung satu hari. Banyak pengunjung yang daatng saat menjelang sore. Lokasi pameran yang terbilang jauh dari Jakarta tak menyurutkan mereka melihat produk-produk Mercedes-Benz. “Wah kok pameran hanya sehari, belum puas lihat-lihat,” kata Hartanto, salah satu pengunjung yang juga keluarga PO. Putera Remaja. (naskah : mai/foto : mai)










