Bus double-decker Karoseri Tentrem masih satu keluarga Avante. Hanya saja, menurut Yohan, penyebutan modelnya sudah mengikuti nomenklatur model produk Karoseri Tentrem. Namanya lengkap bus double-decker ini cukup singkat Avante D2. Kode model D2 menjadi penanda untuk bus double-decker.
Yohan menjelaskan, mulai tahun ini Karoseri Laksana mulai menerapkan standar untuk produksi busnya. Tidak hanya model, tetapi sejak awal dibangun bus harus mengikuti standar rancang bangun ECE.R66 yang menjadi acuan bus-bus di Eropa. Selain itu, kata dia, adanya imbauan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi untuk bus Indonesia yang memiliki standard keselamatan, juga menjadi salah satu alasan pembenahan produknya. Hal itu diungkapkan Yohan saat publikasi produk Karoseri Tentrem sekaligus pengenalan perdana bus Avante D2 kepada pelanggan, Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Jawa Timur.

Di pameran GIIAS 2019, Yohan dan tim desain Karoseri Tentrem mengungkapkan proses mendesain Avante D2 dari awal. Menurut Yohan, sebelum merancang, mereka menerapkan rancang bangun pada perangkat lunak komputer untuk menghitung kekuatan struktur. Berbasis rangka Avante single deck yang dikembangkan menjadi bus berlantai dua. Dalam perangkat yang sudah memenuhi standar ECE.R66 itu, dibuat simulasi uji guling. Setelah yakin konstruksinya presisi dan kuat, lalu diaplikasikan untuk bus sesungguhnya.

Proses membangun bus Avante D2 ini memakan waktu lebih lama karena tergolong desain baru. Tim Desain Karoseri Tentrem Virsa Yanuar menambahkan, mereka harus memastikan dulu bentuk konstruksi sebelum menghiasi bus dengan balutan bodi dan asesoris yang pas. “Pertama kali eksterior yang kami desain adalah bagian depan dan belakang. Bentuk kaca, lampu dan lainnya kami sesuaikan dengan kontur bus yang direncanakan,” kata dia.
Selesai dengan bagian ini, Virza beralih ke bagian samping yang tak meninggalkan ciri khas Avante di bagian kaca pertama di sisi kiri dan kanan. Lekukan ornamen Avante masih dipertahankan dan disesuaikan dengan garis hubung kaca ke atas agar tampilan bus lebih menarik. Di bagian belakang sisi samping bus, konsep floating roof dari depan hingga ke belakang dengan aksen kaca menyambung dari depan, belakang hingga berputar cukup menarik. Di sisi atas bagian samping ini, ada ornamen tipis di ujung kaca depan mengarah ke belakang mempertegas ciri khas Avante.

Dari sisi interior, bagian lampu utama mulai dari depan dan belakang, diubah dari model Avante sebelumnya. Begitu pula garis bumper dan asesoris pemanis seperti lampu LED dan sein. Bersama Avante D2 semua lampu di model Avante untuk aplikasi varian lainnya juga berubah. Lampu penanda ketinggian bus juga ditempatkan dibagian dalam kaca, baik di lampu depan maupun belakang.
Di sisi interior, aplikasi interior Avante D2 dan versi single deck untuk bus kelas eksekutif juga masih sama. Asesoris yang menghiasi bagian atas kursi penumpang menampilkan desain baru. Desain ini juga digunakan untuk bus Avante single deck.
Karoseri Tentrem menampilkan bus Avante D2 dengan tawaran yang lebih menarik mata, dengan penyempurnaan beberapa bagian untuk bus double-decker di bandingkan bus karoseri lain. Tata cahaya lampu, khususnya di seputar tangga juga menjadi perhatian Yohan dan Tim desainnya.

Kemampuan Karoseri Tentrem membuat bus double-decker menjadi perhatian kalangan pengusaha bus. Selain PO. Harapan Jaya, pemilik bus double-decker yang dipamerkan Karoseri Tentrem, tidak sedikit pengusaha bus yang menengok bus double-decker ini. Maklumlah, dua karoseri lain, yakni Karoseri Laksana dan Karoseri Adiputro juga memamerkan bus double-decker mereka di Pameran GIIAS 2019.











