Karoseri Laksana pertama kali memperkenalkan bus berlantai rendah (low entry) pada tahun 2012. Saat Indonesia International Motor Show, di Kemayoran, mereka memperkenalkan Cityline di atas chassis bus Golden Dragon. Dua tahun kemudian, bersama PT. United Tractors, pemegang merek Scania di Indonesia, mereka berkolaborasi membuat bus berbasis Scania K250UB, bus berbasis chassis berlantai rendah. Tahun 2014, diperkenalkanlah Cityline-2 bersama Scania. Tidak hanya untuk bus berlantai rendah, sejak 2015 mulai diproduksi juga Cityline-2 untuk berlantai tinggi. PT. Transjakarta menjadi perusahaan yang terbanyak menggunakan model bus ini.
.jpg)
Kini setelah hampir lima tahun beredar Cityline-2, Karoseri Laksana memperbaharui model bus perkotaan mereka dengan nama Cityline-3. Apa keistimewaan Cityline-3? Menurut Stefan secara mendasar ada beberapa perubahan yang mereka lakukan. Yang paling utama adalah pada rangka bus. Dia mengungkapkan, rangka bus mereka menggunakan besi stainless steel. “Mungkin baru pertama di Indonesia, bus menggunakan rangka stainless steel,” ujarnya.
Stefan menjelaskan, rangka stainless steel memiliki keunggulan tersendiri, tidak kalah dengan aluminium. Dari sisi kekuatan, kata dia, besi memiliki kelebihan. Dari sisi perawatan, stainless steel juga tidak kalah dari alumunium. Yang lebih penting lagi, menurut Stefan, rangka bus mereka yang menggunakan stainless steel bisa berselisih hingga 400 Kg dari bus berangka aluminium.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)










