(Jakarta – haltebus.com) Lembaga pembiayaan pemerintah Swedia, Swedfun International AB menandatangani Letter of Intent untuk pengembangan bus listrik PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta). Dalam kesepakatan yang ditandatangani Lembaga Keuangan Pembangunan di bawah Kerajaan Swedia itu, mendukung studi untuk mendukung peningkatan kapasitas serta transfer pengetahuan untuk solusi teknis.

 

Letter of Intent ini ditandatangani Direktur Utama PT. Transjakarta M. Yana Aditya dengan Head of Swedfund Project Accelerator Hakan Dahlfors, yang diserahkan oleh Chief Executive Officer Business Sweden Jan Larsson di Jakarta, Senin (5/12/22).

 

Penandatanganan ini menandai keberlanjutan program kendaraan listrik di jajaran layanan PT. Transjakarta

“Dengan dukungan Pemerintah Swedia pada studi pengisian daya ini akan dapat memperkuat Transjakarta dalam menyusun road map elektrifikasi seluruh armada pada 2030,” ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT. Transjakarta, Anang Rizkani Noor.

 

Anang menjelaskan, studi yang dibantu Pemerintah Swedia akan fokus pada teknis pembangunan infrastruktur charger yang dibutuhkan bus listrik.

 

Pada 2022, Transjakarta dan Swedfund telah menetapkan ruang lingkup terkait kerja sama bantuan teknis elektrifikasi angkutan umum di Provinsi DKI Jakarta. Diharapkan pada kuartal pertama pada 2023 kerjasama ini sudah mulai dapat dilaksanakan.

 

Kerja sama Swedia dan PT. Transjakarta sudah diawali sejak tahun 2014, saat penjajakan bus Scania untuk mendukung layanan PT. Transjakarta. Pada kunjungan Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia Mei 2017, bersama Business Sweden, pemerintah Swedia juga menawarkan beragam kerja sama terkait teknologi, sustainable energi dan mengurangi perubahan iklim.

 

Di sektor transportasi, khususnya jalan raya, perusahaan-perusahaan Swedia berskala global seperti Volvo, Scania dan ABB memiliki banyak pengalaman dan teknologi kendaraan listrik. Beberapa start-up teknologi kendaraan listrik dan autonomous asal Swedia seperti Volta Trucks dan Einride yang menembus pasar Eropa dan Amerika Utara.

 

PT. Transjakarta menjalin kerja sama dengan Swedfund untuk pengembangan bus listrik

Di Kenya, salah satu perusahaan start-up patungan Swedia dan Kenya, Opibus, banyak bergerak untuk mengelektifikasi kendaraan menjadi kendaraan listrik di negara itu. awal tahun ini, 10 unit bus di Nairobi dikonversi menjadi bus listrik oleh Opibus.

 

Swedfund dikenal banyak membiayai proyek pengembangan masa depan yang menjanjikan di beragam sektor, di berbagai belahan dunia. Swedfund memiliki visi investasi berkelanjutan yang menciptakan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan yang inklusif. (naskah : mai/foto : PT. Transjakarta)

Banner Content