(Jakarta – haltebus.com) Operator bus umum di Spanyol, Moventis TCC Pamplona, menerima 13 unit bus baru berbahan bakar gas dari Scania. Bus-bus ini akan beroperasi dengan bahan bakar gas biometana yang dihasilkan dari sampah kota. “Kesepakatan ini adalah inisiatif yang benar-benar holistik, untuk memanfaatkan limbah lokal sebagai sumber daya transportasi berkelanjutan. Spanyol adalah negara dengan industri produksi pertanian dan pangan yang kuat, dan ini merupakan langkah menuju kemandirian energi,” ujar Business Manager City Bus Scania Pedro Cotera dalam keterangan yang dirilis Scania, Senin (5/12/22).
Scania menyebutkan, pembelian ini merupakan langkah pertama di jalan kota Metropilitan Pamplona, melalalui otoritas transportasi Mancomunidad Comarca de Pamplona (MCP) untuk mendekarbonisasi lalu lintas perkotaan. Proyek percontohan itu akan segera diikuti oleh semua kendaraan layanan publik, baik melalui elektrifikasi atau dengan memanfaatkan biometana yang bersumber lokal.
Kota itu juga membangun infrastruktur biogas dan perluasan jaringan listrik secara bersamaan. Persiapan sekarang sedang berlangsung dengan pembuatan titik pengisian baru untuk kendaraan listrik yang direncanakan dalam waktu dekat.
Sebagai bagian dari Moventia Group, Moventis menyediakan transportasi perkotaan di Pamplona dan 17 distrik kotamadya di wilayah Navarra Spanyol Utara. Saat mengumumkan ke publik, Moventis Group juga mengungkapkan instalasi pasokan gas baru di samping garasi mereka. Pembangunan instalasi ini akan memungkinkan bus bertenaga biogas diisi bahan bakar di lokasi. Pengisian akan memakan waktu sekitar empat menit dan bus bisa beroperasi hingga 300 km.
Otoritas transportasi MCP, menetapkan target ambisius dalam meningkatkan lingkungan perkotaan secara keseluruhan. Mereka akan meninggalkan bahan bakar fosil pada armada kendaraan umum di tahun 2030. Bus-bus baru ini juga sekaligus menjadi yang pertama di Spanyol yang memenuhi standar emisi Euro 6E untuk kendaraan CNG (Compress Natural Gas).
“Bus-bus Scania itu akan ditenagai oleh biometana, yang diambil dari limbah TPA di pusat pemrosesan baru. Di masa depan limbah juga akan digunakan sebagai sumber energi,” demikian penjelasan Scania.
Scania menyatakan, kendaraan biogas bisa mengurangi hingga 90 persen emisi CO2, atau pengurangan 70 persen untuk NOx dan pengurangan 90 persen partikel, dibandingkan dengan diesel bahan bakar fosil. Selain itu, kebisingannya juga berkurang 50 persen sehingga bisa meningkatkan kenyamanan pengemudi dan penumpang. (naskah : mai/foto : scania.com)












