(Jakarta – haltebus.com) Dua perusahaan bus pelanggan Hino Indonesia mendapat penghargaan sebagai bentuk apresiasi bus yang mereka operasikan sudah mencatatkan perjalanan 1 juta km tanpa overhaul. Chief Operating Officer PT. Hino Motors Sales Indonesia, Santiko Wardoyo menyerahkan langsung penghargaan kepada PO. Garuda Mas, PO. Laju Prima dan PO. Murni Jaya di Hino Customer Total Support Customer Center (HTSCC), Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (14/12/22).

 

“Satu juta kilometer tanpa overhaul membuktikan Bus Hino memiliki kualitas yang mumpuni dan performa mesin yang tangguh. Tentunya ini membuat para pengusaha menjadi lebih hemat, dan menguntungkan secara bisnis. Karena operasional kendaraan menjadi lebih maksimal,” ujar Santiko.

 

PO. Laju Prima dan PO. Murni Jaya (Hiba Group) membuktikan keandalan Bus Hino dengan catatan 1 juta km tanpa overhaul melalui perawatan yang baik.

COO PT. Hino Motor Sales Indonesia, Santiko Wardoyo menyerahkan penghargaan untuk PO. Garuda Mas.

Sebagai pelanggan bus Hino yang loyal, ketiga perusahaan bus itu banyak menggunakan bus Hino sebagai armadanya. Ada 16 unit bus milik PO. Garuda Mas, 12 unit PO. Murni Jaya dan 23 unit PO. Laju Prima yang kesemuanya adalah bus Hino R260 berhasil mencapai 1 juta km. Keseluruhan bus adalah bus bertrayek Antar Kota Antar Provinsi dengan tujuan Jabodetabek keberbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bus-bus yang tercatat sudah melampaui rekor 1 juta km itu memiliki vehicle identification number (VIN) atau tahun pembuatan 2011.

 

Santiko menyambut baik dengan capaian pelanggan Bus Hino ini. Banyaknya perusahaan bus yang menggunakan Hino yang mencapai jarak tempuh 1 juta km, kata dia, juga menunjukkan perawatan kendaraan secara rutin dan penggunaan suku cadang terus dijaga. Perawatan kendaraan, lanjut dia, juga bagian dari upaya mewujudkan keselamatan di perjalanan.

 

Di tempat yang sama, Kepala Perawatan Hiba Group yang menaungi PO. Laju Prima dan PO. Murni Jaya, Yadi Karyadi menjelaskan, pihaknya selalu menjaga keandalan armadanya. Dia mengungkapkan, ada beberapa tahap perawatan. Ada monitoring perawatan secara sistemik, termasuk memberikan kartu penanda perawatan di dalam bus seperti yang banyak ditemukan pada kendaraan pribadi yang dirawat di bengkel resmi agen pemegang merek. Ada juga perawatan dengan mekanik yang terlatih dan terutama menggunakan suku cadang asli Hino. Tahapan ketiga, koreksi yang dilakukan oleh pengemudi selama mengoperasikan busnya.

 

“Kami merawat lebih dari seribu unit bus, karena itu kami harus memiliki sistem yang baik. Alhamdulillah Hino juga mendukung kami dengan adanya sistem konsinyasi suku cadang, perawatan jadi lebih mudah,” ujar Yadi.

 

Hino Total Support Customer Center tak sekedar mendukung pelanggan, tetapi juga berupaya mewujudkan jalan raya yang aman.

Di Hino Total Support Customer Center tersedia seluruh produk Hino untuk praktek pengemudi.

Menurut Yadi, perawatan bus sangat diperlukan untuk menjaga keandalan operasional. Pengecekan oli, pengecekan rem, serta penggantian suku cadang harus diperhatikan. Dia mengungkapkan, di bengkel Hiba Group ada alat untuk mengecek brake fluid, kadar kandungan oli yang dikeluarkan dari mesin setiap pergantian oli juga diperhatikan. “Ada batas dimana kita bisa mengetahui, ada piston yang tergerus. Ini bisa terdeteksi dari senyawa apa saja yang terkandung dalam oli yang kita keluarkan dari mesin saat pergantian,” kata dia lagi.

 

Pengalaman PO. Garuda Mas untuk Bus Hino mereka yang mencapai 1 juta km tak jauh berbeda. Menurut Deni, Tim Teknik perusahaan yang berkantor di Pulogadung itu, pihaknya banyak terbantu dengan layanan Hino Indonesia. Ketersediaan suku cadang yang sewaktu-waktu mereka butuhkan sangat mendukung perawatan armada mereka.

 

Dukungan lain yang dirasakan PO. Garuda Mas adalah pelatihan pengemudi dan mekanik. Hino Indonesia memiliki pusat pelatihan mekanik di Pusat Layanan Purna Jual di Jatake, Tangerang dan HTSCC yang mudai beroperasi Januari 2022 lalu.

 

Pembelajaran inspeksi harian pengemudi bus sekaligus pengenalan kendaraan yang mereka operasikan.

Pengemudi bus dilatih secara teori di ruang kelas

“Yang paling berkesan bagi kami, Hino mengundang mekanik kami untuk ikut pelatihan di Jatake. Di sana mekanik kami disiapkan segala keperluannya, termasuk akomodasi,” ujar Deni.

 

Menurut Santiko, filosofi Hino Indonesia : Total Support untuk pelanggan bukan sekedar melayani pelanggan. Dia mengungkapkan, Hino memiliki tanggungjawab moral baik langsung maupun tak langsung untuk keselamatan di jalan raya. Sedikitnya 320 ribu kendaraan komersial Hino (truk dan bus) yang beredar di Indonesia. Sejak 2014 Hino Indonesia sudah memulai membangun pusat pelatihan mekanik dan 2022 pusat pelatihan pengemudi. Selain itu ada juga kompetisi pengemudi yang ujungnya untuk mewujudkan keselamatan di jalan raya. (naskah : mai/foto : mai/dok. HMSI)

Banner Content