Dari laman Scania Afrika Barat disebutkan, 29-30 November 2017 lalu ada pembicaraan serius tingkat tinggi pemerintah Pantai Gading dan Swedia terkait kerja sama itu. Swedfund, Scania dan Business Sweden ikut terlibatkan dalam program pengembangan BRT di kota Abidjan. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Uni Afrika dan Uni Eropa ke-5 itu, Pantai Gading dan Swedia membicarakan pengembangan transportasi di Abidjan.

Dalam pembicaraan yang melibatkan pemangku kepentingan di Pantai Gading itu, Scania Afrika Barat mengungkapkan, Scania termasuk dalam sistem BRT Abidjan. Scania mempersiapkan Sistem BRT yang komprehensif dan maju, mulai dari kesiapan armada, sistem penjualan tiket, sistem informasi pelanggan, manajemen pengelolaan armada, baik jadwal dan operasional bus, yang menguntungkan.
Program pengembangan BRT itu diharapkan bisa berdampak bagi 5 juta orang penduduk Abdijan, baik dari sisi transportasi yang efesien maupun mendorong perkembangan ekonomi kota Abidjan dan sekitarnya. “Sistem transportasi publik menjadi salah satu prasyarat perkembangan sosial. Kawasan regional Afrika Barat sangat penting untuk bisnis bus Scania karena area ini memiliki tingkat urbanisasi tinggi dan perkembangan ekonomi yang kuat,” kata Karin Rådström yang saat itu menjabat Head of Scania Buses & Coaches.
Kini, di bawah pimpinan Anna Carmo e Silva, program tersebut berlanjut pada taraf implementasi. Anna menyebut, Scania memiliki pengalaman di kawasan Afrika Barat dalam pengembangan sistem BRT. “Selama beberapa tahun ini, Scania sangat berhasil dalam keterlibatan mengingkatkan mobilitas perkotaan di Ghana dan Nigeria. Berdasarkan pengalaman itu, saat ini kami lebih maju lagi dengan kerjasama jangka panjang untuk menyiapkan transportasi public dan pelayanannya di Abidjan,” kata Anna.

Apa saja yang akan dilakukan Scania? Mereka akan menyiapkan depot (garasi bus), melatih pengemudi dan mekanik dan tentunya menyiapkan armada bus. Ada 400 unit bus low entry dengan panjang 13 meter and 50 unit bus gandeng 18 meter yang direncanakan beroperasi di SOTRA. Seluruh bus akan dibangun oleh Marcopolo dan direncanakan beropreasi di jalur BRT Boulevard Latrille. Bus Marcopolo adalah salah satu bodi bus yang popular di Afrika Barat, tidak hanya untuk keperluan bus kota tetapi juga bus antar kota dan bus wisata. Saat beroperasi nantinya, keseluruhan armada bus itu bisa mendukung pergerakan penduduk kota Abdijan yang diperkirakan mencapai 7,7 juta orang di tahun 2030.
Kesepakatan yang ditandatangani bersama antara pemerintah dan pelaku usaha itu juga termasuk program pengembangan perkotaan. Scania bekerja sama Agence Nationale d’Appui au Développement Rural (ANADER) menginisiasi feasibility study yang dibiayai Swedfund, Lembaga Investasi Swedia, untuk membuat pengolahan biofeul dari limbah dari coklat, karet dan budidaya pisang. Pantai Gading dikenal sebagai salah satu penghasil coklat terbesar di dunia. Pusat pengolahan biogas ini akan memasok gas untuk bus gandeng, yang secara khusus menggunakan mesin berbahan bakar gas.



Sambutan positif juga datang dari duta besar Swedia atas keterlibatan pemerintah mereka dalam program pengembangan transportasi di Pantai Gading. “Saya sangat senang dengan lankah pertama yang diambil, dalam upaya yang penting ini dan saya sangat menanti kolaborasi yang lebih erat dengan Pantai Gading,” kata Duta Besar Swedia di Pantai Gading, Maria Leissner.













