(Jakarta – haltebus.com) Scania melaporkan kemajuan pengurangan emisi baik dari operasinya sendiri maupun dari kendaraan yang digunakan. Laporan ini pertama kalinya sejak perusahaan yang berbasis di Södertälje, Swedia itu menetapkan target berbasis sains. Dalam operasinya sendiri, Scania telah menurunkan emisi karbon sebesar 43 persen dari tingkat tahun 2015.
Hasil itu dicapai melalui peningkatan efisiensi energi, pengurangan limbah energi dan transfer ke energi terbarukan. Ini berarti Scania berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pengurangan 50 persen pada tahun 2025 (lingkup 1 dan 2). “Kami lebih cepat dari rencana pengurangan emisi karbon dari operasi kami secara global, banyak berkat transisi kami ke listrik bebas fosil untuk semua lokasi produksi kami yang kami capai selama tahun 2020,” kata Presiden dan CEO Scania Henrik Henriksson dalam pernyataan Scania, Rabu (17/3/21).

Scania Citywide Low floor range/scania.com

Scania P 360 PHEV 6×2 rear-steer rigid
Scania 25 L BEV 6×2 rigid/scania.com
Dalam pernyataannya, Scania mengungkapkan mereka berkomitmen untuk mengurangi emisi CO2 dari produknya yang digunakan sebesar 20 persen. Target itu diharapkan bisa tercapai pada tahun 2025 (cakupan 3), dengan dasar perhitungan pergerakan dari titik di tahun 2015. “Kami juga melihat kemajuan dalam mengurangi emisi dari saat kendaraan kami digunakan, yang merupakan lebih dari 90 persen dari total emisi Scania,” lanjut Henriksson menambahkan.
Saat laporan ini ditulis, Scania berada di 95,8 persen, penurunan hanya di atas 4 persen. Dimulai dari 100 persen pada tahun 2015, Scania memiliki tujuan mencapai 80 persen pengurangan emisi karbon, paling lambat pada tahun 2025. Emisi karbon dari produk Scania yang digunakan diukur dengan baik, yaitu emisi yang dihasilkan dalam produksi bahan bakar atau listrik diperhitungkan.

Scania battery electric vehicles
Scania 25 L BEV 6×2 rigid
Scania Citywide Low floor, C-chassis BEV 4×2/scania.com

Scania P 320 PHEV 4×2 general cargo transport/scania.com
Langkah-langkah yang lebih signifikan sedang dilakukan Scania. Pabrikan bus dan truk itu terus bekerja sama dengan pelanggan mereka. Salah satu fokusnya adalah efisiensi energi di powertrain (motor penggerak) konvensional dan meningkatkan pangsa bahan bakar nabati. Scania menilai, langkah itu memiliki efek langsung serta retroaktif pada armada kendaraan yang masih beroperasi saat ini.
Selain itu, langkah Scania yang lain adalah meningkatkan volume kendaraan listrik. Mereka menargetkan, setidaknya satu aplikasi produk kendaraan listrik baru bisa diluncurkan secara komersial di segmen bus atau truk setiap tahun.
“Target iklim kami sangat tertanam dalam keputusan harian yang kami buat di seluruh perusahaan. Mereka sangat penting bagi strategi kami dan bagian dari target perusahaan kami. Mereka adalah Bintang Utara kita – pemandu yang menunjukkan arah kepada kita. Kami berusaha untuk terus meningkatkan kinerja lingkungan dari produk, proses, dan layanan kami,” ujar Henriksson. (naskah : mai/foto : scania.com)










