(Jakarta – haltebus.com) PT. United Tractors serius menggarap pasar bus di tahun 2016 ini. Meski kontribusi terbilang kecil dalam catatan pendapatan, namun para Direksi perusahaan itu yakin pertumbuhan di sektor transportasi massal di masa depan akan semakin besar. “Kami memang memandang perlu mencari diversifikasi usaha di tengah lesunya dunia pertambangan, beberapa langkah seperti di bidang listrik, mencari peluang baru di sektor lain di transportasi juga kami jajaki,” ujar Presiden Direktur PT. United Tractors, Gidion Hasan, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di kantor PT. UT, Cakung, Senin, (25/4/16).

Dalam RUPS Tahunan ditetapkan laba bersih PT. UT Rp. 3,9 triliun. Meski terbilang besar, laba yang dicapai di tahun 2015 tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp. 5,36 triliun. Gidion mengungkapkan, beberapa tahun terakhir pihaknya sudah mulai mengantisipasi menurunkan kinerja pendapatan di sektor pertambangan dengan melihat potensi sektor usaha lain yang mereka miliki.

Keseriusan PT. UT sudah terlihat sejak awal saat media massa yang diundang meliput RUPS itu diajak berkeliling melihat fasilitas yang ada di perusahaan itu. Ada UT School yang mencetak mekanik-mekanik yang siap merawat produk-produk di bawah bendera PT. UT salah satunya bus Scania. Di fasilitas ini 150 siswa dari berbagai daerah menjalani pendidikan selama setahun dengan metode praktek dan magang di fasilitas perbaikan PT. UT di berbagai daerah. “Di sini kami mencetak mekanik dan operator yang bisa siap merawat seluruh produk PT. UT, termasuk bus Scania,” kata Head of Bus & Trucks Marketing Division PT. UT, Harijadi Mawardi yang menemani berkeliling.

Dengan bus low entry Scania K250UB/4×2, awak media juga diajak mengunjungi fasilitas perbengkelan PT. UT yang terletak di sisi Barat kompleks utama dan terpisah sungai kecil. Di fasilitas ini anak perusahaan Astra Grup yang berdiri sejak 1972 itu menunjukkan keseriusan menangani produk mereka di sektor transportasi. Di sinilah mereka menyiapkan pusat perbengkelan yang juga disiapkan untuk mendukung operasional 108 unit bus gandeng Scania K320IA/6×2-2 yang beroperasi mulai tahun lalu dan tahun ini. Operasional Transjakarta yang sangat tinggi, membutuhkan tim perawatan yang kuat. Apalagi ada kontrak servis yang mereka tawarkan untuk setiap produk Scania untuk Transjakarta.

Bagaimana peluangnya usaha di sektor transportasi? Direktur yang menangani pemasaran, Loudy Irwanto Ellias mengakui kontribusi penjualan bus terhadap laba PT. UT masih belum signifikan. Namun dia optimis pertumbuhan di sektor transportasi baik bus maupun truk akan meningkat di tahun-tahun mendatang. “Sampai tahun ini kami sudah mengantarkan 100 unit lebih bus gandeng untuk Transjakarta, ada yang untuk PT. Transjakarta 52 unit, untuk PT. Mayasari Bakti 56 unit,” ujar dia.

Optimisme Loudy dan jajaran Direksi yang lain didukung oleh Harijadi Mawardi. Menurut Harijadi, selama beberapa tahun terakhir ada peningkatan penjualan bus Scania. Tahun lalu misalnya, bus yang terjual mencapai dua kali angka penjualan di tahun sebelumnya. Penjualan terbanyak masih dibukukan untuk kebutuhan Transjakarta.

Di Jakarta sendiri ada 6.000 unit bus yang dibutuhkan, sejak Gubernur Joko Widodo mengkampanyekan peremajaan bus kota di tahun 2012. Baru tahun 2015-2016 peremajaan bus di Jakarta mulai terasa dengan pengadaan-pengadaan bus baru. Mungkin fenomena ini yang membuat PT. UT menawarkan tiga produk sekaligus untuk kebutuhan warga Jakarta. Ada bus gandeng Scania K320IA/6×2-2, ada bus berlantai rendah (low entry) Scania K250UB/4×2 dan yang terbaru bus maxi (3axle) Scania K310IB/6×4*2.

Untuk bus Scania tipe yang disebut terakhir, bus maxi, Loudy mendapat konfirmasi terakhir di sela-sela RUPS Tahunan. “Saya baru saja mendapat kabar PT. Mayasari Bakti membeli 110 unit bus maxi kami untuk Transjakarta,” kata dia.

Keseriusan PT. UT untuk menggarap sektor transportasi memberi angin segar di dunia transportasi bus. Modal besar yang dimiliki PT. UT memungkinkan mereka memacu penetrasi pasar di sektor transportasi. Apalagi mereka menggandeng Scania sebagai ujung tombak utama di sektor ini. Pabrikan asal Swedia itu memang tengah meningkatkan penetrasinya di pasar Global empat tahun terakhir. Selain membangun fasilitas produksi bus dan truk di India, mereka juga serius menggarap pasar di China sebagai pasar yang diharapkan pertumbuhannya. Kedua wilayah ini menjadi titik Scania memasuki pasar Asia.(naskah : mai/foto : mai)

Banner Content