“Ini adalah chassis yang kami hadirkan untuk memenuhi permintaan pelanggan,” kata Marketing Director of Europe Trucks and Daimler Buses PT. DCVI, Jung Woo Park saat peluncuran Mercedes-Benz OF 1623 RF, Kamis (6/12/18) di Serpong, Tangerang Selatan.
Mercedes-Benz, menurut Park, ingin menghadirkan kendaraan yang cocok dengan keadaan di Indonesia dan sesuai dengan keinginan pelanggan. Perkembangan infrastruktur jalan, kata dia, tidak bisa dipungkiri akan berpengaruh pada mobilitas masyarakat. Merecedes-Benz, lanjut Park, ingin ikut mendorong mobilitas masyarakat dengan bus-bus terbaiknya.

Sejarah panjang chassis bus bermesin depan berkode seri OF itu sangat dirasakan masyarakat Indonesia, pun hingga hari ini. Di beberapa wilayah di Jawa Tengah maupun Jawa Barat, masih bisa ditemukan bus Mercedes-Benz OF 1113 dengan berbagai varian dan tahun pembuatan. Di jalur Solo-Wonogiri misalnya, bus dengan suara sistem kompresi udara yang khas masih tangguh melewati jalan berkelok dan menanjak di seputar Purwantoro, Baturetno hingga Pracimantoro.

Adi yang akrab disapa Didit ini cukup beruntung. Dia menjadi pengusaha bus pertama yang mendapatkan kesempatan mencoba Mercedes-Benz OF 1623 RF. Menurut Head of Product Bus and Sales PT. DCVI, Adri Budiman, Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dilibatkan untuk pengembangan produk mereka. Selain ada masukan dari para pengusaha bus terkait bus Mercedes-Benz O 500 R 1836, minat pengusaha bus di Indonesia dengan bus-bus Mercedes-Benz yang pernah mereka andalkan di masa lalu juga tinggi. PO. SAN dan PO. Maju Lancar adalah dua anggota IPOMI yang mendapatkan kesempatan mecoba dua chassis bus baru dari PT. DCVI.

“Bus OF sudah terbukti ketangguhannya, sampai kini masih bisa kita ketemukan. Salah satunya yang kami hadirkan di sini,” kata dia sambil menunjuk pada bus Mercedes-Benz OF 1113 milik Perum DAMRI yang dipamerkan saat peluncuran.
Ya, dalam acara peluncuran Mercedes-Benz OF 1623 RF itu, PT. DCVI juga ikut memerkan bus Mercedes-Benz OF 1113 milik Perum DAMRI buatan tahun 1988. Bus yang dulunya melayani warga kota Bandung itu, didatangkan langsung sebagai salah satu bukti ketangguhan bus bermesin depan dari Mercedes-Benz. Tak sedikit undangan yang hadir dalam acara peluncuran ini tertarik berfoto bersama. Tak ketinggalan, pengemudi busnya, Nukman, juga ikut diajak berfoto dengan tamu-tamu yang hadir. “Dulu saya sekolah di Bandung ya naiknya bus ini. Masih ingat saya,” kata salah seorang undangan menceritakan kenangannya.
Langkah Mercedes-Benz di Indonesia untuk menghadirkan bus bermesin depan tergolong hati-hati. Pelan-pelan mereka menghadirkan produk-produk yang memiliki model yang sama di masa lalu. Tahun 2016, misalnya, mereka memperkenalkan OF 917. Tidak mudah untuk Mercedes-Benz Indonesia, karena di tahun 2014 ada perubahan struktur manajemen Daimler di seluruh dunia.

Jika mesinnya sama dengan Mercedes-Benz OH-1526 dan OH-1626 berarti sudah dilengkapi engine management? “Ya, pada mesin ini sudah tertanam engine management, performa mesin cukup bisa diandalkan,” kata Adri lagi.



Dari sisi kenyamanan, sistem suspensi pegas parabolic yang dilengkapi peredam kejut, menurut Adri, bisa menghadirkan kenyamanan di kelasnya. Ada dua stabilizer dan double acting yang ikut menopang bus serta mempertahankan kenyamanan selama perjalanan. “Ada stablilizer di suspensi depan dan belakang yang mempertahankan kinerja suspensi,” kata Adri.

Adi Prasetya (Didit) berterima kasih dengan informasi tentang kondisi ini. Untuk sementara, menurut Didit, PO. Maju Lancar akan mengoperasikan bus Mercedes-Benz OF 1623 RF di rute Yogyakarta-Tegal. Jalur itu menjadi salah satu jalur andalan PO. Maju Lancar dengan medan cukup beragam, antara jalan landai dan lurus, berkelok maupun naik-turun terutama di antara Purwokerto hingga Prupuk.

Kelebihan bus bermesin depan juga diungkapkan oleh Direktur SDM dan Umum Perum DAMRI, Sadiyo Sardi mengungkapkan dirinya tidak terlalu mengalami kesulitan saat merawat bus-bus Mercedes-Benz OF 1113. Mantan Kepala Cabang Perum DAMRI Bandung ini menyatakan, dari sisi perawatan relatif mudah karena ketahanannya bisa diandalkan. “Dulu hampir seluruhnya armada DAMRI bermerek Mercedes-Benz, kami tidak mengalami kendala dalam perawatan,” kata Sadiyo.

Sementara itu, pengusaha bus asal Medan Nara Tarigan menjelaskan, merawat bus bermesin depan tidaklah sulit. Mesin lebih terjaga dan umurnya lebih panjang dibandingkan dengan bus bermesin belakang. “Mungkin karena letaknya di depan, feeling pengemudi saat harus memindah persneling atau mudah mendengarkan suara mesin, jadi dia lebih memperhatikan kondisi mesin saat bus berjalan,” kata keluarga pemilik PO. Medan Jaya ini. (naskah : mai/foto : mai/PT. DCVI)










