(Jakarta – haltebus.com) Tahun 2004 bus Volvo pertama kali masuk di Indonesia dan langsung menyebar. Mulai Sumatera hingga Jawa dan Makassar. Tak tanggung-tanggung, bahkan ada perusahaan bus yang mengoperasikan Volvo B7R 4×2 285 HP dari Pekanbaru ke Solo dan Blitar. Kini, Volvo Indonesia melalui PT. Indotruck Utama, kembali menghadirkan generasi terbaru chassis bus Volvo untuk kelas yang sama, yakni Volvo B8R 4×2 330HP.
“Tentang (Volvo) B7R, kami memang pernah memasarkan (Volvo) B7R tetapi ini sudah discontinued. Nah sekarang kami menghadirkan Volvo B8R ini,” ujar Preiden Direktur PT. Indotruck Utama, Bambang Prijono, saat peluncuran chassis bus Volvo Euro5 di Jakarta, Senin (19/12/22).
Rasa penasaran pengusaha bus yang hadir dalam peluncuran terhadap Volvo B8R 4×2 330HP dengan mesin D8CA enam silinder segaris berkapasitas 7.700 cc terlihat jelas. Mereka lebih banyak berkerumun di sekitar chassis Volvo B8R 4×2 330HP dibandingkan dengan chassis B11R 6×2 370/450HP yang dipamerkan di acara peluncuran. Di Indonesia, tidak banyak pengusaha bus yang memilih chassis bus 6×2 untuk memperkuat armada busnya.

Volvo B7R PO. SAN saat membawa rombongan delegasi kunjungan Carl XVI Gustaf dan Ratu Sylvia dari Swedia ke Jakarta.
Ketangguhan dan kenyamanan Volvo B7R pernah disampaikan pendiri PT. SAN Putra Sejahtera (PO. SAN), Hasanuddin Adnan beberapa waktu lalu. Menurut dia, keandalan dan daya tahan untuk perjalanan jauh sangat dirasakan. Perawatan juga tak terlalu sulit, hanya ada kendala suku cadang yang tak mudah didapat.
“Kami mengoperasikan untuk Pekanbaru ke Blitar dan Solo waktu itu tergolong nekad. Tapi ternyata penumpang kami sangat senang dengan bus bersuspensi udara. Sejak saat itu banyak yang cari bus Volvo untuk dinaiki,” kata Hasanuddin.
Lalu apa bedanya Volvo B7R dan B8R saat ini? Chief Operating Officer PT. Indotruck Utama, Eka Lovyan mengungkapkan, ini adalah bagian dari strategi mereka memasarkan kembali di Indonesia. “Kami sengaja menghadirkan Volvo B8R dengan 330HP untuk membuka market baru,” ujarnya singkat.
Apa maksudnya dengan market baru? Saat ini di Indonesia belum ada Agen Pemegang Merek (APM) yang menjual chassis bus space frame yang dilengkapi mesin bertenaga 330HP dengan konfigurasi 4×2 untuk Gross Vehicle Weight (GVW) kelas 16 ton. Sebetulnya pernah ada Golden Dragon yang masuk melalui importir umum, tetapi jumlahnya tak banyak. Dibandingkan dengan chassis Volvo B7R yang ladder frame, chassis B8R juga menawarkan ruang bagasi lebih luas berkat chassis bus space frame.

Presiden Direktur PT. Indotruck Utama Bambang Prijono (memegang mic) dan COO Eka Lovyan (paling kanan).
Tawaran yang disampaikan Eka memang menggiurkan. Volvo B8R 4×2 330HP bisa diaplikasikan untuk bus wisata dan bus antar kota jarak jauh maupun jarak dekat. Apalagi bus sudah dilengkapi beragam fitur kenyamanan dan keselamatan. Ada Air Suspension dengan enam Air Bellow (balon), Kneeling System dan YAW Sensor/Gyroscope yang mempertahankan stabilitas kendaraan untuk kenyamanan.
Sementara ada banyak fitur keselamatan seperti Electronic Stability Program (ESP), Antilock Brake System (ABS), Electronic Brake System (EBS) dan Acceleration Slip Regulation (ASR). Ada pula Hill Start Aid yang membantu pengemudi saat berhenti dalam posisi menanjak. Di sisi pengereman ada disc brake di setiap titik roda, Brake Assist, Brake Blending; Dual Retarder Ctrl. Yang menarik, Volvo juga melengkapi fitur Brake Temperature Warning untuk memantau kinerja pengereman, menghindari panas berlebihan saat bus mengerem.
Sejak 2012 hingga saat ini APM masih menjual chassis bus spaceframe 4×2 dengan GVW 18 ton dan bertenaga 360HP. Namun sejak 2019 ada edaran dari Kementerian Perhubungan soal larangan penjualan chassis bus tipe ini. Chassis bus kelas 18 ton dari Scania dan Mercedes-Benz laris manis di pasar Indonesia.
Eka berharap, dengan adanya tawaran bus bertenaga 330HP bisa menjadi pilihan pengusaha bus yang menginginkan bus bertenaga. Apalagi, saat ini sejumlah ruas jalan tol di Indonesia terus bertambah. Perjalanan darat melalui jalan tol dengan bus menjadi lebih singkat ikut menaikkan minat masyarakat.
Salah satu contoh yang dirasakan pengusaha bus adalah sebelum ada jalan tol Trans Jawa tidak ada keberangkatan pagi untuk jurusan Solo-Yogya dan Surabaya-Malang serta Jawa Timur. Kini jam keberangkatan bus relative merata mulai jam 6.00 hingga 21.00. (naskah : mai/foto : mai, volvo)
















