(Jakarta – haltebus.com) Pameran Busworld Southeast Asia siap digelar Rabu (5/9/22). Peserta pameran sibuk mempersiapkan kendaraan mereka, Selasa (4/9/22). Ada enam kendaraan listrik beragam model yang akan menjadi sorotan menarik dalam pameran yang akan berlangsung selama tiga hari itu.
“Ada enam bus listrik beragam ukuram yang siap dipamerkan. Yang menarik ada dua bus yang dibuat di Indonesia salah satunya bisa disebut produk Indonesia,” ujar Direktur Utama PT. GEM Indonesia, Baki Lee di sela-sela persiapan pameran.
PT. GEM Indonesia menjadi mitra Busworld untuk mengadakan pameran Busworld Southeast Asia di Jakarta. Pada pameran kedua ini diikuti oleh empat karoseri, ada Karoseri Adiputro, Karoseri Laksana, Karoseri New Armada dan Karoseri Tentrem.
Sementara ada dua pabrikan, Golden Dragon Bersama Agen Pemegang Merek (APM) PT. Sinar Armada Globalindo (SAG) dan Zhongtong Bersama APM PT. Mobilindo Armada Cemerlang (MAC).
Menurut Baki, pameran Busworld di Jakarta ini tergolong lebih banyak peserta karoseri dan jumlah kendaraan yang dipajang. Ada 15 unit kendaraan yang dipamerkan, enam diantaranya adalah kendaraan listrik. Dia mengungkapkan, saat ini menjadi momen terbaik Busworld untuk memperkenalkan kendaraan listrik.
Pada 13 September lalu, ada instruksi Presiden Joko Widodo agar seluruh instansi pemerintah di pusat dan daerah menggunakan kendaraan listrik. Baki menyatakan, kesempatan yang sangat baik memperkenalkan bus-bus listrik. “Baiknya nanti peserta pameran yang menjelaskan, kami gak sampai ke sana,” kata dia.
Dia menambahkan, ada satu area khusus untuk memajang bus klasik. Meski tak banyak bus yang dipajang, Baki yakin bus klasik tetap memiliki daya tarik untuk pengunjung.
“Kami hadirkan juga dua unit bus klasik, supaya tidak terputus pameran Indonesia Classic N Unique Bus. Tadinya kami mau focus persiapkan Busworld, tapi kok sayang ya pameran bus klasiknya,” kata Bali Lee.
Dua unit bus PO. Sumber Alam hadir di antara bus-bus baru di Busworld Southeast Asia. Meski pameran belum dimulai, ditengah kesibukan mempersiapkan booth, sejumlah orang berswafoto bersama dua bus klasik yang didatangkan dari Kutoarjo. Umumnya mereka tertarik dan takjub dengan bus yang sudah tidak banyak terlihat di jalan.
“Bus ini masih jalan gak ya? Apa kemarin ke sini ditowing? Teman saya ragu bus ini bisa jalan,” begitu pertanyaan yang dilontarkan Mekanik PT. MAC, Raharja.
Raharja mengaku terlibat disksusi seru menerka-nerka bus klasik itu. Suharno, pengemudi dan Mekanik PT. Sumber Alam Ekspress lalu terlibat diskusi serius dengan Raharja dan rekannya.
Seorang perempuan dari Aditi salah satu kontraktor yang membangun booth pameran berkomentar, “Ini bus yang putih bus saya waktu SD, tadi sudah saya foto dan kirim ke grup teman-teman SD saya.”
Busworld Southeast Asia juga disertai dengan konferensi yang akan membahas perkembangan industry bus di Indonesia dan Kawasan Asia Tenggara. Indonesia Transport and Development Policy yang juga menjadi mitra akan membawakan topik peralihan angkutan umum menuju era kendaraan listrik. Mitra Busworld dari India, Association of State Road Transport Undertakings (ASTRU) juga akan hadir berbagi informasi dalam Busworld Southeast Asia Conference. (naskah : Mai/foto : mai)
















