(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz merilis versi terbaru van listrik Mercedes-Benz eSprinter di pasar Amerika Serikat dan Kanada, Senin (5/2/24). Dalam rilis yang diterbitkan Mercedes-Benz, dari Newport Beach, California, AS, ada variasi pilihan mulai dengan dua model dasar dan panjang bodi hingga tiga kapasitas baterai dan juga varian tinggi bodi untuk kapasitas yang dibutuhkan pelanggan.
“Mercedes-Benz eSprinter baru menggarisbawahi klaim kami sebagai ‘Lead in Electric’ dan memulai tahap selanjutnya dari strategi elektrifikasi kami. Keserbagunaan dan fleksibilitasnya menjadikan eSprinter baru sebagai kendaraan ideal untuk berbagai aplikasi,” ujar Head of Mercedes-Benz Van, Mathias Geisen.
Mercedes-Benz eSprinter baru awalnya akan tersedia dalam bentuk van panel panjang dan atap tinggi di AS dan Kanada dengan baterai 113 kWh (kapasitas yang dapat digunakan), sementara pasar Eropa juga akan menerima baterai 56 kWh dan 81 kWh. Selain itu, eSprinter versi baru juga akan tersedia model pick-up untuk pertama kalinya. “Beragam model ini diharapkan menjadikan eSprinter sebagai kendaraan yang menarik bagi banyak industri baru dan juga bagi para upfitters,” begitu Mercedes-Benz menjelaskan.

Mercedes-Benz eSprinter terbaru yang serba guna dan memiliki banyak opsi untuk mendukung kebutuhan komersial.

Mercedes-Benz eSprinter tersedia dalam bodi panjang, pendek dengan pilihan tinggi, kapasitas baterai dan juga akan hadir model pick-up.
Baterai terbesar eSprinter diklaim mencapai 440 km (siklus WLTP). Jarak simulasi perkotaan mencapai 5301,2 km (siklus kota WLTP). Jangkauan yang diperluas ini ideal untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan maupun jarak yang lebih jauh.
Teknologi litium/besi fosfat menghilangkan penggunaan kobalt atau nikel dan ideal untuk kendaraan komersial ringan karena daya tahannya. Manajemen termal aktif meningkatkan efisiensi dengan dilengkapi standar pompa panas. eSprinter menawarkan kapasitas kargo hingga 14 meter kubik dan berat kotor kendaraan yang diizinkan hingga 4,25 ton. Dilengkapi berpenggerak roda belakang eSprinter sama praktisnya dengan mesin pembakaran internal.
eSprinter berbasis konsep baru yang terdiri dari tiga modul, memudahkan adaptasi platform ke banyak varian kendaraan. Modul depan berisi semua komponen tegangan tinggi dan dapat dikombinasikan dengan semua varian terlepas dari jarak sumbu roda dan ukuran baterai.
Baterai tegangan tinggi terintegrasi diletakkan di modul tengah, dimasukkan ke dalam wadah baterai kokoh di bagian bawah bodi mobil sehingga menghasilkan pusat gravitasi yang rendah, yang berdampak positif terhadap pengendalian kendaraan. Modul belakang menampung motor listrik kompak dan bertenaga, yang menggerakkan poros belakang.
Powertrain listrik pada eSprinter baru hasil dua pengembangan baru: motor efisien dan poros belakang elektrik yang canggih. Keduanya dipasang pertama kali di van baterai-listrik dari Mercedes-Benz. Masih mengandalkan permanent magnet synchronous motor (PSM), yang berbobot sekitar 130 kg, tersedia output puncak 100 atau 150 kilowatt dan torsi hingga 400 nm.
Fitur teknologi untuk pengendara yang tertanam di eSprinter juga canggih. Sudah berbasis layanan berbasis cloud dari ekosistem digital Mercedes me[3]. Sebagai permulaan, versi terbaru Mercedes‑Benz User Experience (MBUX) Mercedes-Benz passanger car juga ditawarkan untuk eSprinter baru. Ada pula fitur kontrol suara “Hey Mercedes” tersedia untuk pelanggan van, serta opsi personalisasi yang luas.
Untuk keselamatan, Mercedes-Benz melengkapi eSpinter dengan Active Brake Assist sebagai standar. Ada fitur Blind Spot Assist dan ATTENTION ASSIST. Ada opsi tambahan kaca spion digital dengan kaca spion konvensional yang dipasang di kaca depan, yang juga berfungsi sebagai kaca spion digital yang mentransmisikan gambar dari kamera High Dynamic Range yang dipasang di bagian luar bagian belakang atap. Ada yang menarik, kaca ini dilengkapi dengan sensor cahaya di bagian depan dan belakang dan secara otomatis menyesuaikan kecerahan layar dengan kondisi sekitar.
Ada pula tiga mode berkendara berbeda untuk kinerja dan konsumsi energi eSprinter. “Comfort” untuk performa dan torsi yang lengkap. “Economy” untuk membatasi tenaga mesin dalam mencapai efisiensi yang lebih tinggi dan “Maximum Range” untuk mengoptimalkan jangkauan kendaraan secara maksimal.
Dalam hal energi, eSprinter juga sudah dilengkapi pengereman regeneratif, yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik, membantu memaksimalkan jangkauan.
Ada empat tingkat pemulihan manual yang dapat dipilih (D-, D, D+, D++), namun pengemudi juga dapat beralih ke mode otomatis ‘D Auto’ yang canggih. Keuntungan fungsi otomatis ‘D Auto’ adalah mobil secara otomatis menentukan tingkat pemulihan energi berdasarkan situasi lalu lintas. Sistem secara otomatis menyesuaikan kekuatan penyembuhan untuk memastikan pemulihan yang optimal. ECO Assist di dasbor menunjukkan kepada pengemudi kapan harus melepaskan kaki dari pedal dan kemudian kendaraan dapat secara otomatis memilih kekuatan pemulihan yang tepat.
Mercedes-Benz eSprinter bisa mengisi daya dengan arus AC dan DC. Pengisi daya on-board, yang mengubah arus di dalam kendaraan saat mengisi daya dengan arus bolak-balik seperti di wallbox, memiliki daya pengisian maksimum sebesar 11 kilowatt. Untuk meminimalkan waktu pengisian, eSprinter bisa diisi daya hingga 115 kilowatt di fast charging station, dengan kemampuan mengisi 10-80 persen hingga 42 menit untuk baterai 113 kWh. (naskah : mai/foto : mercedes-benz.com)



















