“Sebagai pendatang baru kami ingin menjajaki semua peluang dan potensi beragam chassis bus, mana yang kira-kira cocok, mana yang baik, bagaimana merawatnya dan yang lebih penting harganya kompetitif dan terjangkau,” ujar Direktur Teknik dan Operasional PT. Metro Multi Transportasi (MMT), Tjahjo Wibowo kepada haltebus.com di Ungaran, Semarang, pekan lalu.
Beragam chassis dimiliki PT. MMT sejak pertama mereka beroperasi. Ada Scania K310IB/4×2 dan K360IB/4×2, Golden Dragon, Hino RK8J R260, Mercedes-Benz OH-1526, OH-1626 hingga O500R-1836. Penjajakan PT. MMT ini, menurut pria yang akrab disapa Bowo itu, bagian dari pembelajaran manajemen dalam mengelola transportasi bus. Tujuannya, lanjut dia, agar pelayanan dengan armada terbaik bisa mereka hadirkan.

Chassis yang dirakit SKS memiliki beberapa pilihan varian mesin yang digunakan. Menurut Bowo, ada yang menggunakan mesin Hino, Isuzu dan yang baru saja diperkenalkan di tahun 2018 ini adalah mesin MAN. Untuk bus berbasis Scania maupun Mercedes-Benz, kata dia, biasanya SKS hanya membuat bodi bus saja. “Ragam pilihan yang mereka tawarkan membuat kami bisa memesan chassis yang spesifikasinya sesuai kebutuhan kami,” ujar Bowo mengungkapkan salah satu alasannya memilih SKS.

Mesin Hino model P11C-UJ 10.520 cc menghasilkan daya 350 PS, menjadikan daya dorong bus cukup bertenaga. Konfigurasi suspensi ASC SF mirip dengan Mercedes-Benz O500R-1836. Axle depan dilengkapi dengan suspensi independen sedangkan di bagian belakang ada besi penahan sistem suspensi udara yang berbentuk seperti sabit. Biasanya kerap juga disebut banana bar oleh para mekanik. Bedanya dengan Mercedes-Benz O500R-1836 hanya pada sistem pengereman yang sudah dilengkapi disc brake, sementara SKS masih hanya rem depan yang dilengkapi disc brake.

Meski dilengkapi fitur canggih kesederhanaan masih meliputi SKS ASC SF. Panel tachometer yang terpasang belum sepenuhnya menampilkan indikator digital. Ada beberapa panel indikator menggunakan penunjuk jarum. Misalnya, seperti indikator bahan bakar, oli, temperatur mesin dan posisi tekanan udara. Namun, Bowo mengaku tak kecewa dengan tampilan itu karena tak seberapa dibandingkan keunggulan dan tawaran harga yang cukup kompetitif. “Selisihnya cukup banyak juga dibandingkan dengan harga chassis premium lainnya, masih lebih murah SKS,” kata Bowo sambil berbisik tanpa menguraikan detil harga yang dimaksud kompetitif itu.

“Awalnya hanya saling tukar informasi dengan beberapa teman aja. Mumpung dekat kami coba tanya ke teman-teman di Indonesia apakah ada pembuat bus yang recommended di Malaysia. Lalu sampailah kami ke sana dan kami cukup surprise. Kami disambut dengan baik dan produk mereka juga kok menarik ya. Sampai akhirnya beberapa waktu kemudian kami putuskan untuk mencoba,” katanya.











