(Jakarta – haltebus.com) Perusahaan bus terkemua di Eropa, FlixBus, yang kini berkembang menjadi Flixmobility mendapatkan dana segar hingga $650 juta. Valuasi perusahaan start up asal Jerman yang memulai usahanya dari operator bus itu menjadi $3 miliar. Pendanaan baru ini juga menjadi pendorong rencana pengembangan usaha secara global.

Dalam rilis resmi FlixMobility, Rabu (2/6/21), mereka mengungkapkan, telah berhasil menutup putaran pendanaan G dan mendapatkan investor AS, Canyon Partners. Putaran pendanaan terstruktur, berdasarkan campuran ekuitas dan utang, berjumlah lebih dari $650 juta. Dengan Canyon Partners, FlixMobility telah mendapatkan mitra kuat lainnya untuk ekspansi global masa depan di pasar yang ada dan baru.

Perusahaan transportasi berbasis teknologi ini untuk mobilitas intermodal dan berkelanjutan masa depan ini membuat langkah baru di tengah pandemic Covid-19. Pendanaan baru itu juga menandakan percepatan strategi yang jelas, menetapkan arah untuk rencana masa depan dengan profil keuangan yang kuat.

“Pembiayaan baru-baru ini adalah tanda yang kuat untuk masa depan dan visi kami untuk menyediakan mobilitas berkelanjutan dengan FlixBus dan FlixTrain kepada orang-orang di seluruh dunia,” kata Founder & CEO FlixMobility Jochen Engert.

Flixmobility yang mencatat valuasi lebih dari $3 miliar, secara signifikan lebih tinggi dari penilaian putaran pembiayaan terakhir pada tahun 2019. Sejauh ini Flixmobility mendapat dukungan investor yang kuat untuk para pendirinya. Investor yang ada termasuk General Atlantic, Permira, TCV, HV Capital, Blackrock, Baillie Gifford dan SilverLake. Mereka mendukung FlixMobility yang memiliki model bisnisnya yang unik. "Dengan pembiayaan tertutup, kami berada di posisi yang baik untuk pertumbuhan internasional dan rencana ekspansi di masa depan dengan FlixTrain dan FlixBus," ujar Engert lagi.

Adanya penambahan dana segar tersebut menandai titik balik bagi perusahaan untuk menggandakan strategi masa depannya, bahkan ketika terus menyeimbangkan situasi saat ini. Perusahaan telah berhasil menata dan beradaptasi dengan pandemi melalui penyesuaian jaringan yang dikelola dengan cermat dan menanamkan investasi besar dalam teknologi dan otomatisasi. Sekarang, FlixMobility secara khusus berfokus pada pertumbuhan lebih lanjut melalui ekspansi di pasar baru dan yang sudah ada serta memperluas bisnis kereta api di Jerman, Swedia, dan sekitarnya.

FlixMobility bergantung pada UE untuk lebih memperkuat Pasar Tunggal berdasarkan persaingan yang adil. Kebijakan ini memungkinkan pendatang untuk menawarkan transportasi kolektif yang lebih berkelanjutan. Founder & CEO FlixMobility lainnya André Schwämmlein menyatakan, pendanaan ini membuat mereka bisa mengatur posisi yang lebih baik untuk pasar global,

Investasi ini akan mendukung ambisi FlixMobility untuk menawarkan jaringan terbesar di AS, Inggris, dan Portugal, dan untuk lebih memperluas posisi terdepannya di Turki, Prancis, dan Eropa Timur. Selain itu, perusahaan sudah berencana untuk berekspansi ke pasar baru setelah jeda terkait pandemi. “Kami sekarang beralih dari bertahan ke menyerang. Tujuan kami yang jelas adalah menjadi pemimpin pasar di semua pasar tempat kami hadir. Ini juga berlaku untuk pasar baru seperti Inggris dan Portugal atau Amerika Serikat, di mana kami saat ini masih nomor satu, dua atau tiga,” kata Schwämmlein.

Perusahaan yang identik dengan warna hijau muda ini optimistis telah mengelola pandemi dan memantapkan posisi lebih kuat lagi. Setidaknya ini mereka buktikan dengan ekspansi setelah gelombang pertama pandemi di musim semi 2020. Musim panas lalu, penyedia layanan mobilitas berbasis teknologi itu meluncurkan rute internasional pertamanya ke negara-negara Baltik dan mulai membangun jaringan nasional di Inggris. dan Portugal.

“Kami ingin membuat mobilitas ramah lingkungan yang terjangkau dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang, Amerika Serikat khususnya menawarkan potensi yang sangat besar untuk ini. Kami melihat AS sebagai pasar terbesar kami di masa depan. Namun, paska pandemi, kami juga akan memperkuat posisi pasar kami di pasar utama Eropa untuk memberi orang kesempatan untuk bepergian lagi. Untuk mewujudkannya, setiap negara serta UE perlu mendukung persaingan yang adil dan mengatasi kurangnya akses yang sama ke pasar Eropa,” ujar Schwämmlein melanjutkan penjelasannya.

Hingga saat ini, selain jaringan FlixBus (perusahaan bus) global di 36 negara, FlixMobility juga telah mengoperasikan kereta jarak jauh dengan label FlixTrain sejak 2018. Perusahaan itu sudah melayani koneksi FlixTrain di seluruh Jerman. Sejalan dengan Tahun Rel Eropa, FlixTrain meluncurkan kereta hijau pertama di Swedia pada awal Mei 2021. Mereka melihat masa depan perjalanan kolektif saling terhubung antara kereta jarak jauh dan bus yang akan terwujud di semua masa kini dan masa mendatang. Ini yang menjadikan Flixmobility sangat unik dan salah satu keputusan strategis masa depan.

André Schwämmlein menambahkan, “Pada tahun 2019 saja, 62 juta penumpang bepergian bersama kami. Sekarang kami akan membangun kesuksesan ini. Kami yakin bahwa kami akan dapat menawarkan mobilitas ramah lingkungan kepada lebih banyak orang di tahun-tahun mendatang – melalui penawaran yang diperluas, pada kereta api dan jalan raya, di pasar yang ada, serta melalui ekspansi ke negara dan benua baru.” (naskah : mai/foto : dok. Flixmobility)
Banner Content