(Jakarta – haltebus.com) Tahun 2014 ini, Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) menginjak tahun ketiga eksistensinya. Berbagai langkah mereka siapkan, termasuk mengkonsolidasikan diri untuk membangun hubungan kemitraan diantara pengusaha bus. Organisasi yang beranggota anak-anak muda itu menggelar Musyawarah Besar untuk menentukan program kerja lima tahun ke depan. “Kami berkumpul untuk merumuskan berbagai langkah agar iklim usaha transportasi bus bisa lebih baik ke depan,” ujar Ketua Umum IPOMI, Kurnia Lesani Adnan saat pembukaan Musyawarah Besar di sebuah hotel di Jakarta.

Menurut Sani, ini kesempatan pengusaha-pengusaha muda yang bergerak di bidang transportasi bus menyamakan visi dan misi untuk mempererat kerjasama. Dia mengatakan, persaingan di antara pengusaha bus kurang relevan di masa sekarang. Persaingan antara moda transportasi, lanjut dia, sangat terasa sejak ada low cost carrier moda transportasi udara.

Dirjen Perhubungan Darat, Soeroyo Alimoeso yang hadir membuka musyawarah berharap pengusaha muda yang tergabung dalam IPOMI bisa memberi warna baru transportasi. Khususnya, bisa meningkatkan pelayanan angkutan bus lebih baik dari yang ada saat ini.

Dia mengungkapkan, ada rencana yang tengah dikaji Kementerian Perhubungan untuk membuat pelayanan terminal bus terintegrasi yang modern. Karena itu dia berharap, anggota IPOMI bisa mempersiapkan diri jauh-jauh hari. “Kami tengah mengkaji Terminal Tirtonadi sebagai percontohan bagaimana penumpang bisa beli tiket secara online. Jadi tidak perlu ada perwakilan di terminal,” ujarnya.

Menurut Soeroyo, pelayanan transportasi bus kepada penumpangnya harus meningkat dari waktu ke waktu. Jika tiket pesawat dan tiket kereta api bisa diperoleh secara online, seharusnya tiket bus online juga bisa diberlakukan juga. Dia mengacu pada pelayanan di Bandara dan Stasiun kereta api yang saat ini memudahkan pergerakan penumpang. Idenya, lanjut dia, agar pergerakan penumpang di terminal bisa tercatat dengan jelas. Setiap operator bus yang melayani penumpang di terminal juga bisa diketahui kemampuan tingkat pelayanannya.

Komitmen terhadap pelayanan, lanjut Soeroyo, akan lebih mudah ditularkan oleh organisasi-organisasi semacam IPOMI. “Saya mendengar ada kerjasama saling membantu diantara anggota jika terjadi masalah di perjalanan. ini bentuk kerjasama yang baik,” kata dia.

Soeroyo berharap generasi kedua pengusaha bus itu bisa menjadi tumpuan perubahan pelayanan transportasi bus yang lebih baik. Dia mengapresiasi beberapa kegiatan IPOMI seperti pelatihan pengemudi bus, pelatihan untuk perawatan bus dan juga manajemen pengelolaan suku cadang.

Dalam kesempatan ini hadir 17 orang anggota dari 15 PO bus dari 30 PO yang tercatat sebagai anggota. Diantaranya adalah Kurnia Lesani Adnan dari PO Siliwangi Antar Nusa, Teddy Kurniawan Rusli dari PO. Sinar Jaya, Glenn Widodo dari PO. Hiba Utama, Yustinus Rosanto Adi dari PO. Rosalia Indah, I Gede Yoyok dari PO. Gunung Harta dan Herry Devis dari Po. Fajar Transport. Musyawarah bersama juga akan menghasilkan pengesahan masa kepengurusan dan AD/ART yang berlaku untuk 2014 – 2019. (naskah : mai/foto : mai)

Banner Content