(Jakarta – haltebus.com) TRATON GROUP mencapai rekor baru dalam penjualan yang tercatat 338,200 unit. Peningkatan penjualan untuk pertama kalinya dicapai di tahun 2023 atau naik 11 persen lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2022, TRATON GROUP menjual 305,500 kendaraan.

 

Dalam pernyataan yang dirilis Senin (22/1/24), TRANTON menyebut, peningkatan penjualan unit Grup disebabkan oleh tingginya order backlog, rantai pasokan yang semakin stabil, dan volume produksi yang lebih tinggi.

 

“Merek kami mampu terus menstabilkan dan meningkatkan produksi pada tahun 2023 dan secara bertahap mengurangi simpanan pesanan yang tinggi. Hal ini memungkinkan kami meningkatkan penjualan unit kami sebesar 11% dibandingkan tahun lalu dan mencapai rekor baru. Meskipun rantai pasokan belum sepenuhnya stabil, kami berhasil mengirimkan kendaraan ke pelanggan dengan waktu tunggu yang lebih singkat. Permintaan di Eropa terus kembali normal, dan buku pesanan kami terisi dengan baik, dengan cukup pesanan hingga paruh kedua tahun ini. Hal ini membuat saya yakin bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun kesuksesan bagi TRATON dan pelanggan kami,” ujar CEO TRATON GROUP, Christian Levin.

 

 

 

Traton GroupTRATON GroupBisnis truk TRATON GROUP berkontribusi besar dengan pertumbuhan penjualan sebesar 11 persen menjadi 281.300 unit (2022: 254.300 unit). Penjualan bus naik 2 persen menjadi 30.300 unit (2022: 29.600 unit). Penjualan van MAN TGE mencapai 26.600 unit (2022: 21.600 unit), meningkat dari tahun ke tahun sebesar 23 persen.

 

Menyusul pesanan masuk yang sangat tinggi tahun sebelumnya, TRATON GROUP mencatat penurunan pesanan masuk sebesar 21 persen pada 2023 menjadi 264,800 unit (2022: 334,600 unit).

 

Pada saat yang sama, permintaan dipengaruhi oleh ketidakpastian pembangunan ekonomi dan lingkungan pendanaan yang lebih sulit. Penerimaan pesanan sangat terbatas di Amerika Utara karena tingginya simpanan pesanan. Pesanan masuk di Amerika Selatan dipengaruhi oleh efek pull-forward yang dihasilkan dari standar emisi yang lebih ketat yang berlaku sejak awal 2023. “Rasio book-to-bill, atau rasio pesanan masuk terhadap penjualan unit, menurun dari 1,1 menjadi 0,8, yang berarti akan memungkinkan kami mengurangi waktu pengiriman pada tahun 2024 demi keuntungan pelanggan kami,” begitu TRATON menggambarkan.

 

Pesanan truk yang masuk turun 23 persen menjadi 210.600 unit (2022: 274.300 unit). Penurunan sebesar 8 persen menjadi 29.800 unit (2022: 32.300 unit) terjadi pada bisnis bus. Pesanan van MAN TGE yang masuk turun 13 persen menjadi 24.400 unit (2022: 28.000 unit).

 

TRATON GroupSecara merek, Scania mengalami peningkatan penjualan pada 2023 sebesar 14 persen menjadi 96.700 unit (2022: 85.200 unit). Penjualan truk naik 14 persen menjadi 91.700 unit (2022: 80.200 unit). Penjualan bus meningkat 2 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 5.100 unit (2022: 5.000 unit). Pada akhir tahun, pesanan masuk Scania mencapai 84.100 unit (2022: 82.100 unit) meningkat sebesar 2 persen.

 

Total penjualan MAN Truck & Bus meningkatkan sebesar 37 persen menjadi 116.000 unit (2022: 84.500 unit). Penjualan pada periode tahun sebelumnya sangat terdampak oleh penghentian produksi selama enam minggu di beberapa pabrik.

 

Pertumbuhan merek MAN terkuat dilaporkan pada penjualan truk dengan peningkatan sebesar 44 persen menjadi 83.700 unit (2022: 58.100 unit). Penjualan bus meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5.700 unit (2022: 4.800 unit). Penjualan van MAN TGE mencapai 26.600 unit (2022: 21.600 unit), meningkat sebesar 23 persen. Pesanan masuk MAN Truck & Bus turun 21 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 86.800 unit(2022: 109.700 unit). Penurunan ini terutama disebabkan oleh ketidakpastian perekonomian di pasar Eropa.

 

TRATON GroupSementara Navistar mencatat penjualan sebanyak 88.900 unit (2022: 81.900 unit) pada 2023, lebih tinggi 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan truk meningkat sebesar 9 persen menjadi 75.500 unit (2022: 69.100 unit), sedangkan penjualan bus meningkat 4 persen menjadi 13.400 unit (2022: 12.800 unit). Pesanan masuk menurun sebesar 29 persen menjadi 60.900 unit (2022: 86.000 unit) karena sebagian besar pesanan untuk tahun 2023 telah dipesan pada 2022. Navistar tetap membatasi penerimaan pesanan baru untuk tahun 2024 karena tingginya simpanan pesanan.

 

Volkswagen Truck & Bus mengalami penurunan penjualan sebesar 31 persen menjadi 37.200 unit (2022: 54.100 unit) pada 2023. Penjualan truk turun 34 persen menjadi 31.000 unit (2022: 47.100 unit) sebagai akibat dari peraturan emisi yang baru diperkenalkan. Untuk penjualan bus, ada penurunan 12 persen dengan jumlah 6.300 unit (2022: 7.100 unit). Pesanan masuk turun 41 persen menjadi 33.700 unit (2022: 57.000 unit). (naskah : mai/foto : TRATONGroup)

Banner Content