(Jakarta – haltebus.com) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau agar angkutan barang harus bisa mengadopsi kemajuan teknologi, untuk menciptakan layanan yang efektif dan efisien. Imbauan disampaikan Menhub saat membuka diskusi bersama Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) yang mengusung tema Menjaga Keselamatan dan Penerapan Digitalisasi pada Manajemen Transportasi Darat. Kegiatan yang diselenggarakan di Pameran GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo ini berlangsung di JC Senayan, Jakarta Jumat (8/3/24).

 

“Penyelenggaraan pelayanan angkutan barang merupakan tanggung jawab yang besar, tidak hanya barang yang harus sampai tujuan dengan selamat serta terintegrasi dengan moda transportasi lain, tetapi angkutan barang juga harus mengadopsi kemajuan teknologi melalui penerapan transformasi digital,” ujar Budi.

 

Menurut Budi, transformasi digital ini harus segera disesuaikan dan dioptimalkan penggunaannya dalam manajemen perusahaan transportasi angkutan barang, diantaranya dalam hal digitalisasi layanan.

 

Budi Karya Sumadi

Menhub Budi Karya Sumadi perusahaan angkutan barang mengadopsi teknologi.

“Kementerian Perhubungan terus mendorong digitalisasi layanan di seluruh sektor transportasi di Indonesia. Digitalisasi merupakan solusi tepat untuk memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien serta memastikan adanya proses transparansi,” katanya Lgi.

 

Direktorat Jenderal Pehubungan Darat memiliki Aplikasi MitraDarat yang memiliki fitur Fleet Management System (FMS). Fitur ini berfungsi agar masyarakat dapat memantau jadwal dan kedatangan bus.

 

Saat ini FMS sudah diterapkan di lebih dari 15 layanan BRT meliputi 20 kota dan lebih dari 1.500 bus. Fleet Management System akan diterapkan pada angkutan barang, baik angkutan barang komersil maupun angkutan barang perintis. Digitalisasi pelayanan perizinan berbasis digital juga telah diterapkan Ditjen Darat melakui aplikasi yang sama.

 

“Tiga faktor utama penyebab kecelakaan belakangan ini adalah karena kondisi jalan yang dilalui, kondisi SDM pengemudi, serta kondisi kendaraan yang dioperasikan. Tentu dalam menghadapi tantangan tersebut, kolaborasi antar sektor dan pihak yang berkepentingan sangatlah penting guna memastikan penyelenggaraan angkutan barang dapat berjalan dengan lancar, aman dan selamat,” ujar Budi. (naskah : mai/foto : dok. Kemenhub)

Banner Content