(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz sukses menguji bus gandeng eCitaro G all-electric di Tyrol Selatan, Bolzano, kota di Italia, dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (dpl). Sejak pertengahan Januari, pada pertengahan Januari lalu, bus eCitaro G beroperasi melayani rute reguler terjadwal di Seiser Alm di Tyrol Selatan. “Uji coba pertama bus listrik 18 meter di ketinggian hampir 2.000 meter di Seiser Alm ini adalah momen yang luar biasa bagi kami di Tyrol Selatan,” kata Deputy Provincial Governor Tyrol Selatan Daniel Alfreider, Rabu (9/2/22) di Bolzano.

Alfreider yang juga duduk anggota dewan provinsi di Tyrol Selatan yang bertanggungjawab pada infratruktur dan mobilitas mengungkapkan, kegembiraannya dengan uji coba itu. Menurut dia, uji coba di kotanya bagian dari menuju mobilitas warga kota yang bebas emisi.

Selama uji coba, eCitaro G digunakan pada rute yang dioperasikan oleh perusahaan bus Silbernagl. Beroperasi melayani rute antara kota Compatsch (1850 meter dpl) dan Saltria (1680 meter dpl) di Seiser Alm. Daerah yang dilayani adalah dataran tinggi Alpen terbesar di Eropa, yang terletak di South Tyrolean Dolomites di Italia.

Mercedes-Benz eCitaro G saat uji coba kiri-kanan : Andrea Codecasa (KAM EvoBus Italia), Carlo Greco (General director Silbernagl), Daniel Alfreider (District Administrator in the Government of South Tyrol), Helmut Sartori (President ANEF of South Tyrol), Markus Silbernagl (Silbernagl).

Mercedes-Benz eCitaro G all-electric drive yang tahan di udara dingin dan kontur jalan pegunungan/dok. daimlertruck.com)

Perusahaan bus Silbernagl berkantor pusat tidak jauh di Kastelruth, Tyrol Selatan. Perusahaan itu fokus pada inovasi teknis dan kompatibilitas lingkungan terbaik. Karena itu, General Director Silbernagl, Carlo Greco dengan senang hati menguji kemampuan eCitaro G, meskipun kondisinya tidak biasa untuk bus gandeng bertenaga listrik. “Kendaraan sepanjang 18 meter dengan konfigurasi gandar 6×4 sangat menarik bagi kami. Kami yakin bahwa kami akan dapat mengintegrasikannya ke dalam armada bus kami di tahun-tahun mendatang,” katanya optimistis.

Bus articulated Mercedes-Benz eCitaro G all electric memiliki baterai solid-state berkapasitas 441 kWh. Selama uji coba, bus ini menunjukkan kestabilan, kemampuan traksi dan kinerja dengan dua poros penggeraknya. Franz Federspieler, pengemudi yang mengendarai bus itu menggambarkan pengalamannya sebagai, “Pengalaman mengemudi yang super.” Setidaknya ini yang dirasakannya selama mengemudikan bus sepanjang 40 tahun.

eCitaro G ditopang 2x electric hub motor yang masing-masing menghasilkan tenaga 125 kW, pada 485 Nm. Bus juga dilengkapi 7 baterai solid-state 63 kWh  per baterai. fitur standar Mercedes-Benz seperti, Electronic Stability Program (ESP®), Anti-lock Braking System (ABS), Acceleration Skid Control (ASR), Front-Collision-Guard, Acoustic Vehicle Alerting System, Cornering Light Function, Unique ATC Articulation Limiter System eCitaro G dan Passenger Compartement Monitoring. Ada juga fitur opsional Tyre Pressure Monitoring (TPM), Preventive Brake Assist dan Sideguard Assist.

Kässbohrer Setra S 80 Silbernagel yang masih terawat, berumur lebihdari 40 tahun/dok. silbernagl.com

Setra S 531 DT salah satu armada termodern yang dimiliki perusahaan di pegunungan Alpen itu/dok. silbernagl.com

Ruang perawatan armada bus Silbernagl/dok. silbernagl.com

 

 

 

 

 

 

Silbernagl memiliki jajaran armada yang tergolong yang sangat modern dan terpelihara dengan baik. Ada sekitar 70 coach dan bus. Mereka memiliki layanan reguler yang terjadwal mulai dari minibus hingga bus double-decker. Mayoritas armadanya, hampir secara eksklusif, bermerek Mercedes-Benz dan Setra. Bus-busnya sangat terawat. Bahkan, mereka masih memajang bus Kässbohrer Setra S 80 dalam situsnya sebagai armada yang bisa disewa. Dengan kontur pegunungan, masih beroperasinya bus Setra yang diproduksi sepanjang dekade 1970-an itu menunjukkan kemampuan merawat bus yang di atas rata-rata. Apalagi, interiornya terlihat bersih dan terawat dengan semua pernak-pernik orisinil yang terjaga.

Pengecekan armada juga menggunakan perangkat sofware/dok.silbernagl.com

Tes tekanan air bus Silbernagl/dok. silbernagl.com

Kässbohrer Setra yang masih terjaga orisinalitasnya/dok. silbernagl.com

 

 

 

 

 

 

Didirikan pada tahun 1978 oleh Anton dan Monika Silbernagl, bisnis milik keluarga ini adalah salah satu perusahaan bus paling maju di Tyrol Selatan dan menawarkan semua layanan perjalanan yang didukung lebih dari 100 karyawan. (naskah : mai/foto dok. daimlertruck.com)

Banner Content

Related Article