Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) Membuka tahun 2023, pabrikan komponen otomotif ZF menjalin kerja sama dengan penyedia transportasi otonom, Amerika Serikat, Beep Inc,. Keduanya sepakat mengoperasikan generasi terbaru ZF Autonomous Shuttle, kendaraan otonom tanpa pengemudi level 4 di jaringan layanan Beep di Lake Nona, Florida. ZF Next Generation Shuttle ini akan dipamerkan di Pameran Customer Electronics Show (CES), Las Vegas 5-8 Januari 2023.

 

“Untuk mengurangi emisi terkait lalu lintas di wilayah metropolitan, diperlukan pengurangan angkutan individu bermotor dan perluasan simultan pilihan mobilitas yang lebih berkelanjutan, efisien, nyaman, dan terjangkau,” ujar Executive VP Autonomous Mobility Systems ZF, Torsten Gollewski, Rabu (4/1/23).

 

ZF Next Generation Shuttle ini melengkapi model yang sudah ada. Pada model terbaru, kendaraan otonom ini dirancang untuk digunakan di jalur yang bercampur dengan lalu-lintas umum. Dalam waktu dekat, ZF bisa menawarkan dua jenis shuttle, satu untuk digunakan di jalur terpisah dan model baru, akan digunakan terutama di lingkungan perkotaan dan lalu lintas campuran. ZF dan Beep telah menandatangani perjanjian untuk membawa kendaraan otonom ini ke pasar Amerika Serikat.

 

ZF Next Generation, Autonomus Shuttle Level-4

Pada ZF Shuttle terbaru, kapasitas baterai bisa dipilih antara 50 dan 100 kWh, bisa menempuh jarak hamper 130 km dalam satu kali pengisian, dengan kecepatan maksimum awal 40 km/jam. ZF berencana mengembangkan kecepatan hingga 80 km/jam. Shuttle ini menawarkan kapasitas total 22 penumpang dengan maksimal 15 kursi.

 

Kendaraan ini sesuai dengan persyaratan UU Penyandang Disabilitas AS,  dilengkapi ramp otomatis dan pengikat kursi roda. Interior bisa disesuaikan dalam tata letak dan tingkat trim berbeda. Kendaraan all wheel drive independen yang bisa berbelok memungkinkan manuver lebih baik, bisa mengurangi jarak antara kendaraan dan trotoar saat mendekati perhentian. Kemampuan control kendaraan juga memungkinkan shuttle untuk bersandar dengan tepat dan melayani penumpang naik dan turun tanpa hambatan.

 

Dalam kerja sama dengan Beep, ZF akan mengirimkan beberapa ribu angkutan ke pelanggan selama beberapa tahun mendatang, menggabungkan Autonomous Transport System (ATS) ZF dengan layanan mobilitas Beep dan platform manajemen layanan menjadi satu sumber solusi mobilitas otonom.

 

Shuttle baru ini dilengkapi dengan teknologi sensor canggih yang terdiri dari lidar, radar, kamera, dan sistem audio yang memberikan deteksi lingkungan yang akurat. Ada pula teknologi lain seperti platform konektivitas ZF ProConnect, yang memungkinkan komunikasi dengan infrastruktur dan cloud, serta superkomputer ZF ProAI, sebagai tempat konvergensi data.

 

Joe Moye, Beep, (kiri) dan Josef Waldbauer, ZF, tantadatangi kerja sama strategis dihadiri Kevin Reid, Hinrich Woebcken, Dr. Holger Klein and Torsten Gollewski.

Driver Virtual, software AD ZF, memproses volume informasi yang sangat besar ini, memetakan strategi mengemudi yang aman menggunakan kecerdasan buatan, dan meneruskannya sebagai input ke aktuator on-board. Pengemudi virtual ini menggantikan pengemudi manusia, menghilangkan stir dan pedal rem. Sistem mengemudi ini dirancang dengan redudansi sehingga fungsionalitas penuh dan operabilitas kendaraan sangat andal. Dengan demikian, unit ProConnect dan ProAI di autonomous shuttle bekerja sama mengoperasikan ZF Virtual Driver. Semua komponen dan sistem ZF bersertifikasi Kelas Otomotif, memenuhi persyaratan keselamatan dan kualitas tinggi industri otomotif serta standar keamanan dunia maya yang berlaku.

 

Beep menghadirkan layanan kendaraan otonom sejak 2019. Mereka memberikan layanan mobilitas untuk komunitas pribadi dan publik dengan kendaraan otonom. Mulai dari perencanaan, operasional dan pengelolaan armada untuk angkutan penumpang first dan last mile. Selama tiga tahun, Beep menguji sejumlah kendaraan otonom hingga 100 ribu jam operasional. Saat ini, Beep sedang mengevaluasi sejumlah kemungkinan lokasi dan rute dengan pelanggan baru dan maupun pelanggan yang sudah ada.

 

“Kami sangat senang dapat bermitra dengan ZF untuk menghadirkan generasi pesawat ulang-alik berikutnya ke pasar di Amerika Serikat. Rangkaian lengkap layanan antar-jemput ZF, jaringan mitra AS, dan kendaraan kelas otomotifnya melengkapi jaringan mobilitas turnkey dan platform teknologi layanan otonom kami. Pesawat ulang-alik ini akan memungkinkan kami untuk terus mengejar visi kami untuk memperluas ekuitas mobilitas dan mengurangi emisi karbon, memperluas kasus penggunaan kami sambil memenuhi persyaratan industri untuk masa pakai, kinerja, dan keselamatan kendaraan,” kata Chief Executive Officer Beep, Joe Moye.

 

ZF tak hanya memasok autonomous shuttle, tetapi juga sebagai untuk seluruh siklus hidup shuttle-nya. Kerja sama dengan Beep ini juga mencakup pemeliharaan layanan yang komprehensif untuk memastikan pengoperasian yang lancar guna membantu memaksimalkan waktu operasional angkutan.

 

Area ZF Autonomous Shuttle penumpang yang fleksibel bisa menampung 22 orang untuk first-last mile dan ramah disabilitas.

“Untuk layanan, pelanggan dapat mengandalkan jaringan global ZF dengan 20 ribu mitra bengkel di seluruh dunia. Di Amerika Utara saja, kami memiliki 3 ribu mitra bengkel, sehingga dukungan pelanggan kami selalu menjadi prioritas,” tegas Marco Neubold, Vice President Industrial Aftermarket and Autonomous Mobility di ZF.

 

Anak perusahaan ZF Mobility Solutions menyediakan ekosistem lengkap sistem transportasi otonom, mulai konsultasi, perencanaan rute dan angkutan yang digunakan untuk konsultasi tentang infrastruktur yang diperlukan. Ada pula layanan charging dan manajemen armada. Layanan ini dapat diintegrasikan ke dalam sistem yang ada untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional.

 

Dengan peluncuran sistem autonomus shuttle ZF Grup mengambil peran utama dalam pengembangan transportasi umum di masa depan. “Hal ini sesuai dengan strategi kami untuk menghadirkan pengemudian otonom di Level 4 ke dalam penggunaan operasional terlebih dahulu dengan kendaraan komersial dan angkutan. Sistem transportasi otonom bukan lagi visi. Kami mulai dengan penerapannya”, Torsten Gollewski menekankan. (naskah : mai/foto : zf.com)

Banner Content