(Jakarta – haltebus.com) Dua FUSO eCanter beroperasi sebagai armada DB SCHENKER di Finlandia Utara sejak awal tahun 2024. Ini menjadi truk listrik Daimler Truck yang beroperasi di belahan bumi paling Utara, sekaligus membuktikan kemampuan FUSO eCanter baterai-listrik di kondisi cuaca di dekat Lingkaran Arktik, salah satu wilayah terdingin di Eropa.

 

Head of Land Transport DB SCHENKER di Finlandia, Harald Knaapinen menngungkapkan, penggunaan FUSO eCanter merupakan bagian dari strategi mereka. Dia mengatakan, DB SCHENKER juga ingin memainkan peran sebagai perintis logistik berkelanjutan di Finlandia. Menurut dia, mengurangi emisi CO2 dan investasi transportasi listrik sangat penting bagi mereka di Finlandia.

 

“Di Finlandia, transportasi parsel menyumbang sebagian besar lalu lintas penjemputan dan pengiriman barang. eCanter saat ini adalah kendaraan yang ideal untuk aplikasi ini. Dan penerapan kedua kendaraan itu di wilayah Utara Finlandia dengan kondisi cuaca ekstremnya merupakan peluang unik bagi kami, yang pada dasarnya merupakan ujian akhir,” ujar Knaapinen, Kamis (7/3/24).

 

FUSO eCanter DB SCHENKER

FUSO eCanter 7C18e bersumbu 3400mm dengan paket baterai M milik DB SCHENKER beroperasi di Kuusamo, Finlandia yang bisa bersuhu mencapai -30 derajat Celcius.

FUSO eCanter DB SCHENKER

Terminal Manager DB SCHENKER Hub, Sami Määtä mengemudikan langsung FUSO eCanter DB Schenker di Kuusamo, Finlandia, tanpa kendala sejak awal tahun 2024.

Kedua FUSO eCanter dioperasikan di Kuusamo, di ujung Timur Laut Finlandia. Di sana salju sering kali mencapai kedalaman beberapa meter antara Oktober dan April, dengan suhu terendah -30 derajat. Dari hub DB SCHENKER di Kuusamo, eCanter mulai dioperasikan untuk pengiriman jarak jauh. Satu FUSO eCanter lainnya dikerahkan di Oulu, sekitar 200 km Barat Daya Kuusamo.

 

Terminal Manager DB SCHENKER Hub di Kuusamo, Sami Määtä menyatakan, “Kendaraan menyala dengan sempurna setiap hari. Dengan suhu rendah yang terjadi di musim dingin, masyarakat Kuusamo terbiasa dengan hal yang berbeda dari kendaraan diesel dari waktu ke waktu.”

 

Määtä yang juga mengemudikan eCanter, merasakan langsung berkendara lebih dari 1.200 km dengan eCanter dalam beberapa minggu terakhir, mengirimkan barang ke pelanggan. Dia bisa menilai saat charging baterai dilakukan di kantor/pool, karyawan DB SCHENKER merencanakan rute untuk hari itu. Efisiensi waktu tunggu selama proses bbm untuk mesin diesel bisa dihilangkan sepenuhnya.

 

“Saya tidak pernah terdampar dengan baterai kosong. Saya merencanakan rute saya dan kendaraan kami yang lain sesuai dengan itu,” kata Määtä.

 

FUSO eCanter DB SCHENKER

Pengisian baterai FUSO eCanter 7C18e di Kuusamo tak mengalami kendala berarti, didukung perencanaan rute yang tepat.

FUSO eCanter DB SCHENKER

Sambil menunggu FUSO eCanter 7C18e mengisi baterainya di Kuusamo, tim DB SCHENKER bisa mententukan jadwal pengiriman berikutnya.

Daimler Truck menyebut, perencanaan ini akan menjadi lebih mudah ketika kendaraan memiliki jangkauan yang lebih jauh di bulan-bulan hangat. “DB SCHENKER menantikan bulan-bulan mendatang dan ingin mendapatkan pengalaman lebih jauh dengan kendaraan tersebut sepanjang tahun,” begitu Daimler menyatakan.

 

DB SCHENKER mengambil keputusan untuk mengerahkan dua kendaraan pertama model eCanter saat ini di dua lokasi yang menantang itu. Sejauh ini, eCanter sepenuhnya menunjukkan keunggulannya. Berkat prakondisi listrik, kendaraan dapat diatur ke suhu pengoperasian ideal sebelum dioperasikan. Hal ini menyenangkan bagi pengemudi – terutama di musim dingin Finlandia – tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan jangkauan dan masa pakai baterai.

 

“Saya benar-benar ingin kami menggunakan eCanter di sini dan menyangkal prasangka bahwa Anda tidak bisa melakukan apa pun dengan truk listrik dalam kondisi cuaca seperti ini,” ujar Head of Terminal Area DB SCHENKER Northern Finland, Raino Mourujärvi.

 

DB SCHENKER adalah salah satu pelanggan FUSO eCanter pertama di Eropa dan memperkenalkan model eCanter saat ini untuk menjadi armadanya di Jerman, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya beberapa tahun lalu, dimulai di Berlin pada 2018. Saat ini, ada 52 unit FUSO eCanter (model saat ini dan sebelumnya) beroperasi untuk DB SCHENKER di Eropa.

 

FUSO eCanter DB SCHENKER

Keandalan truk listrik sering menjadi keraguan bagi perusahaan pengiriman, namun DB SCHENCKER setia menggunakan FUSO eCanter sejak awal model truk listik ini diluncurkan.

FUSO eCanter DB SCHENKER

FUSO eCanter 7C18e DB SCHENKER dengan jarak sumbu 3400mm paket baterai M beroperasi di Kuusamo, Finlandia.

“Feedback yang kami terima mengenai eCanter dari DB SCHENKER selama beberapa tahun terakhir sangat berharga bagi kami. Kami telah memasukkan feedback tersebut langsung dalam pengembangan eCanter Next Generation. Kami senang DB SCHENKER kini juga menggunakan model baru ini dalam jaringan armadanya di seluruh Eropa,” kata Head of Sales & Customer Services Fuso Europe, Florian Schulz.

 

Schulz mengapresiasi kerja sama yang baik dengan DB SCHENKER. FUSO eCanter yang sekarang ada di pasar dengan variannya yang beragam membuat kendaraan ini semakin diminati DB SCHENKER. Jarak sumbu roda yang lebih besar dan kemungkinan muatan yang lebih tinggi dari model 7,49 ton serta jangkauan yang lebih jauh sudah membuktikan kelayakannya untuk digunakan, sama seperti yang ditunjukkan FUSO eCanter di Kuusamo dan Oulu.

 

FUSO sudah melakukan perubahan pada eCanter Next Generation untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Jika sebelumnya truk listrik hanya tersedia versi 7,49 ton dan jarak sumbu roda 3.400 mm, kini memiliki ada enam pilihan jarak sumbu roda antara 2.500-4.750 mm dan GVW 4,25-8,55 ton yang bisa dipilih pelanggan. Muatan Chassis mencapai 5 ton. FUSO eCanter Next Generation ditopang motor listrik 110 kW (GVW 4,25 dan 6 ton) atau 129 kW (GVW 7,49 dan 8,55 ton) dengan driveline yang dioptimalkan dan torsi 430 Nm, kecepatan maksimum adalah 89 km/jam (diatur).

 

Masih ada lagi pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, yakni untuk paket baterai mengikuti pilihan jarak sumbu dan tonase kendaraan. Tersedia tiga paket baterai : S, M, dan L untuk baterai teknologi sel lithium iron phosphate (LFP). FUSO memilih teknologi ini karena masa pakai yang lama dan energi yang lebih yang dapat digunakan. Baterai pada paket S berkapasitas nominal 41 kWh dan bisa menempuh jarak hingga 70 km. Paket M, kapasitas nominalnya 83 kWh dan jangkauan hingga 140 km. Untuk paket L menawarkan kapasitas nominal 124 kWh dan jangkauan hingga 200 km.

 

FUSO eCanter DB SCHENKER

Bersama DB SCHENKER, tim pengembangan FUSO eCanter mendapat feedback berharga selama pengoperasian riil dalam pengiriman barang.

FUSO eCanter DB SCHENKER

FUSO eCanter NEXT Generation kiri tersedia dalam varian yang bisa dipilih berdasarkan wheelbase, GWV-kapasitas angkut dan paket baterai untuk beragam kebutuhan pengiriman barang.

“Perkiraan jarak tempuh dan penggunaan baterai selama operasional harian dengan lalu lintas distribusi ringan. Jangkauannya dapat ditingkatkan lebih jauh lagi dengan pemulihan, yang juga meminimalkan jeda charging,” begitu Daimler menjelaskan.

 

Baterai FUSO eCanter Next Generation bisa diisi dengan charger AC dan DC untuk semua voltase utama yang ada di pasaran. Standar pengisian dayanya adalah Combined Charging System (CCS) dan bisa diaplikasikan pada charger hingga 104 kW. Pengisian cepat DC dari kapasitas 20-80 persen menghabiskan waktu 24 menit untuk paket S, 26 menit untuk paket M dan 39 menit untuk paket L. Paket baterai S bisa diisi pada charger hingga 70 kW, sementara untuk baterai paket M dan paket L bisa diisi dengan charger hingga 104 kW. Untuk pengisian dengan charger AC (11 dan 22 kW) memerlukan waktu antara empat dan enam jam, tergantung pada baterainya. (naskah : mai/foto : daimlertruck.com)

Banner Content