Menurut Stefan, model Legacy SR2 yang diperkenalkan pada GIIAS 2016 menjadi titik awal inovasi Karoseri Laksana dengan kerangka desain Asli 100 persen Buatan Indonesia. Titik tolak ini menjadi dasar produk Karoseri Laksana untuk menjadi produk bus Indonesia yang aman dan nyaman dengan standar kualitas yang baik. Dalam perjalanannya, hanya dalam hitungan bulan, kata dia, karena tren pasar bus dalam negeri menginginkan bus dengan kaca ganda, lahirlah Legacy SR2 Prime dengan varian model HD dan XHD.
Stefan dengan bangga mengungkapkan, desain Asli Indonesia, dari perusahaannya mendapat penghargaan Good Design Indonesia 2018 dari Kementerian Perdagangan. “Kami menjadi satu dari 26 peserta yang menerima penghargaan Good Design Indonesia Award 2018. Kami tidak mengira bisa lolos, ada 253 produk yang menjadi peserta,” kata Stefan.

Head Of Desaigner Karoseri Laksana, Kusririn menjelaskan format bus Legacy SR2 DD yang mereka hadirkan di GIIAS 2018. Menurut dia, untuk bus perdana ini mereka merancang untuk bus jarak jauh atau antar kota. Tim desainer, kata dia, membuat desain sendiri elemen-elemen yang melekat pada produk terbaru Legasy SR2, tidak hanya untuk versi double-decker melainkan untuk varian HD dan XHD Prime. “Pada sisi samping bus kami membuat aksen yang menyerupai huruf L yang menjadi ciri khas Laksana,” demikian pria yang akrab disapa Ririn menjelaskan.


Secara garis besar, dari sisi depan dan belakang tampilan Legacy SR2 DD tidak jauh berbeda dengan varian HD dan XHD Prime. Di depan hanya ada sedikit perbedaan posisi kaca DD yang lebih tegak dari SR2 HD dan XHD Prime dengan versi satu lantai. Windshield pada bagian depan sudah lebih baru dari desain sebelumnya. Ada lampu LED ang membuat tulisan penanda SR2 DD menyala. Sementara di bagian belakang, ada perubahan pada grill dan penambahan lampu. “Lampunya seperti sayap terbang. Kami mendesain lampunya untuk menambah elegan penampilan,” kata Ririn.

Lutfan menjelaskan, beberapa ornamen ekseterior juga dipercantik. Di sisi samping, bagian atas ornament aluminium yang memanjang dari depan hingga titik garis akhir bodi bagian atas dibuat mengkilap, dilapisi chrome. Sementara di bagian bawahnya cahaya biru mengiringi sepanjang ornamen. ”Kami menempatkan lampu LED agar bus lebih menarik,” kata Lutfan.



Selama pameran booth Laksana terlihat ramai pengunjung, terutama yang ingin melihat bus double-decker. Mereka penasaran dengan bus double-decker di Indonesia. Sebagian dari pengunjung juga masih belum banyak yang mengetahui ada bus double-decker yang sudah beroperasi melayani rute antar kota. “Wah kalau ada bus semacam ini ya enak ya keluar kota, bisa lebih nyaman,” kata Dahlan mengomentari bus double-decker.(naskah : mai/foto : mai)










