(Jakarta – haltebus.com) Karoseri Tentrem mulai mengekspor busnya ke luar negeri. Negara tujuan untuk ekspor perdana ini adalah Kenya, di Kawasan Afrika Timur. Mereka siap mengirimkan satu prototipe dan enam bodi lainnya akhir Juni. “Satu prototipe sudah selesai, rencannya ada enam unit lainnya yang akan siap akhir bulan,” kata Managing Director PT. Tentrem Sejahtera, Yohan Wahyudi, kepada haltebus.com Senin (8/6/20).
Menurut Yohan, pengiriman bus buatan Karoseri Tentrem ini adalah bagian kerjasama tak terpisahkan dengan Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). Dia mengungkapkan, pihaknya diajak kolaborasi untuk membuat bus utuh yang dipasarkan di Kenya. Bagaimana caranya? Isuzu menyiapkan chassis bus dan Karoseri Tentrem menyiapkan bodinya.
Kerjasamanya terbilang unik. Baru pertama kali ada di Indonesia. Isuzu ingin memasarkan bus medium Isuzu NQR81 secara utuh di Kenya. Chassis bus, menurut Yohan dipasok dari Jepang. Sementara untuk busnya, Karoseri Tentrem yang membuat body kit untuk model Venom terbaru. “Ini tantangannya. Kami harus membuat bagian-bagian bodi secara terpisah. Harus dibuat presisi, sehingga di Kenya tinggal dirakit,” katanya.



Persiapan ekspor bus dengan cara baru itu, menurut Yohan, sudah dilakukan sejak tahun 2018. Selain diskusi serius terkait teknis dengan pihak Isuzu, Karoseri Tentrem juga berkunjung ke Kenya untuk melihat situasi dan kesiapan teknis kerjasama. Yohan menyebut, mereka harus memastikan betul kesiapan di Malang dan Kenya sebelum sepenuhnya menjalankan proyek yang memerlukan kecermatan dan koordinasi yang baik.
Karena itu, Karoseri Tentrem melatih teknisi dari Kenya Coach Industries untuk merakit dan membuat bodi bus Venom. Yohan menjelaskan, secara umum bus NQR81 ini sama seperti yang dipasarkan di Indonesia. Namun, dari sisi teknis, dimensi yang paling penting untuk diperhatikan. Meski dimensinya mirip dengan chassis bus pabrikan lain, Yohan memastikan, pembuatan bodi Venom untuk NQR81 sama sekali baru. Panjang 8,5 meter, lebar, 2,3 meter dan tinggi 3,3 meter mengikuti regulasi yang berlaku di Kenya.













