(Jakarta – haltebus.com) Pabrikan bus dan truk asal Jerman, MAN menetapkan standar baru untuk jangkauan operasional bus listrik yang mereka produksi. Tak tanggung-tanggung : 550 kilometer! Standar ini ditetapkan setelah mereka berhasil melakukan uji coba pada operasional normal sehari-hari di tengah layanan bus kota Munich tanpa pengisian daya listrik. Keberhasilan ini dirilis di laman resmi MAN, Selasa (19/5/21)

“Sungguh luar biasa apa yang berhasil dilakukan pengemudi dan kendaraan. MAN Lions City E beroperasi 550 kilometer pada rute transportasi umum lokal dalam kondisi sebenarnya – semuanya dengan sekali pengisian baterai. Kami sangat senang dengan hasil yang luar biasa ini. Terakhir, kami telah menunjukkan dengan jelas bahwa e-mobility sekarang cocok untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Head of Business Unit Bus di MAN Truck & Bus, Rudi Kuctha menyatakan kegembiraannya.

Agar pengujian yang bertajuk “MAN eBus Efficiency Run” memiliki kredibilitas, ada beberapa hal yang dilakukan tim MAN. Pertama, MAN menggandeng TÜV SÜD untuk memantau bus listrik yang beroperasi. Kedua, MAN juga mengundang seorang jurnalis yang cukup akrab di kalangan industri bus Jerman : Sascha Bohnke. Sebelum bus berjalan ada segel yang dipasang di titik pengisian daya listrik pada bus. Ketiga, bus di rute antara stasiun Karlsfelder Straße, Moosacher dan Puchheimer, dengan pengemudi dari MAN ProfiDrive di belakang kemudi.


 
 
 
 
 
 

Uji coba dilakukan dalam kondisi sehari-hari yang sebenarnya. Tim MAN eBus Efficiency Run memberikan perhatian khusus pada pengujian bus listrik. Mereka menyamakan kondisi pengujian yang serealistis mungkin. Pengujian di Munich dilakukan dalam layanan selama 24 jam pada 18 Mei 2021. Bus Lions City 12 E diuji coba pada jalur MVG 176/X80 melaju dengan beban. Bus berjalan pada rute yang sebenarnya, berhenti di setiap halte bus, membuka pintunya dan menutupnya kembali. Selain itu, bobot digunakan juga dihitung untuk simulasi rata-rata berat penumpang.

Kuctha menambahkan, selain ketersediaan dan keandalan bus listrik, masalah jangkauan merupakan faktor penting bagi pelanggan mereka. Dia berharap, pada akhirnya, di masa depan, satu kendaraan listrik harus dapat mengambil alih jalur yang sebelumnya dioperasikan menggunakan satu kendaraan dengan mesin konvensional. Menurut dia, dengan pembuktian ini, diharapkan transisi dapat dilakukan dengan mulus untuk keseluruhan operasional bus listrik.

“Tujuan kami adalah untuk menunjukkan bahwa Anda dapat mencapai jangkauan yang sangat tinggi dengan Lions City E kami dalam kondisi sehari-hari yang sebenarnya. Dengan jangkauan 550 kilometer, yang dimungkinkan tanpa pengisian perantara dalam 99 persen rute yang mereka layani. Artinya, pelanggan dapat mengisi daya bus mereka di depo dan tidak perlu berinvestasi dalam teknologi tambahan di sepanjang rute – keuntungan yang sangat penting,” ujar Kuctha.

MAN mengidentifikasi, rerata operasional bus perkotaan ada di rentang 300-400 Km. Karena itu mereka mengklaim, jika operasional bus hanya 300-400 Km, mencakup 89 sampai 98 rute yang dioperasikan oleh pelanggan MAN. Analisa ini dilakukan terhadap 1.325 rute oleh tim dari MAN Transport Solutions sebagai bagian dari konsultasi e-mobility untuk operator bus perkotaan. Pada 2018 lalu, divisi MAN Transport Solutions mulai menawarkan pengetahuan dan layanan untuk memudahkan pelanggan memulai e-mobility.

Pengujian di Munich yang menghasilkan durasi operasional hingga 550 Km adalah bagian dari rangkaian uji kemampuan bus listrik MAN. Sebelumnya, bus listrik sepanjang 12 meter menyelesaikan operasi uji coba di Badajoz di Spanyol 2020 lalu. Dalam suhu yang menantang, lebih dari 35 derajat, MAN Lions City E menyelesaikan shift 16 jam penuh dan mencakup seluruh rute operator angkutan umum lokal dengan jarak total 284 kilometer.

Head of Marketing Bus di MAN Heinz Keiss menyebut, bus listrik mereka diuji dalam beragam kondisi cuaca maupun medan. Dia mengakui, di banyak perkotaan, medan jalan relatif datar walaupun ada juga yang sedikit naik-turun. Namun dia menyatakan, hasil yang dicapai bus listrik mereka kali ini sudah bisa menjawab kebutuhan pasar. “Namun demikian, jarak tempuh 550 kilometer adalah hasil yang lebih dari meyakinkan dan mencerminkan pengalaman positif dari banyak pelanggan kami yang telah menggunakan atau telah menguji MAN Lions City E,” katanya.



 
 
 
 
 
 

Bagaimana dengan bus yang bisa beroperasi hingga 550 Km? Teknologi sel baterai yang canggih memberikan jangkauan yang tinggi. Ini menjadi kesuksesan pengujian, karena teknologi sel baterai canggih yang dikembangkan oleh Grup Volkswagen, yang dapat digunakan MAN untuk e-bus. Selain itu, manajemen suhu yang canggih memastikan tingkat ketersediaan yang sangat tinggi, kapan pun waktunya. Hasilnya, saat ini MAN memastikan jangkauan Lions City E hingga 270 Km.

Heinz Kiess menegaskan, efisiensi bus listrik MAN yang dijalankan secara optimal menunjukkan bahwa dalam kondisi sehari-hari, jangkauannya dapat jauh di atas angka 270 Km. Kuncinya, kata dia, di samping teknologi inovatif, mengemudi yang efisien juga memainkan peran penting dalam hal jangkauan. Ini ditunjukkan tim MAN dengan pengemudi berpengalaman dari MAN ProfiDrive yang berada di belakang kemudi untuk uji coba di Munich. “Penting untuk tidak meremehkan pengaruh pengemudi. Itulah mengapa kami menawarkan pelatihan pengemudi khusus untuk bus listrik kami. Pelatihannya fokus pada pengemudian yang irit,” kata Kiess.

MAN menyatakan siap mendukung perusahaan transportasi dengan kendaraan inovatif dan layanan yang disesuaikan. Mereka menegaskan, pelatihan pengemudi adalah elemen inti dari konsep e-mobility yang komprehensif. MAN Truck & Bus sangat yakin bahwa masa depan mobilitas perkotaan adalah listrik. Pabrikan itu berkomitmen menawarkan solusi standar untuk transportasi umum perkotaan berbasis listrik. Operator dan pelanggan juga mendapat manfaat dari konsultasi e-mobility terintegrasi dan solusi mobilitas berwawasan ke depan yang berfokus pada masalah seperti infrastruktur pengisian daya, keberlanjutan dan digitalisasi.

Para ahli di MAN Transport Solutions menganalisis profil rute khusus pelanggan dan menghitung pengaruh topografi, jumlah perhentian, atau kondisi iklim lokal terhadap jangkauan operasional. Dengan bus elektrik inovatif yang cocok untuk penggunaan sehari-hari dan layanan yang disesuaikan. MAN menyatakan, ingin memberikan dukungan terbaik untuk sektor kendaraan komersial. Sektor ini sangat penting dalam hal dekarbonisasi transportasi dan berupaya menjadikan mobilitas netral karbon dalam kaitannya dengan gas rumah kaca. Langkah ke depan ditentukan oleh spesifikasi hukum untuk pengurangan CO2. Dan sejak Uni Eropa mengesahkan “Petunjuk Kendaraan Bersih”, kota-kota harus menerapkan kerangka kerja untuk mobilitas yang bebas emisi.

Tujuannya adalah untuk beralih dari “kadar emisi yang rendah” menjadi “tanpa emisi”. “Semakin banyak perusahaan angkutan umum yang memahami hal ini dan hanya mempertimbangkan bus kota bertenaga baterai saat melakukan akuisisi baru. Atau mereka menetapkan tanggal target yang jelas untuk mengubah seluruh armada mereka menjadi kendaraan bebas emisi ”, kata Kuchta.

 
 
 
 
 

Tren menuju e-mobility sangat terlihat di daerah perkotaan. Pada tahun 2020, total pasar Eropa untuk bus listrik lebih dari 2.000 kendaraan – dengan tren meningkat. MAN Truck & Bus mengharapkan bahwa pada tahun 2025 setengah dari semua bus kota MAN yang baru, akan beroperasi dengan teknologi penggerak alternatif. “Ini adalah kontribusi aktif dan berharga awal untuk memenuhi target iklim kami di bawah Perjanjian Paris,” kata Kuchta.

Untuk memenuhi permintaan Lions City E yang terus meningkat, MAN terus meningkatkan produksinya. Di tahun-tahun mendatang, perusahaan akan mampu memproduksi hingga 2.500 kendaraan per tahun di pabriknya di Polandia. Jika permintaan terus meningkat setelah tahun 2026, kapasitas produksi dapat terus ditingkatkan. (naskah mai/foto : mantruckandbuses.com)

Banner Content