Pristono menjelaskan, Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) Ciputat-Kota ini adalah trayek lama yang dimiliki oleh PO Bianglala Metropolitan. Menurut dia, ada beberapa trayek lama yang bersinggungan dengan Transjakarta akan diaktifkan. Trayek-trayek itu, kata dia, berubah menjadi APTB yang masuk ke lintasan Transjakarta untuk memudahkan penumpang dari pinggiran Jakarta mengakses jalur Transjakarta.
Dia berharap, pengoperasian angkutan perbatasan yang terintegrasi dengan Transjakarta bisa meningkatkan mobilitas antara Jakarta dan kota penyangga sekitarnya. Sehingga, ada minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum massal.

Pada tahun 2012 ini, Dinas Perhubungan DKI merencanakan untuk menerapkan sistem direct service pada pengoperasian APTB. Rute-rute APTB diberi kebebasan masuk ke jalur Transjakarta. Rute yang dilalui APTB jurusan Ciputat-Kota adalah Terminal Kota-Jalan Lada-Stasiun Kota-Jembatan Batu-Manggadua Raya-Berputar-Manggadua Raya-Hayam Wuruk -Ir H Juanda-Jalan Medan Merdeka Barat-Jalan MH Thamrin-Jalan Sudirman-Sisingamangaraja-Jalan Panglima Polim-Jalan Radio Dalam-Jalan Metro Pondok Indah-Lebak Bulus-Pasar Jumat-Ciputat. Rute ini bersinggungan dengan Koridor I, Koridor II dan III di Harmoni, Koridor VIII juga bisa berpindah ke Koridor IV dan VI di Dukuh Atas serta Koridor IX di Semanggi.
Penumpang cukup membayar tiket Rp. 9.500, terdiri Rp. 3.500 untuk tiket bus Transjakarta dan Rp. 6.000 untuk tiket bus angkutan perbatasan. “Pengelolaan bus ini bekerja sama dengan BLU Transjakarta, ada kontrak tersendiri terkait pembagian hasil penjualan tiket,” kata Pristono.
Menilik rute dan harga tiket yang ditawarkan, tergolong murah dengan jarak tempuh 30 Km yang diperkirakan ditempuh dalam 60-90 menit. Waktu beroperasinya bus berpakasitas 85 orang ini juga mengikuti mekanisme yang berlaku di Transjakarta yakni pukul 05.00 hingga 22.00.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bianglala Metropolitan operator APTB Ciputat-Kota, Tasmiyati Mujiono menambahkan, pihaknya telah menyiapkan 15 unit bus untuk rute ini. Selain itu, kata dia, Bianglala Metropolitan juga menyiapkan empat rute lagi yang bisa dioperasikan sebagai APTB. Rute-rute itu antara lain, Ciputat-Senen, Ciledug-Senen, Depok-Grogol via Warung Buncit dan Tengerang-Senen. “Semua rutenya nanti masuk ke lintasan busway karena memang menjadi prasyarat dari Dinas Perhubungan,” ujar wanita yang juga pemilik Bianglala Metropolitan ini.
Tasmiyati menegaskan, jika rute APTB Ciputat-Kota mendapat respon dari masyarakat dan pemerintah DKI Jakarta, pihaknya siap mengadakan 120 unit bus untuk empat jalur tambahan.
Direktur PT. Bianglala Metropolitan, Wahid Sukamto menjelaskan, pihaknya sangat tertarik untuk berinvestasi sebagai operator APTB ini. Apalagi rute yang dilalui adalah trayek lama yang mereka miliki. Dia menjelaskan, untuk satu unit bus pihaknya membutuhkan dana hingga Rp. 1,3 miliar. “Titik krusialnya adalah tarif, sebagai tolok ukur kami bisa mengoperasikan APTB ini,” ujarnya dengan lugas.
Wahid mengatakan, masih ada pembahasan teknis dengan BLU Transjakarta mengenai tarif ini. Terutama tentang masalah standar operasi sistem perhitungan penumpang sebagai bentuk bagi hasil pendapatan kedua belah pihak. Dia optimis, kesepakatan itu nantinya bisa tercapai. PT. Bianglala selain masuk dalam beberapa konsorsium di beberapa Koridor Transjakarta juga menjadi operator tunggal di Koridor IX dan X. Wahid sendiri adalah Direktur Teknik PT. Jakarta Ekspress Trans, operator di Koridor I.
Sayangnya di hari pertama ujicoba, hanya ada satu spanduk kecil yang terpasang di halte Transjakarta di depan Stasiun Kota. Di beberapa pemberhentian lain ke arah Harmoni, belum ada pengumuman tentang rute baru APTB ini. “Belum ada pengumuman, tiket yang dijual juga Cuma tiket ini,” ujar seorang petugas perempuan di halte Olimo sambil menunjukkan tiket bekas Transjakarta.(naskah : mai/foto : mai)










