(Jakarta – haltebus.com) PT. Mercedes-Benz Indonesia siap merilis secara resmi OC 500 RF-2542 akhir bulan ini. Sejumlah undangan telah disebar untuk pengusaha bus agar bisa melihat dan mencoba chassis bus 3-axle pertama Mercedes-Benz di Indonesia. “Acaranya akhir November ini,” kata Direktur PT. ALS, Indra Lubis, saat dikonfirmasi haltebus.com, Minggu (16/11/14).

Indra mengaku sudah menerima undangan. Pernyataan Indra ini mengkonfirmasi apa yang diungkapkan Director of Sales Commercial Vehicle PT. Mercedes-Benz Indonesia Olaf Petersen, di arena Indonesia Internasional Motor Show 2014 September lalu. Saat itu Olaf hanya berbisik, “Tunggu kejutan bulan November.”

Hampir pasti tamu istimewa di acara itu adalah si merah yang pernah menghiasi ruang pamer Karoseri Adiputro di arena IIMS 2014. Tinggi, panjang dan masih tergolong langka. Bus itu adalah pertama edisi terbaru yang lengkap dari Jetbus 2. "Kami menggunakan nama Jetbus 2 untuk bus terbaru yang kami perkenalkan di IIMS," ujar Andre Jethrokusumo dari Karoseri Adiputro kepada haltebus.com, saat itu.

Perkenalan model baru di arena IIMS 204 menjadi strategi pemasaran Karoseri Adiputro. PT. MBI memang memberikan kesempatan pada mitranya untuk ikut memamerkan produk terbaru dan produk unggulan karoseri mereka di acara bus Mercedes-Benz. Acara yang dikemas dalam Fleet Owner Gathering (FOG) alias Pertemuan Pemilik bus, sejak tahun 2012 mulai menghadirkan beragam produk dari beragam karoseri. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Karoseri Adiputro.

Dari informasi yang dikumpulkan haltebus.com, diantara karoseri-karoseri lain, Karoseri Adiputro mendapat pesanan pertama untuk chassis OC 500 RF-2542. Dua operator bus di jalur Medan – Banda Aceh, PO. Kurnia dan PO. Putra Pelangi menjadi dua pembeli pertama OC 500 RF-2542. Nah, untuk si merah yang awalnya milik Karoseri Adiputro sudah berpindah tangan ke PO. Pandawa 87.

Meski busnya masih baru, dua PO asal Sumatera itu masih memilih Jetbus 2 seri pertama. Pun untuk keikusertaan dalam pertemuan pemilik bus, hanya PO. Kurnia dan PO. Pendawa yang ikut serta, PO. Putra Pelangi sudah terlanjur berada di Medan awal November lalu.

Jetbus 2 seri terbaru sudah mencuri perhatian. Sejak keluar pertama kali dari workshop Karoseri Adiputro di Malang hingga di arena IIMS 2014 di Kemayoran, bus dengan panjang 13,5 meter itu diburu penggemar bus. Selama pameran, Tiga poros rodanya langsung memikat pengunjung. "Ini bus Eropa ya? Model apa? Gak kalah ya dengan bus yang ada di luar negeri? ujar pria berkaca mata pada Manager Marketing Karoseri Adiputro Quanmo Suwignyo yang ada di sekitar bus.

Secara garis besar, Jetbus 2 terbaru di IIMS ini sama di bagian depan dan belakangnya dengan Jetbus 2 yang mulai beredar Maret 2014 lalu. Perbedaan mendasar eksterior ada di bagian samping. Aksen hiasan khas Setra, produsen bus asal Jerman, menempel mulai kaca bagian pintu melengkung di kaca pertama dan naik hingga bagian atas kaca terakhir di sisi samping. Di ujungnya ada lampu yang mempermanis tampilan.

Apakah meniru model Setra TopClass 500 yang dilansir tahun lalu oleh Setra? "Idenya datang dari sana, tetapi kalau diteliti betul tidak sama persis. Coba anda perhatikan detilnya, pada Jetbus 2 tidak menempel di kaca, dimensinya juga beda," kata Andre lagi.

Andre mengaku pihaknya tidak jarang terinspirasi dari bus-bus Eropa. Namun, selalu ada ciri khas yang membedakan. Seperti Jetbus 2 ini, kata dia, antara Setra TopClass 500 dan buatan Karoseri Adiputro sangat berbeda di tampilan depan dan belakang. Menurut dia, banyak pengusaha bus terpikat dengan gaya bus-bus Eropa yang elegan dan sederhana.

Model bus yang dipamerkan pada IIMS lalu adalah bagian dari siklus panjang perubahan model pada proses produksi di Karoseri Adiputro. Jetbus 2 pada siklus panjangnya berubah tak hanya di bagian depan dan belakang, tetapi juga di sisi sampingnya.

Soal aksen eksterior di bagian samping ini bukan yang pertama kali. Karoseri Adiputro pernah mengeluarkan produk yang kerap disebut dengan selendang Setra. Produk yang hanya berlabel Royal Coach E dan Royal Coach SE itu laris di pasaran. Model yang membuat karoseri asal Malang itu namanya melejit di kalangan operator bus di Indonesia.

Di bagian dalam, bus merah itu dilengkapi dengan kursi elektrik. Sandaran kursi bisa diatur kelandaiannya dengan hanya memijat tombol yang ada di sandaran tangan. Kursi juga dilengkapi sarana hiburan layar sentuh sebagai teman perjalanan. Banyak orang menduga kursi itu buatan luar negeri. Namun jika diteliti lebih jauh, jejeran kursi yang berbalut bahan fabric merah-hitam ini adalah merek Alldila, buatan Malang.“Sudah seperti pesawat ya interiornya,” kata David Ariawan dari Agramas.

Meski sebagian besar pemilik bus telah melihat model terbaru Karoseri Adiputro itu di IIMS lalu, tetapi tak semuanya mencoba menaikinya. Dalam agenda Pertemuan Pemilik bus yang diadakan PT. MBI, semua peserta yang hadir akan diajak menyicipi keunggulan chassis terbaru dari Mercedes-Benz ini. Seperti apa ya rasanya menaiki bus dengan tenaga 420 HP, bisa bermanuver lincah, walau berbobot maksimal 25 Ton? Setidaknya begitulah gambaran seorang sahabat haltebus.com menaiki bus PO Kurnia yang sudah melayani Medan – Banda Aceh. (naskah : mai/foto : mai/daiimler.com)

Banner Content