(Jakarta – haltebus.com) Scania memperkenalkan konsep Complete Fleet untuk layanan digital mereka dengan pendekatan baru. Kini, semua merek atau jenis kendaraan yang dimiliki pelanggan, bisa mendapat akses komprehensif yang sama ke berbagai layanan digital Scania yang terus berkembang. Mulai penentuan posisi armada, takograf, laporan kinerja, dan perencanaan layanan.
“Scania ingin bersama dengan pelanggan kami sepanjang perjalanan mereka, dan pengenalan Armada Lengkap adalah contoh terbaru tentang bagaimana kami dapat mendukung mereka dengan kompatibilitas lintas sistem sekarang dan di masa mendatang,” kata Acting Head of Service Portfolio and Delivery di Scania, Andrea Wetterberg, Selasa (19/11/24).
Konsep Complete Fleet ini merupakan respons Scania atas realitas industri pengangkutan yang kompleks dan berlapis-lapis saat ini. Dengan mengintegrasikan seluruh armada dan trailer pelanggan ke dalam rangkaian lengkap layanan digital Scania, perusahaan angkutan pemilik armada tidak hanya menghubungkan kendaraan Scania mereka tetapi juga kendaraan dari produsen truk lainnya.
Complete Fleet bisa diaplikasi untuk berbagai merek dan armada dengan bahan bakar campuran, termasuk kendaraan berbahan bakar gas, biofuel, baterai-listrik, mesin pembakaran, dan hibrida listrik plug-in.
Scania menyatakan, pendekatan Complete Fleet memungkinkan pemilik perusahaan transportasi untuk memiliki visibilitas, kontrol, dan efisiensi energi yang lebih baik untuk seluruh armada. Scania memahami kebutuhan operasional pelanggan setia yang memiliki merek kendaraan di luar Scania, serta beragam bodi truk dan trailer.
Selain itu, industri pengangkutan di Eropa saat ini memiliki lebih banyak trailer daripada truk di jalan raya. Armada trailer memiliki ketahanan lebih lama dari pada kendaraan. Dalam banyak kasus, trailer lama yang masih digunakan dengan kendaraan penarik berteknologi lebih baru, sehingga armada yang tersedia tidak saling tidak terhubung. Banyak kendala dalam mengoperasikan trailer, mulai dari sulit ditemukan hingga sulitnya mengelola armada trailer.
Saat ini, Scania juga melihat, banyak perusahaan transportasi yang memerlukan bantuan dalam operasional menyeluruh atas armada mereka. Sehingga tidak sedikit yang memilih untuk memasang tambahan satu sistem telematika tertentu untuk mengelola berbagai kendaraan atau trailer mereka.
Ini adalah pendekatan yang tidak efisien dan mahal, padahal seharusnya berada di jalan untuk menjaga rantai pasokan tetap berjalan dan menghasilkan uang bagi pemiliknya. Sistem telematika yang dipasang di pabrik yang khusus untuk berbagai merek kendaraan mereka juga bisa membuat perencanaan armada secara keseluruhan menjadi proses yang terfragmentasi dan tidak efisien. Tidak memiliki konektivitas atau gambaran umum sebagian armada berdampak negatif pada pemanfaatan dan efisiensi, dan merupakan faktor rumit lainnya untuk keseluruhan operasi transportasi.
“Dengan menawarkan layanan digital yang terpadu dan berkembang dengan data yang konsisten di semua merek kendaraan dan trailer, kami memberikan transparansi dan keamanan, efisiensi biaya, dan penghematan energi kepada pemilik perusahaan pengangkutan masa kini di seluruh armada mereka,” ujar Wetterberg menjelaskan. (naskah : mai/foto : scania.com)











