Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) PT. Daimler Commercial Vechiles Indonesia (DCVI) menanam ribuan bibit mangrove di Nusa Dua, Bali, Sabtu (18/6/22). Penanaman 5.281 bibit  mangrove ini adalah bagian dari kampanye PT. DCVI untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam kegiatan ini PT. DCVI menggandeng Forum Peduli Mangrove Bali komunitas yang dibentuk untuk merevitalisasi hutan mangrove di pulau Dewata itu.

 

“Indonesia merupakan negara kepulauan sekaligus negara tropis dengan garis pantai yang sangat panjang dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Luas mangrove Indonesia mencapai 3,3 juta hektar, mangrove terluas di dunia,” ujar General Manager PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Naeem Hassim.

 

General Manager PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia Neem Hassim menjelaskan produk Mercedes-benz Euro 4/mai

Penanaman bibit mangrove oleh PT. DCVI untuk mengurangi efek rumah kaca/dok. PT. DCVI

Naeem menjelaskan, beberapa penelitian menyebutkan satu hektar mangrove dapat menyerap sekitar 39,75 juta ton CO2 setiap tahunnya. Keberadaan mangrove, kata dia, berperan besar dalam penyerapan CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor di jalan. Dia berharap, kegiatan penanaman bibit mangrove bisa ikut mengembalikan kondisi alam menuju Indonesia yang lebih sehat.

 

Jumlah bibit yang ditanam juga mengikuti jumlah penjualan truk Mercedes-Benz dalam kurun tiga tahun terakhir. Selain itu, pemerintah Indonesia juga memiliki program penghijauan pantai. “Sebagai produsen, kami ingin mengembalikan sebagian alam yang telah terkikis untuk menuju Indonesia yang sehat. Daimler Commercial Vehicles Indonesia percaya bahwa program ini dapat menghijaukan kembali pantai-pantai di Provinsi Bali. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar dapat melestarikan hutan mangrove dan memanfaatkannya secara alami.” kata Naeem menjelaskan.

 

Sementara itu, Head of Product & Marketing PT. DCVI Faustina menambahkan, kegiatan ini dapat memberikan kontribusi kepada kelangsungan hidup ekosistem dan lingkungan, serta membantu terciptanya hutan mangrove alami yang dapat mencegah abrasi, mengurangi polutan dan limbah di laut. “Kami berharap penanaman bibit mangrove ini dapat berkontribusi dalam mengurangi pemanasan global, dan kedepannya hutan mangrove ini dapat dijadikan sebagai habitat alami,” katanya.

 

PT. DCVI dan dealer resmi menanam 5.281 bibit mangrove di Nusa Dua, Bali, jumlah itu setara dengan jumlah unit kendaraan komersial Mercedes-Benz yang terjual selama tiga tahun terakhir/dok. PT. DCVI

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier di Istana Bogor, Kamis (16/6/22)/dok. BPMI Setpres

Presiden Joko Widodo berterima kasih pada Pemerintah Jerman dan mengundang pihak-pihak di Jerman untuk berinvestasi di sumber energi terbarukan di Indonesia/dok. BPMI Setpres

Saat menerima kunjungan Presiden Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier di Istana Bogor, Kamis (16/6/22), Presiden Joko Widodo berterima kasih pada pemerintah Jerman. Presiden yang akrab disapa Jokowi ini menyampaikan apresiasinya atas dukungan Jerman dalam Green Infrastructure Initiative (GII) senilai 2,5 miliar Euro. Ini adalah program inisiatif yang salah satunya termasuk pembangunan pusat mangrove dunia di Indonesia yang baru diresmikan. Ada pula integrasi transmisi hijau di Sulawesi Utara senilai 150 juta Euro serta pilot project pengembangan energi geothermal senilai 300 juta Euro. “Saya mengajak Jerman menjadi mitra Indonesia dalam mengolah potensi-potensi sumber-sumber energi baru terbarukan di Indonesia,” ucap kata Jokowi.

 

Prakarsa Infrastruktur Hijau (GII) adalah kerja sama antara pemerintah Indonesia-Jerman dalam mendukung upaya Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca secara berkelanjutan. GII menjadi bagian dari inisiatif iklim Indonesia-Jerman yang disepakati dalam perundingan bilateral pada 1 Oktober 2019 di Berlin. Dalam laman gii.maritim.go.id disebutkan, GII menyediakan fasilitas Kerjasama Keuangan (KK) selama lima tahun dengan nilai mencapai EUR 2,5 miliar untuk mendukung proyek infrastruktur yang relevan dengan lingkungan dan/atau iklim melalui pinjaman bersubsidi dan pinjaman promosi yang disalurkan melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW).

 

Proses produksi kendaraan komersial Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor/Dok. PT. DCVI

PT. DCVI memiliki visi Better Future For You seiring dengan penerapan standar emisi Euro 4 di Indonesia/dok. PT.DCVI

Investasi GII, disebutkan berupaya mempromosikan infrastruktur hijau di Indonesia dalam tiga sektor tematik yaitu : Pengelolaan Sampah Padat, Pengelolaan Air dan Limbah Cair, dan Angkutan Umum Perkotaan.

 

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) diberi mandat untuk mengoordinasikan dan mempercepat perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur prioritas ini. (naskah : mai/foto : dok. PT. DCVI/BPMI Setpres/mai)

Banner Content