“Kami ingin mengetahui seberapa jauh respon pasar bus di Indonesia terhadap produk ini,” kata Head of Product Planning PT. HMSI, Prasetyo Adi Yudho kepada haltebus.com di sela-sela pameran Jumat (3/8/18) lalu.
Bus yang dipamerkan adalah bus prototipe kedua setelah Hino mengaplikasikan transmisi otomatis pada chassis bus RN 285 mereka. Jika ditilik dari rencana awal, Hino RN 285 AT ini untuk memenuhi permintaan dari PT. Transjakarta. Ada beberapa spesifikasi teknis dasar yang disyaratkan oleh Badan Usaha Milik Pemrov DKI Jakara itu. Berdasarkan catatan haltebus.com, spesifikasi dasar yang ditemukan di armada bus Transjakarta adalah transmisi otomatis, suspensi udara dan minimal beremisi gas buang Euro III.

Rupanya, saat diperkenalkan akhir tahun 2017 lalu, menurut Prasetyo, ada beberapa perusahaan bus tertarik. Bahkan, mereka tak segan-segan ingin memesan. Namun, lanjut dia, Hino Indonesia tidak serta-merta langsung bisa melepasnya ke pasar. “Kami coba dulu untuk satu unit dijalankan di satu perusahaan. Nanti kami lihat sejauhmana performanya, walaupun kami yakin dengan performa yang sudah disetel tapi itu kan butuh pembuktian di lapangan,” katanya.

PT. HMSI memilih PO. Harapan Jaya untuk menguji ketahanan operasional RN 285 AT ini. Jarak terjauh layanan perusahaan yang bermarkas di Tulungagung, Jawa Timur itu mencapai Lampung. Namun, seperti pada model Hino RM, menurut salah satu sumber haltebus.com yang tak mau disebutkan namanya, bus Hino RN 285 AT akan diproyeksikan di jalur Jakarta – Tulungagung. Setidaknya ini terlihat juga dari konfigurasi kursi bus berbalut Avante, Karoseri Tentrem yang dipamerkan. Jumlah tempat duduk yang tersedia ada 30 kursi bersandaran kaki mencerminkan kelas yang dilayani PO. Harapan Jaya.
Apa saja yang ditawarkan PT. HMSI dengan bus terbarunya? Mesin J08E-WG yang menghasilkan tenaga 285 PS turbo intercooler sudah mengaplikasikan sistem commonrail yang menghasilkan pembakaran yang efektif dengan tenaga besar dan ramah lingkungan. Hino menyebut mesin ini efesien dalam penggunaan bahan bakar. Kinerja mesin juga ditopang Transmisi Allison T 325 R yang didukung oleh retarder untuk keamanan menahan laju kendaraan. “Kami menyesuaikan setelan transmisi dan torsi mesin untuk kebutuhan tenaga yang pas saat bus melaju di jalan dengan beragam medan,” kata Prasetyo.

Bagaimana dengan kenyamanannya? Kombinasi antara balon pada suspensi udara, shock absorber, stabilizer dan lateral rod di roda depan dan belakang disebut Hino Indonesia bisa menghasilkan kestabilan berkendara. Tentunya kondisi ini bisa menghadirkan kenyamanan yang maksimal di kelasnya.
Hadirnya Hino RN 285 AT menjadi kompetisi bus dengan Gross Vehicle Weight (GVW) di kelas 16 Ton semakin menarik. Sejauh ini hanya Hino yang memiliki spesifikasi bus dengan chassis modular yang dilengkapi suspensi udara dan transmisi otomatis di kelasnya. Pilihan pengusaha bus, khususnya di Pulau Jawa, dalam menyambut beroperasinya seluruh ruas jalan tol semakin bertambah. Transmisi otomatis, kata Prasetyo, bisa jadi pilihan saat bus lebih banyak melewati jalan tol.(naskah : mai/foto : mai)










