(Jakarta – haltebus.com) Scania AB, produsen kendaraan komersial global membangun kolaborasi bersama perusahaan komponen SKF dan anak perusahaan Scania LOTS Group untuk ekosistem truk listrik di Swedia. Ketiga perusahaan memulai rute transportasi barang menggunakan truk listrik baterai Scania yang melibatkan perusahaan logistik Ahréns Åkeri.

 

“Di Scania, kami antusias melihat bagaimana kolaborasi antara pelaku industri terkemuka membuka jalan bagi transportasi listrik dan mendefinisikan ulang sistem logistik secara keseluruhan. Kemitraan antara SKF, LOTS, dan Scania menunjukkan bahwa transportasi barang dengan kendaraan listrik baterai dapat dilakukan, tidak hanya untuk rute perkotaan yang lebih pendek tetapi juga untuk transportasi jarak jauh dan berat. Kemitraan ini sejalan dengan tujuan Scania untuk mendorong peralihan menuju sistem transportasi berkelanjutan,” kata Head of Scania Ventures & New Business, Gustaf Sundell, Kamis (15/1/25).

 

Scania

Kolaborasi Scania, SKF dan LOTS Group yang melibatkan perusahaan angkutan Ahréns Åkeri diharapkan bisa mengurangi emisi CO₂ sebesar 298 ton, dengan rute perjalanan 210 ribu km/tahun.

Rute yang dioperasikan melalui kemitraan dengan Ahréns Åkeri ini diharapkan dapat mengurangi emisi secara signifikan. Sasarannya, mencapai pengurangan emisi karbon dioksida (WtW) sebesar 97 persen, sekaligus mengoptimalkan efisiensi transportasi, dengan 85 persen jarak tempuh tahunan kendaraan yang dilalui dengan muatan penuh.

 

Rute ini akan menempuh total 221.000 km per tahun, yang menghasilkan penghematan emisi CO₂ sebesar 298 ton. Ini setara dengan emisi CO₂ tahunan Swedia dari 210 mobil penumpang.

 

“Kemitraan ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam transisi menuju logistik berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pembeli transportasi, operator dan mitra pengisian daya, kami tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga memaksimalkan pemanfaatan, yang merupakan kunci transportasi berkelanjutan secara ekonomi. Tujuan kami adalah agar menjadi tolok ukur untuk solusi logistik masa depan di Eropa,” kata Johan Palmqvist, Managing Director Eropa, LOTS Group.

 

Di Eropa, 60 persen dari semua angkutan jalan menempuh jarak lebih dari 300 km per hari. Ini menunjukkan sistem transportasi yang lebih kompleks dan ekstensif, berpotensi untuk dialiri listrik.

 

“Kolaborasi ini membantu kami memastikan transportasi yang hemat energi dan ramah lingkungan bagi pelanggan kami, yang mendukung ambisi kami untuk mencapai dampak iklim nol bersih di seluruh rantai nilai,” ujar Logistic Manager SKF Sverige, Måns Isacsson menambahkan.

 

Scania

Pihak-pihak yang terlibat dalam kolaborasi juga mendapat manfaat dari pengoperasian truk listrik Scania dan menunjukkan pola bisnis yang mengurangi resiko finansial dalam investasi teknologi hijau dan berkelanjutan.

Dari sisi operasional dan bisnis, kolaborasi ini juga untuk menciptakan siklus berulang dengan volume terjamin dan pemanfaatan kendaraan yang tinggi. Sehingga bisa mengurangi risiko finansial dalam berinvestasi dalam teknologi hijau.

 

Dengan cara seperti ini, pihak-pihak yang terlibat dalam proyek, menunjukkan bahwa logistik berkelanjutan bisa ramah lingkungan dan hemat biaya. Rencana penerapan operasional kendaraan listrik Ahréns Åkeri untuk pengangkutan SKF yang dimonitor LOTS Group dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, akan dilakukan verifikasi arus pada awal tahun 2025 dan operasi skala penuh direncanakan pada pertengahan tahun.

 

“Dengan memastikan pemanfaatan kapasitas penuh di kedua arah dan pengisian daya yang dioptimalkan, kami tidak hanya melihat manfaat lingkungan yang signifikan tetapi juga peningkatan substansial dalam efisiensi operasional. Kontrak jangka panjang dan volume yang stabil memungkinkan kami untuk berinvestasi dalam teknologi hijau, menjadikan kemitraan ini berkelanjutan dan menguntungkan secara ekonomi,” kata Operational Manager Ahréns Åkeri, Hampus Ahrén menjelaskan.

 

Kemitraan ini akan memvalidasi semua parameter operasional, termasuk mengoptimalkan penggunaan energi, harga listrik dan memaksimalkan pemanfaatan kendaraan di tahap awal. Pada tahap berikutnya, saat semuanya sudah berjalan lancar, akan beralih ke operasional dua shift penuh.(naskah : mai/foto : scania.com)

Banner Content