Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz Indonesia buka-bukaan. Mereka memperkenalkan dapur yang menjadi ujung tombak pelayanan produk-produknya setelah ada tangan pelanggan. Selasa (1/12/15) lalu mereka mengajak sejumlah media massa melihat dari dekat bagaimana cara Mercedes-Benz melayani pelanggannya. “Divisi After-Sales ini berdiri sejak 1978, di sini ada pusat pelatihan mekanik. Satu-satunya pabrikan yang memberikan pelatihan mekatronik tertua di Indonesia,” kata Director of After-Sales PT. Mercedes-Benz Indonesia, Heinrich Schromm dalam presentasinya.

Pelayanan purnal jual pada pelanggan sangat penting untuk menjaga kredibilitas produk. Mercedes-Benz menggarap pelanggannya dengan serius. Di kompleks Divisi After-Sales ada dua bangunan utama purna jual yang bediri. Bangunan pertama sebagai pusat pelatihan dan bangunan kedua menjadi pusat suku cadang semua produk yang dijual Mercedes-Benz.

Berdiri di areal seluas 6,4 hektar inilah perencanaan pelayanan untuk pelanggan pemilik Mercedes-Benz dirumuskan. Ada tiga pilar utama layanan purna jual yakni, Central Training Department, Technical & Service Department dan After-Sales Logistic Department dari Mercedes-Benz Indonesia.

Pabrikan asal Jerman ini menjadi perusahaan otomotif pertama di Indonesia yang memperkenalkan program pelatihan tiga tahun yang disebut Automotive Mechatronic Program. Di pusat pelatihan ini dilatih mekanik-mekanik, yang siap ditempatkan di berbagai dealer Mercedes-Benz di seluruh Indonesia. “Hingga saat ini, sejak berdiri tahun 1978 sudah ada 44 angkatan yang dilatih di sini. Peminat perempuan beberapa angkatan belakangan ini bertambah,” kata Deputy Director Center of Tranning PT. Mercedes-Benz Indonesia, Eko Setyodiwarno.

Peserta yang juga lulusan SMK maupun SMU dibekali pelatihan di dalam kelas (on the class program), maupun pelatihan teknis (practical program). Pelatihan mencakup kendaraan penumpang maupun kendaraan komersial. Pusat pelatian Mercedes-Benz Indonesia, menurut Eko, menjadi acuan pelatihan mekanik kendaraan komersial Mercedes-Benz untuk kawasan South East Asia dan North East Asia. Konsekuensinya, peserta pelatihan di Ciputat ini tak hanya dari Indonesia melainkan juga negara-negara seperti Thailand, Myanmar, Filipna, bahkan juga China.

Di komplek Mercedes-Benz itu, jurnalis media juga diajak mengunjungi Technical and Services Department. Di sini mekanik dari tim After-Sales dari Technical & Service Department melakukan simulasi kemudahan diagnosa beragam keluhan produk Mercedes-Benz dengan Xentry Kit. Uniknya, Xentry Kit yang mendeteksi kerusakan pada seluruh sistem kendaraan Mercedes-Benz ini bisa diaplikasikan ke semua produknya. Tak hanya kendaraan penumpang, kendaraan niaga seperti bus dan truk juga menggunakan Xentry Kit untuk mendeteksi kegagalan fungsi pada kendaraan. “Mercedes-Benz Indonesia memiliki tim yang berdedikasi tinggi, bersertifikat, dan teknisi profesional untuk memastikan pengelolaan seluruh kendaraan Mercedes-Benz, sehingga tidak membuat khawatir customer kami,” ujar Schromm.

Salah satu program yang menjadi andalan pabrikan ini adalah Integrated Service Package (ISP). Kendaraan digaransi selama tiga tahun bebas biaya tanpa batasan kilometer untuk pemeliharaan serta perbaikan, berlaku di authorized dealer di seluruh Indonesia.

Pilar ketiga yang menopang layanan purna jual adalah After-Sales Logistic Department. Schromm menjamin pelanggan di seluruh Indonesia bisa mendapatkan suku cadang. Ada gudang suku cadang di Ciputat yang dapat menampung sekitar 20 ribu item suku cadang asli Mercedes-Benz untuk meminimalisir waktu tunggu pengiriman ke pelanggan. “Untuk pelanggan kami di pertambangan, kami siapkan pula stok khusus pelanggan kami di Kalimantan,” ujar Schromm.

Kunjungan ke Divisi After-Sales Mercedes-Benz Indonesia cukup menarik. Ternyata pelatihan kendaraan niaga regional Asia Tenggara dan Timur Laut dipusatkan di Ciputat. Mekanik Mercedes-Benz yang dilatih di sini menjadi acuan pelatihan mekanik mancanegara. Posisi penting itu menunjukkan pelatih dan mekanik yang handal untuk kendaraan niaga, termasuk bus, buatan Mercedes-Benz ada di negeri ini.

Mulai 2015, strategi Mercedes-Benz di segmen kendaraan niaga juga berubah. Menurut Eko, tahun ini ada struktur baru di Divisi After-Sales yang bertugas melayani pelanggan kendaraan niaga. Dirancang sejak tahun lalu, lanjut Eko, Mercedes-Benz Indonesia mulai menata lebih baik lagi pelayanan pada pelanggan kendaraan niaga. Dia menambahkan, seluruh produk baru Mercedes-Benz dipastikan singgah di pusat pelatihan agar setiap mekanik yang dilatih lebih siap sebelum produk dipasarkan. Begitu pula dengan beragam kendaraan niaga seperti produk terakhir bus OC 500 RF-2542, termasuk bus medium besar berkapasitas lebih dari 35 penumpang yang masih dalam tahap pengembangan. (naskah : mai/ foto : mai)

Banner Content