“Kami mencoba untuk tampil di event berskala besar seperti GIIAS ini untuk melihat respon terhadap produk kami seperti apa. Memang sudah direncanakan jauh-jauh hari, kami menargetkan tampil di GIIAS 2018,” kata Yohan Wahyudi, Penanggungjawab Produksi Karoseri Tentrem saat pembukaan pameran, Kamis (2/8/18).
Karoseri Tentrem terbilang baru di kota karoseri, yakni Malang. Pendiri Karoseri Tentrem, Tatang Wahyudi memulai usahanya dari bengkel perbaikan bodi bus. Kebetulan dia bersama saudara kandungnya mengelola perusahaan bus Tentrem, yang banyak melayani rute Surabaya – Malang. Berawal dari keberaniannya membuka diri dan membuat model sendiri di tahun 2005 yang diberi nama Inspiro, karoseri ini mulai merangkak naik.

Sedikit demi sedikit fase kedua perombakan dan perluasan areal produksi mulai di lakukan pada 2011-2012. Perubahan dalam kurun enam tahun inilah yang membuat Karoseri Tentrem mulai berani menyejajarkan diri dengan karoseri-karoseri papan atas di Indonesia. “Semuanya bertahap, kami tidak mau terburu-buru. Agustus ini selain ikut pameran kami juga sudah merilis website baru,” kata Yohan menambahkan.

Booth Karoseri Tentrem terbilang sederhana sebagai pendatang baru. Hanya diisi dua unit bus dan deretan kursi dan satu papan penanda serta tulisan Tentrem yang dilengkapi lampu. Namun, kesederhanaan itu tak membuat orang menjauh, bahkan di ruang yang luasnya tak lebih dari 8×20 meter itu cukup banyak orang melihat-lihat dan lalu-lalang. Beberapa di antara mereka serius berdiskusi dengan penjaga booth, maupun Yohan dan Tatang Wahyudi yang telaten melayani mereka.
Tatang Wahyudi mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dalam pameran GIIAS 2018. Menurut dia, jika dia sebelumnya hadir sebagai penonton kini memamerkan model bus yang diproduksinya. Dia bisa bertemu lebih banyak orang dalam satu waktu dan berdiskusi terkait produk bus yang dibuat Karoseri Tentrem.
“Pameran GIIAS ini menarik juga ya, melihat pengunjung, melihat karoseri yang ikutan. Kalau diperhatikan, tiga karoseri yang ikutan GIIAS ini seimbang, sama-sama memamerkan empat unit produknya. Kami di sini memang kelihatannya ada dua, tapi ada satu bus kami di booth Hino dan satu bus lainnya di booth Isuzu,” kata Tatang menjelaskan.

Bus PO. Bintang Utara Putra yang dipamerkan di booth Karoseri Tentrem yang paling menyebot perhatian banyak orang. Warna hitam dipadu merah, kuning dan bertabur bintang pada bodi bus membuat orang banyak melirik. Bus dengan kelas Economy Luxury dihiasi kursi berkonfirgurasi 2-1 yang menarik. “Wah busnya sudah bagus ya di Indonesia, gak kalah dengan pesawat. Mewah sekali,” kata seorang pengunjung.
Deretan kursi yang ada di tengah kedua bus juga menjadi daya tarik. Tidak sedikit pengunjung duduk di kursi tanpa sungkan. Entah sekedar melepas penat berkeliling seluruh areal pameran yang luas, atau sengaja ingin mencoba kursi berbusa tebal dan empuk. Yohan juga tak pernah putus menemani tamu-tamunya yang tak lain pelanggan Karoseri Tentrem. “Agak rame memang, di luar ekspektasi kami ternyata sambutan dari beberapa pelanggan cukup baik. Banyak juga yang bertanya detil produk. Ada juga yang galau memilih produk kami atau produk karoseri lain,” katanya sambil tersenyum.

Menurut Yohan, kesan mengikuti pameran pertama GIIAS ini cukup menarik. Banyak hal yang bisa menjadi bahan masukan Karoseri Tentrem untuk memperbaiki produk-produknya. Di sisi lain, kata dia, eksistensi Karoseri Tentrem bisa terlihat di ajang pameran yang banyak mengundang kehadiran orang masyarakat dari berbagai daerah. Dia mengaku, ternyata masih banyak yang belum mengenal Karoseri Tentrem.
Saat ditanya apakah Karoseri Tentrem akan ikut pameran berikutnya? “Nanti kita lihat ya. Soalnya banyak pertimbangannya untuk bisa ikut pameran. Tapi yang jelas banyak hal menarik yang kami dapatkan selama pameran GIIAS,” ujar Yohan diplomatis. (naskah : mai/foto : mai)










