(Jakarta – haltebus.com) Beragam cara dilakukan PT. Transjakarta untuk menarik minat masyarakat Jakarta dan sekitarnya agar mau berpindah dari kendaraan pribadi dan memilih bus sebagai transportasi mobilitas ke kantor. Selain mengoperasikan bus tingkat aneka warna yang menarik, meluncurkan bus khusus perempuan, hingga membawa masyarakat kea lam di tahun 1960 hingga tahun 1990-an.
Setelah meluncurkan bus Vintage serial PPD, PT. Transjakarta mempersiapkan bus-bus Vintage yang akrab dengan masyarakat Jakarta setidaknya empat decade terakhir. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk naik bus dengan menyentuh sisi nostalgia-nya. Setidaknya untuk generasi yang sekarang mereka tahu bahwa bus-bus replika Vintage itu pernah beroperasi di Jakarta,” kata Direktur Utama PT. Transjakarta, Budi Kaliwono, pertengahan bulan lalu di Ungaran, Jawa Tengah.
Bus Serial Vintage terbaru PT. Transajakarta adalah bus Mayasari Bakti. Warna hijau mudanya yang khas memudahkan siapapun mengingatnya. Bus-bus Mayasari Bakti telah beroperasi di Jakarta sejak tahun 1960-an. Didirikan oleh H. Engkud Mahpud pada tahun 1969, PT. Mayasari Bakti mengoperasikan bus untuk trayek Pulogadung-Bekasi dan Pulogadung-Lapangan Banteng.

Sejarah panjang bus kota di Jakarta menjadi salah satu faktor yang membuat Budi Kaliwono tergerak menyentuh momen nostalgia masyarakat. “Saya kuliah sering naik bus PPD yang kotak, PATAS P12 atau 210, jurusan Rawamangun–Grogol,” ujarnya sambil mengungkapkan kampusnya tak jauh dari Terminal Grogol.




Selama pameran InCUBUS 2017 yang digagas haltebus.com dan PT. Global Expo Management, tidak sedikit pula pengunjung yang penasaran dengan kondisi bus. Umumnya mereka menanyakan apakah busnya masih bisa dioperasikan. “Duh sayang yak kok gak ada bus yang jalan, kan kita bisa naik busnya, sambil merasakan nostalgia,” ujar salah satu pengunjung yang membawa anaknya. (naskah : mai/foto : mai) 









